
deg
deg
deg
Daniah memegang dadanya
Sepertinya akhir-akhir ini jantungku kurang sehat, kenapa berdetak cepat begini ya, aku harus memeriksa nya lain kali
✨✨✨
Ditempat lain rangga sudah menunggu daniah didalam mobil, sambil melirik jamnya beberapa kali.
sebenarnya dia mendengar semua yang dibicarakan kedua orang tadi diruangan
karena kebetulan Tadi sebenarnya Rangga hendak pulang namun tertahan karena suara tawa siska yang membuatnya penasaran apa yang mereka bicarakan
"Apa aku harus berterima kasih kepada siska karena sudah membuatku tau isi kepala wanita itu"
Tanpa rangga sadari dia berbicara sambil terus tersenyum kearah lobby memperhatikan daniah kebingungan
Aahhhh Itu bukannya mobil pak rangga ya, apa dia benar-benar akan mengantar ku pulang ahhhh bagaimana ini, daniah meremas kedua tanganya gugup sambil memegang dadanya
daniah memberanikan diri mendekati pintu mobil Rangga dan mengetuk pelan kaca mobilnya
tokk
tokk
Rangga menurunkan kaca mobilnya sambil mengangkat alisnya
"Masuklah" titah rangga
" Pak, maaf sepertinya saya tidak perlu diantar, saya tidak mau menyusahkan bapak, saya akan memesan taksi saja pak tidak usah repot-repot pak, terimakasih sebelumnya " jawab daniah pelan sambil memutar badannya
__ADS_1
"Kubilang Masuk" seperti perintah yang tidak bisa ditolak daniah refleks langsung membuka pintu mobilnya sambil mengehela nafas pelan
setelah didalam mobil daniah tidak berani melirik karena sudah pasti rasa takutnya lebih besar saat ini
Tiba-tiba Tubuh rangga mendekat ke arah daniah, dan tanpa dia sadari daniah menutup matanya gugup sambil mengigit bibirnya takut
ceklek
"Pakai safety belt, kamu tidak mau kenapa-napa kan"
Daniah terkejut dan langsung melirik ke arah Rangga, jarak wajah mereka sangat dekat sampai daniah bisa merasakan nafas rangga
Deg
deg
Lagi-lagi jantung daniah seperti sedang Lomba marathon
Kenapa jantungku semakin berdetak kencang gini, apa aku benar-benar punya penyakit jantung,
"apa akhir-akhir ini Jantungmu Bermasalah kulihat kau selalu memegang dada mu, apa ada yang sakit" tanya Rangga sabil menahan senyumnya
"Ahh itu, I-ya pak "
"Hemm" Rangga menaikkan sebelah alisnya
"Oh bukan maksud saya, saya juga tidak tau kenapa akhir-akhir ini jantung saya tidak karu-karuan begini, mungkin saya akan segera memeriksanya ke dokter
Rangga tersenyum melihat kelakuan wanita yang ada disampingnya ini
Apa dia tidak sadar bahwa itu bukan penyakit jantung
Apakah mungkin dia merasakan debaran yang sama seperti yang kurasakan, Gumam Rangga dalam hati
"Baiklah, mari kita pulang ini sudah malam"
__ADS_1
"Iya pak" jawab daniah cepat sambil sesekali melirik ke arah rangga
disepanjang perjalanan keheningan melanda kedua insan ini, dan ketika di lampu merah rangga tidak sengaja melihat mobil istrinya tepat disampingnya, dilihatnya seorang pria sedang mengendarai mobil itu sambil tersenyum manis dengan wanita didalamnya
Yaah, rangga tau siapa pria itu Dan dilihatnya dari spion belakang ada mobil Edo yang masih mengikuti mobil istrinya itu
"Daniah"
"Iya pak"
" Apa kamu keberatan jika kita berhenti sebentar untuk makan malam,kebetulan saya belum makan malam" pinta Rangga seperti memelas dan memegang perutnya
tiba-tiba daniah teringat perkataan siska mengenai Rangga yang tidak terlalu menjaga kesehatanya
"Baik pak,Silahkan" jawab daniah sopan
Terimakasih
senyum tulus rangga sambil memegang kilas tangan daniah, dan segera rangga menarik kembali tanganya setelah melihat wajah daniah yang shock kaku melihat perlakuan nya barusan
Ya Tuhan selamatkan hambamu ini
Daniah berkata dalam hati sambil meremas kedua tanganya
.
.
.
.
.
.
__ADS_1