Bukan Orang ketiga

Bukan Orang ketiga
Makan Malam Berdua


__ADS_3

Tidak berapa lama Daniah dan Rangga sudah sampai di Salah satu restoran Yang cukup Mewah, dilihatnya dari Luar sungguh Indah tempat yang saat ini ada di hadapan ya, apalagi nuansa malam Hari yang penuh dengan lampion


"Ayo Turun"


suara Rangga seketika memecah lamunan Daniah


Merasa malu karena ekspresinya begitu kampungan daniah hanya tersenyum kecut


"Iya pak"


Sambil berjalan beriringan daniah dan Rangga memasuki restoran itu. Dilihatnya ke seluruh sudut ruangan itu bahwa hanya orang-orang kayalah yang dapat memesan tempat dan makan di sini.


"Wah tempat ini sangat Bagus" tanpa sadar kata itu keluar dari mulut daniah dan membuat rangga tersenyum melihat nya.


"Kita duduk disini saja tidak apa-apa kan"


"Tidak apa pak, disini juga lebih Bagus pemandangan nya jika dilihat dari atap, Tempat ini sangat Indah"


Daniah tidak sadar bahwa ucapnya yang terlalu jujur itu seketika membuat hati pria yang ada dihadapan nya saat ini menghangat ketika melihat senyuman yang tulus dari wajah daniah


"Kau suka tempat ini"


tanya Rangga membuyarkan lamunan daniah, sambil tertunduk malu daniah menganggukan kepala nya pelan


Saya tidak pernah ketempat mewah seperti ini sebelumnya pak, dan ini pertama kali nya saya datang ke tempat yang begitu Indah


jawab daniah jujur dan penuh dengan senyuman malu-malu nya


Bersama Saya?

__ADS_1


berarti saya orang pertama yang membawa kamu ketempat seperti ini, hemm"


"I-iya pak" Jawab daniah malu


Ya Tuhan aku ingin mati saja, aku ingin menggali kuburan ku sendiri


ahhhhh mulut ini sungguh tidak bisa di kontrol, batin daniah sambil memukul-mukul bibirnya pelan mengutuki kebodohannya


"Kau sangat manis sekali" rangga tersenyum sangat tampan dan caranya berbicara seperti menggoda wanita polos dihadapanya saat ini


A-apa


Apa katanya barusan "Manis"


Tiba-tiba daniah terdiam kaku mendengar pernyataan bossnya ini, dan itu membuat mulut daniah sedikit terbuka, dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya


"Tutup mulut mu itu, jangan sampai Lalat masuk"


"Permisi Tuan-Nona, silahkan dipesan ini menu favorit reatoran kami" seorang waiters menyelamatkan daniah seketika


"ohh baiklah, Kamu pesan apa daniah" tanya rangga dengan Lembutnya


"S-saya pesan Nasi goreng seafood saja pak"


jawab daniah sambil menutup menu makanan yang baru hampir dibukanya


"Maaf nona, Makanan tersebut tidak ada dalam Menu List kami" jawab waiternya itu dengan sopan


"Ohh begitu ya" lagi-lagi daniah membuat dirinya malu karena memesan makanan yang sangat sederhana

__ADS_1


" Tolong buatkan saja pesanan Nona ini, Nasi goreng seafood" Rangga memotong pembicaraan daniah dan waiters tersebut sambil tersenyum


"Dan tolong pesankan saya Grilled Tenderloin Steak with potato Black paper dan Tequla Sunrise, ohh ya dan orange jus 1 terimakasih" rangga menutup menu tersebut dan langsung menyerahkan kepada waiters tersebut


"Sudah selesai, kita tunggu makanannya datang"


malam ini mereka melewati makan malam dengan menu sederhana bagi Rangga, dan menu mewah bagi Daniah


dan ditempat yang sangat mewah dengan orang yang sama sekali tidak pernah terlintas dipikiran mereka masing-masing


setelah selesai membayar makanannya rangga dan daniah kembali ke parkiran dan masuk ke mobilnya


daniah melirik jam tangannya sekilas dan itu tidak lepas dari pandangan rangga


Astaga sudah pukul 11 malam, Daniah melirik bossnya sebentar


Sampai di kost aku pasti akan dibunuh oleh Tina Bathin daniah


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2