
Setelah menutup pintunya, Tina memegang dada nya, jantungnya berdetak sangat kencang ketika berada didekat shawn
Bodoh.. bodoh.. bodoh
kenapa aku harus segalak itu
padahal aku senang ketika bertemu dengan nya
Apa aku masih ada perasaan dengan nya
apa aku masih menyukai nya, bukanya aku sudah move on?
Tina memukul-mukul kepala dan dada nya
Ahh lebih baik aku istrhat saja, badanku seperti mau remuk rasanya
🍁🍁🍁
Diperjalanan Pulang Rangga tidak melepas genggaman tangan nya dengan daniah
Dia merasa sangat bahagia dengan status baru mereka
Tidak henti-hentinya dia mencium punggung tangan daniah
Ketika rangga ingin berbicara ponsel dania berbunyi
Kriinggg..., Dilihat nya layar itu nama Tina memanggil
Hallo
Daniah bisakah kau pulang lebih awal, aku sedikit tidak enak badan, ucap Tina disebrang telpon
Kau sakit?
baiklah aku segera pulang
klik
ponsel dania sudah di matikan nya
Rangga bisakah kau mengantar ku langsung pulang saja, Tina sedang sakit dia memintaku pulang lebih awal
__ADS_1
Kita sudah hampir sampai, apa kita tidak makan saja dulu??
Ayolah kumohon, Tina tidak pernah memintaku pulang cepat jika tidak sepenting ini
Makan malam nya kita cancel lain waktu saja ya
Daniah bersender di lengan rangga
Dia sengaja membujuk Rangga agar mau memutar arah dan mengantar nya ke Kostan
Apa tidak bisa penganggu hilang untuk sesaat saja
Ahhh aku tidak bisa menolak nya jika dia sangat manis seperti ini
"Baiklah sayang"
Rangga memutar balik mobilnya dan mengantarkan daniah Pulang kerumahnya walau sepanjang perjalanan rangga selalu memasang wajah cemberut nya sampai ke kostan daniah
"Terimakasih sudah mengantarkan ku pulang, hati-hati dijalan"
Daniah turun dari mobil dan buru-buru menuju kostanya berada
Bahkan ciuman perpisahan pun aku tak dapat
Rangga melihat ponsel nya ada panggilan dari edo
"Halo"
"Maaf Tuan, saya ingin menyampaikan hasil dari dokumen perceraian tuan dengan nyonya "
"Baiklah, aku akan kesana"
Tutt rangga mematikan ponselnya dan melajukan mobilnya kerumah pengacara nya
Sesampainya di rumah itu rangga langsung masuk dan melihat sudah ada 2 orang yang menunggu nya.
"Tuan"
Edo langsung bangkit berdiri ketika melihat rangga masuk dan mempersilakan rangga duduk
"Bagaimana " Tanya rangga tanpa basa basi
__ADS_1
Arman selaku pengacara Yang sudah ditunjuk langsung oleh keluarga Rangga sudah tau bagaimana karakter dari Client nya ini
Selain pengacara keluarga arman adalah teman kuliah Rangga ketika di Jerman dulu sehingga dia sudah tidak terlalu formal ketika bertemu bertiga dengan Edo
"Kau Bisa Lihat sendiri"
Arman menyerahkan amplop ke arah Rangga
Rangga langsung mengambil nya dan membuka isi amplop tersebut
Rangga yang membaca itu pun sedikit menaikan alisnya sebelah sambil melihat kearah Edo
"Bagaimana caramu mendapat kan tanda tangan Susan"
Edo yang mendapatkan pertanyaan itu pun langsung tersenyum melihat tuan nya sepertinya tau apa yang baru saja dilakukan nya
"Tuan, saya hanya bermain Suami-Istri yang baik dengan Nyonya Susan"
Maksud Mu???
"Ehm Begini tuan, saya sudah mengecek semua asset nyonya dan sudah mengalihkan nya ke nama tuan
namun ketika saya mengecek Cctv rumah tuan saya melihat nyonya mengambil kartu yang didalamnya berisi uang puluhan Milyar"
"Lalu apa hubungan nya dengan tanda tangan ini"
"Saya Membeli nyonya perhiasan dari JnJ jewelry yang baru saja launcing minggu kemarin tuan
dan saya bertransaksi dengan menggunakan Kartu Nyonya dengan menyisakan sisa tabungan nyonya sekitar 500 Juta saja dikartunya"
Dan kau memberinya ke Susan dengan atas namaku?
Rangga sungguh terkejut dan sedikit menaikkan Nada suaranya, sebenarnya dia malas jika harus berurusan dengan susan kembali
.
.
.
.
__ADS_1
.
..