Bukan Orang ketiga

Bukan Orang ketiga
Surat Cerai


__ADS_3

Setelah menutup pintunya, Tina memegang dada nya, jantungnya berdetak sangat kencang ketika berada didekat shawn


Bodoh.. bodoh.. bodoh


kenapa aku harus segalak itu


padahal aku senang ketika bertemu dengan nya


Apa aku masih ada perasaan dengan nya


apa aku masih menyukai nya, bukanya aku sudah move on?


Tina memukul-mukul kepala dan dada nya


Ahh lebih baik aku istrhat saja, badanku seperti mau remuk rasanya


🍁🍁🍁


Diperjalanan Pulang Rangga tidak melepas genggaman tangan nya dengan daniah


Dia merasa sangat bahagia dengan status baru mereka


Tidak henti-hentinya dia mencium punggung tangan daniah


Ketika rangga ingin berbicara ponsel dania berbunyi


Kriinggg..., Dilihat nya layar itu nama Tina memanggil


Hallo


Daniah bisakah kau pulang lebih awal, aku sedikit tidak enak badan, ucap Tina disebrang telpon


Kau sakit?


baiklah aku segera pulang


klik


ponsel dania sudah di matikan nya


Rangga bisakah kau mengantar ku langsung pulang saja, Tina sedang sakit dia memintaku pulang lebih awal

__ADS_1


Kita sudah hampir sampai, apa kita tidak makan saja dulu??


Ayolah kumohon, Tina tidak pernah memintaku pulang cepat jika tidak sepenting ini


Makan malam nya kita cancel lain waktu saja ya


Daniah bersender di lengan rangga


Dia sengaja membujuk Rangga agar mau memutar arah dan mengantar nya ke Kostan


Apa tidak bisa penganggu hilang untuk sesaat saja


Ahhh aku tidak bisa menolak nya jika dia sangat manis seperti ini


"Baiklah sayang"


Rangga memutar balik mobilnya dan mengantarkan daniah Pulang kerumahnya walau sepanjang perjalanan rangga selalu memasang wajah cemberut nya sampai ke kostan daniah


"Terimakasih sudah mengantarkan ku pulang, hati-hati dijalan"


Daniah turun dari mobil dan buru-buru menuju kostanya berada


Bahkan ciuman perpisahan pun aku tak dapat


Rangga melihat ponsel nya ada panggilan dari edo


"Halo"


"Maaf Tuan, saya ingin menyampaikan hasil dari dokumen perceraian tuan dengan nyonya "


"Baiklah, aku akan kesana"


Tutt rangga mematikan ponselnya dan melajukan mobilnya kerumah pengacara nya


Sesampainya di rumah itu rangga langsung masuk dan melihat sudah ada 2 orang yang menunggu nya.


"Tuan"


Edo langsung bangkit berdiri ketika melihat rangga masuk dan mempersilakan rangga duduk


"Bagaimana " Tanya rangga tanpa basa basi

__ADS_1


Arman selaku pengacara Yang sudah ditunjuk langsung oleh keluarga Rangga sudah tau bagaimana karakter dari Client nya ini


Selain pengacara keluarga arman adalah teman kuliah Rangga ketika di Jerman dulu sehingga dia sudah tidak terlalu formal ketika bertemu bertiga dengan Edo


"Kau Bisa Lihat sendiri"


Arman menyerahkan amplop ke arah Rangga


Rangga langsung mengambil nya dan membuka isi amplop tersebut


Rangga yang membaca itu pun sedikit menaikan alisnya sebelah sambil melihat kearah Edo


"Bagaimana caramu mendapat kan tanda tangan Susan"


Edo yang mendapatkan pertanyaan itu pun langsung tersenyum melihat tuan nya sepertinya tau apa yang baru saja dilakukan nya


"Tuan, saya hanya bermain Suami-Istri yang baik dengan Nyonya Susan"


Maksud Mu???


"Ehm Begini tuan, saya sudah mengecek semua asset nyonya dan sudah mengalihkan nya ke nama tuan


namun ketika saya mengecek Cctv rumah tuan saya melihat nyonya mengambil kartu yang didalamnya berisi uang puluhan Milyar"


"Lalu apa hubungan nya dengan tanda tangan ini"


"Saya Membeli nyonya perhiasan dari JnJ jewelry yang baru saja launcing minggu kemarin tuan


dan saya bertransaksi dengan menggunakan Kartu Nyonya dengan menyisakan sisa tabungan nyonya sekitar 500 Juta saja dikartunya"


Dan kau memberinya ke Susan dengan atas namaku?


Rangga sungguh terkejut dan sedikit menaikkan Nada suaranya, sebenarnya dia malas jika harus berurusan dengan susan kembali


.


.


.


.

__ADS_1


.


..


__ADS_2