Bukan Orang ketiga

Bukan Orang ketiga
Hot kiss


__ADS_3

Didalam perjalanan Tina mengirimkan pesan ke daniah, dia mengabarkan bahwa dia akan pulang terlambat karena ada urusan


Tina tau bagaimana temanya jika sudah khawatir bisa-bisa saat ini daniah akan terbang menjumpainya ke Rumah sakit


*Ting, satu notifikasi pesan dari Tina*


Daniah yang melihat ponselnya mendapat Notifikasi langsung membukanya dan melihat isi pesan susan


~Tina: Daniah aku pulang duluan aku ada sedikit urusan, hati-hati dijalan Bye.


~Daniah : Baiklah, Jangan Lupa makan malam mu dan hati-hati dijalan, Sampai jumpa.


Daniah meletakan kembali ponselnya, diliriknya Jam tangannya sudah pukul 17.00 wib


Ahh Lebih baik aku pergi ketaman sebentar sebelum pulang, aku ingin menjernihkan pikiranku.


Daniah bersiap-siap untuk pulang namun ketika daniah berdiri dan berjalan ke arah pintu rangga keluar dari ruangannya


Pulang??


Daniah terkejut dan membalikkan badannya


Dilihat rangga bersender di pintu sambil memasukkan tangannya ke saku celana nya


Daniah yang melihatnya seketika terpana dengan pemandangan dihadapan nya saat ini


Sangat Tampan


Kenapa hanya melihatnya saja bisa membuat jantung ku Berdetak seperti ini


Tutup mulutmu sayang, Apa wajahku sangat Tampan Hemm


Rangga mendekati daniah dan memegang dagu nya


Seketika Daniah tersadar dari Lamunan nya dan kembali menetralkan ekspresi nya

__ADS_1


Alangkah malunya dia menatap bossnya dengan tatapan kelaparan seperti melihat coklat meleleh


Ya Tuhan ampuni dosaku


kenapa aku bodoh sekali memperlihatkan kekaguman ku didepan nya


Aku ingin mengubur diriku sendiri hidup-hidup


Namun lagi-lagi daniah sepertinya terdiam dengan pikirkan nya sendiri dan...


Cup


Rangga mengecup Kilas bibir daniah


Daniah yang diserang mendadak seketika terdiam memegang bibirnya dan mematung sambil melihat kearah rangga


sungguh rangga sangat gemas dengan ekspresi daniah saat ini


"K-kau mencium ku lagiii"


Dia tak mau lagi kehilangan gaji karena harus di potong karena memanggil rangga dengan sebutan Bapak


Rangga sangat senang mendengar Daniah sudah tidak memanggilnya dengan sebutan bapak lagi


Ada apa hemm???


Rangga mengarahkan wajah daniah untuk melihatnya lebih dekat


aku bahkan sudah mencium mu beberapa kali hari ini


Daniah yang mendengar nya seketika refleks menutup bibir rangga dengan tangan nya dan meletakkan tangan yang satunya lagi di bibirnya


Ssstttt, kenapa kau begitu tak tau malu nya mengatakan hal sensitif begitu dengan tanpa dosa, *j*ika ada yang mendengar bagaimana?


Daniah mendekatkan wajahnya dan sedikit berbisik

__ADS_1


Namun lagi-lagi daniah dibuat terkejut setengah mati dengan kelakuan rangga


Ditariknya jari daniah lalu dikecup nya dengan sangat sensual lalu digigitnya pelan jari itu


Membuat si empunya merinding dan ingin menarik kembali tangan nya, Namun sayang rangga menahan tangan daniah dan malah menempel kan nya ke pipinya


Rangga mengusap pelan bibir daniah sebelum kembali mencium nya dengan sensu4lnya , kali ini rangga memberikan gigitan kecil dibibir bawah daniah sehingga bibir daniah sedikit terbuka dan tanpa aba-aba dimainkannya sedikit lidahnya kedalam rongga mulut daniah dan menarik tubuh daniah untuk lebih dekat dengannya


Saat ini posisi rangga menghimpit tubuh daniah ke dinding, posisi itu sangat intens sehingga tidak ada cara daniah untuk lari dari kungkungan tangan rangga


Setelah ciuman panas itu rangga menarik wajahnya dan dilihat nya ekspresi wajah daniah yang sedang menutup matanya dengan nafas yang masih tersengal-sengal akibat dari ciuman panas mereka barusan


Kau sangat manis sayang, aku takkan sanggup jika harus melihat mu tanpa berbuat lebih kepadamu sayang


Kau sudah seperti candu bagiku


cup


Rangga membisikkan kata itu tepat di telinga daniah dengan suara sedikit serak sambil mencium sekilas telinga wanitanya


deg


deg


deg


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2