
Didalam perjalanan Tina mengirimkan pesan ke daniah, dia mengabarkan bahwa dia akan pulang terlambat karena ada urusan
Tina tau bagaimana temanya jika sudah khawatir bisa-bisa saat ini daniah akan terbang menjumpainya ke Rumah sakit
*Ting, satu notifikasi pesan dari Tina*
Daniah yang melihat ponselnya mendapat Notifikasi langsung membukanya dan melihat isi pesan susan
~Tina: Daniah aku pulang duluan aku ada sedikit urusan, hati-hati dijalan Bye.
~Daniah : Baiklah, Jangan Lupa makan malam mu dan hati-hati dijalan, Sampai jumpa.
Daniah meletakan kembali ponselnya, diliriknya Jam tangannya sudah pukul 17.00 wib
Ahh Lebih baik aku pergi ketaman sebentar sebelum pulang, aku ingin menjernihkan pikiranku.
Daniah bersiap-siap untuk pulang namun ketika daniah berdiri dan berjalan ke arah pintu rangga keluar dari ruangannya
Pulang??
Daniah terkejut dan membalikkan badannya
Dilihat rangga bersender di pintu sambil memasukkan tangannya ke saku celana nya
Daniah yang melihatnya seketika terpana dengan pemandangan dihadapan nya saat ini
Sangat Tampan
Kenapa hanya melihatnya saja bisa membuat jantung ku Berdetak seperti ini
Tutup mulutmu sayang, Apa wajahku sangat Tampan Hemm
Rangga mendekati daniah dan memegang dagu nya
Seketika Daniah tersadar dari Lamunan nya dan kembali menetralkan ekspresi nya
__ADS_1
Alangkah malunya dia menatap bossnya dengan tatapan kelaparan seperti melihat coklat meleleh
Ya Tuhan ampuni dosaku
kenapa aku bodoh sekali memperlihatkan kekaguman ku didepan nya
Aku ingin mengubur diriku sendiri hidup-hidup
Namun lagi-lagi daniah sepertinya terdiam dengan pikirkan nya sendiri dan...
Cup
Rangga mengecup Kilas bibir daniah
Daniah yang diserang mendadak seketika terdiam memegang bibirnya dan mematung sambil melihat kearah rangga
sungguh rangga sangat gemas dengan ekspresi daniah saat ini
"K-kau mencium ku lagiii"
Dia tak mau lagi kehilangan gaji karena harus di potong karena memanggil rangga dengan sebutan Bapak
Rangga sangat senang mendengar Daniah sudah tidak memanggilnya dengan sebutan bapak lagi
Ada apa hemm???
Rangga mengarahkan wajah daniah untuk melihatnya lebih dekat
aku bahkan sudah mencium mu beberapa kali hari ini
Daniah yang mendengar nya seketika refleks menutup bibir rangga dengan tangan nya dan meletakkan tangan yang satunya lagi di bibirnya
Ssstttt, kenapa kau begitu tak tau malu nya mengatakan hal sensitif begitu dengan tanpa dosa, *j*ika ada yang mendengar bagaimana?
Daniah mendekatkan wajahnya dan sedikit berbisik
__ADS_1
Namun lagi-lagi daniah dibuat terkejut setengah mati dengan kelakuan rangga
Ditariknya jari daniah lalu dikecup nya dengan sangat sensual lalu digigitnya pelan jari itu
Membuat si empunya merinding dan ingin menarik kembali tangan nya, Namun sayang rangga menahan tangan daniah dan malah menempel kan nya ke pipinya
Rangga mengusap pelan bibir daniah sebelum kembali mencium nya dengan sensu4lnya , kali ini rangga memberikan gigitan kecil dibibir bawah daniah sehingga bibir daniah sedikit terbuka dan tanpa aba-aba dimainkannya sedikit lidahnya kedalam rongga mulut daniah dan menarik tubuh daniah untuk lebih dekat dengannya
Saat ini posisi rangga menghimpit tubuh daniah ke dinding, posisi itu sangat intens sehingga tidak ada cara daniah untuk lari dari kungkungan tangan rangga
Setelah ciuman panas itu rangga menarik wajahnya dan dilihat nya ekspresi wajah daniah yang sedang menutup matanya dengan nafas yang masih tersengal-sengal akibat dari ciuman panas mereka barusan
Kau sangat manis sayang, aku takkan sanggup jika harus melihat mu tanpa berbuat lebih kepadamu sayang
Kau sudah seperti candu bagiku
cup
Rangga membisikkan kata itu tepat di telinga daniah dengan suara sedikit serak sambil mencium sekilas telinga wanitanya
deg
deg
deg
.
.
.
.
.
__ADS_1