Bukan Orang ketiga

Bukan Orang ketiga
Mengantar Pulang


__ADS_3

"Baiklah, Kita pulang ya"


Rangga masih memegang tangan daniah sambil melajukan mobilnya dengan pelan, rasanya dia tidak ingin waktu ini berlalu dengan cepat


Dan daniah yang masih binggung menatap tangan nya yang saat ini dipegang oleh rangga, dia tidak menolak perlakuan rangga karena jujur dia juga binggung kenapa Hatinya tidak menolak perlakuan rangga padanya


"Aku Harus Mengantarmu kemana"


Tanya rangga sambil memainkan jari tangannya dengan jari daniah


"Haahh, ohh Ke jalan Melati Blok A1 pak"


jawab daniah gugup


bukankah itu tepat kost kostan, Kamu tinggal dengan siapa


jawab rangga ingin lebih tau


"Saya tinggal dengan Tina, karyawan Perusahaan bapak juga, saya kebetulan dulu satu sekolah dengan nya"


"Daniah "


"Iya pak"


"Tolong jangan panggil saya bapak, mulai sekarang kamu panggil saya rangga


saya tidak nyaman kamu panggil bapak "


"Tapi, saya tidak terbiasa dengan itu dan lagian saya juga tida enak jika harus memanggil nama bapak, apa kata orang-orang kantor jika mereka tau saya panggil bapak dengan sebutan Nama saja" jawab daniah dengan cepat


"Mulai sekarang berarti kamu harus biasakan, Panggil aku dan kamu, itu lebih enak didengar.


S**udah sampai, kamu masuk lah**"


"Baiklah terimakasih sudah mengantar kan saya pulang pak "


"Heemm"

__ADS_1


Rangga menarik tangan daniah yang masih di genggam nya


R A N G G A"


panggil aku rangga bukan "P A K" rangga membenarkan ucapan daniah


"R-rangga" jawab daniah terbata-bata


"Baiklah, istrahat lah aku akan menunggumu masuk"


Ketika daniah ingin turun dari mobil nya, daniah terhenti karena sebelah tanganya masih digenggam oleh rangga


"Tanganku " daniah melirik tangannya sekilas agar rangga melepas nya


"Ohhhh Maaf" Rangga menjawab dengan senyuman kecil dibibirnya


Saya masuk diluan pak, eh Maaf R-angga


Terimakasih


Daniah langsung menutup pintu mobilnya dengan cepat sesungguhnya dia sangat tidak enak hati jika harus berbicara aku dan kamu ke atasanya itu


Sesampainya didepan pintu kostnya, daniah berbalik badan untuk melihat apakah rangga sudah pergi atau belum dan dilihatnya mobil rangga masih disana sambil memperhatikan nya dari kejauhan


Dilihatnya Rangga melambaikan tangganya dan menutup kaca mobilnya perlahan dan berlalu dari sana


"Haaahhhhh" daniah menarik panjang nafasnya sebelum masuk ke Kostanya


*Rangga POV*


Seperti nya aku sudah gila, bagaimana bisa aku menyatakan perasaanku secepat ini.


Daniah, kau sangat mengganggu pikiranku


Ahhhh aku tidak akan melepaskannya, apapun yang terjadi kau harus menjadi milik ku


Tapi sebelumnya aku harus menyelesaikan urusanku dengan Susan

__ADS_1


Wanita itu, beraninya dia membodohiku


aku akan membuatmu menyesal telah bermain-main denganku


✨✨✨


Wahh wahhh wahhh


Sambil bertepuk tangan tina menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu yang pulang hampir tengah malam


"Hebat.. Hebat sekali, apa kau yang menutup Gerbang perusahaan sampai-sampai jam segini baru pulang"


"Maaf, Tadi aku lembur dengan mba siska"


Oh ya??


Katakan


sambil menaikan alisnya dan melipat kedua tangannya


"Apa" jawab daniah pura-pura tidak tau apapun


"Bagian mana yang aku lewatkan, apakah kau tidak mau menceritakan apa yang terjadi malam ini"


Daniah binggung mau menjawab apa


sebenarnya tadi ketika daniah sudah sampai didepan Gang kostan, bersamaan Tina sedang menunggu daniah didepan pintu Kostanya dan tanpa sengaja melihat mobil pak Rangga didepan gang itu


ada apa pak rangga malam-malam begini datang ke gang kostan ini, batin Tina


"Aku melihatnya daniah, jadi apakah kau masih mau main kucing-kucingan dengan ku"


Tina masih menunggu penjelasan daniah


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2