Bukan Orang ketiga

Bukan Orang ketiga
Terluka tapi tak berdarah


__ADS_3

Hiksss, Kenapa?? Kenapa Rangga berlalu saja melihat ku? apakah tidak ada rindu di hati nya untuk ku?? Apakah hanya aku yang Merindukan nya disini???


Sesil yang melihat bagaimana Mantan kekasih nya itu menolak pelukannya sungguh sangat terluka namun tak berdarah.


Shawn yang mendengar itu pun sakit mendengar nya, Dengan posisinya yang memeluk Sesil dari samping dia memejamkan matanya mendengar isakan tangis mantan istrinya itu. Bukan karena Shawn masih mencintai wanita ini, tapi lebih kecewa karena seberapa kuat ia mencoba selalu kalah dengan kenangan Sesil dan Rangga.


Lagi-lagi aku harus berada diposisi seperti ini


Hufftt, gumam Shawn dengan lirihnya


Sesil, sudah lah. kau harus kuat untuk menjalani semua ini.


Shawn menepuk pelan pundak Sesil untuk memberikan kekuatan.


Shawn, apakah Rangga tidak pernah memperdulikan perasaan ku??


apakah hanya aku Disni yang masih menjaga hati dan Kenangan ini?


A-ku masih mencintai nya


Sangat Shawn, sangat!!!!


Namun belum selesai menjawab tiba-tiba seorang suster datang berlari kearah Sesil dan Shawn.


Permisi Tuan - Nyonya, dengan orangtua Sean?


Ya, Mereka berdua menjawab secara bersamaan


Kalian harus ke IGD, Keadaan Sean tiba-tiba menurun dan mengalami gagal pernafasan.


saat ini dokter sedang menangani sean bisakah kalian ikut saya?


Deg


Tanpa menunggu lama Sesil dan Shawn berlari bersama dengan suster yang tadi memberitahu keadaan putra mereka.


Tuhan, apalagi ini... kenapa harus disaat aku berusaha untuk lebih baik kau memberikan cobaan Begitu berat padaku, Lirih shawn sambil berlari menuju IGD


tak

__ADS_1


tak


tak


tak


Terdengar suara hentakan kaki insan manusia yang terdengar dari lorong rumah sakit


tidak berselang lama dokter Farhan pun keluar dari IGD dengan wajah yang sangat menyesal


Ia bingung harus bagaimana menyampaikan kepada orangtua dari Sean tentang kondisi Sean.


Dokter F**arhan, ba-bagaimana anakku?


Apa yang terjadi kenapa begitu tiba-tiba?


To-long katakan padaku**??!!!!!


histeris Sesil sungguh sangat menyakitkan bagi yang mendengar nya


Saya minta maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun takdir berkehendak yang lain.


Ini tidak mungkin, kau berbohong!!! Tadi sebelum aku meninggalkan ruangan ini Sean masih baik-baik saja


A-anaku baik-baik saja, kenapa??


kenapa hanya beberapa menit aku meninggalkan nya dia sudah seperti ini


Hikssss, anakku sean


Ibu Sesil, Kami mohon maaf. Ini diluar kendali kami. Sean sudah Tidak bisa diselamatkan lagi


Pendarahan dikepala nya sangat fatal bahkan


sebelum operasi dilaksanakan. Sean tiba-tiba mengalami kejang dan Aneurisma otak.


Brukkk


Sesil ambruk mendengar Kabar duka dari Dokter yang baru saja menangani Sean putranya.

__ADS_1


Sesiiillllllll!!


Terdengar suara Shawn berlari untuk menangkap tubuh Sesil yang hampir saja terjatuh ke lantai jika ia tidak singap menangkapnya.


Suster tolong, bawakan Nyonya Sesil keruang perawatan. Teriak Shawn dan dokter secara bersamaan


Dan tinggal lah saat ini Shawn sendiri di depan pintu Perawatan Sean, putra semata wayangnya.


Sean adalah alasanya untuk bertahan dan berubah lebih baik.


Shawn sangat ingin memberi kan keluarga yang utuh untuk putranya ini, namun Tuhan berkata lain.


Seminggu selang perceraian nya dengan Sesil dia malah mendapatkan kabar yang menyakitkan.


putraku..


Tess..Tess, akhirnya airmata itupun keluar juga


Shawn sudah tak dapat membendung kesedihan nya lagi.


Ia berlutut didepan pintu sambil menutup wajahnya.


Tuhan, ampuni aku. Ampuni aku karena tidak becus menjadi orangtua


Hikkssss, Sean anakku


daddy Menyayangi mu nak


Aaaaaarrrrgggggggg!!!!!!


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2