
"Maafkan aku"
"duduklah katakan apa sebenarnya terjadi, ceritakan padaku tanpa ada yang kau lewatkan 1 pun, kau tau kan aku bisa mendapatkan informasi sekecil mungkin jika kau membohongi ku!!!
Lama hening akhirnya Daniah menjawab
"Tinaa.. emmm maafkan aku"
"Katakan apa yang kau sembunyikan dariku Daniah,aku menghubungi mu berkali-kali namun kau tidak mengangkat ponselnya" tanya Tina masih dengan Kesalnya
"Duduk Lah dulu, aku akan menceritakan semuanya"
Setelah dirasa tenang Daniah binggung mau memulai dari mana, karena jujur saja dia juga masih bingung dengan perasaanya
"Apakah Pak rangga menyukaimu"
Langsung saja Tina bertanya ke Intinya, dia tau bahwa saat ini daniah kebingungan mau memulai cerita nya dari mana
"K-kau tau dari mana "
Jawab daniah melongo bingung
"Ahhhhh, sudah jelas semuanya" Tina memijit pelan pelipisnya
"Apa yang kau harapkan dari pria yang sudah menikah Daniah!!
Pak rangga sudah memiliki istri yang sangat cantik dan seorang putri
Apa kau mau menjadi orang ketiga dalam pernikahan mereka?
__ADS_1
Sebenarnya apa yang ada dalam pikiranmu"
Tina sedikit berteriak kepada Daniah
Tina tau bahwa sahabat nya ini belum mengenal Cinta, daniah masih terlalu polos dan Tina tidak mau sahabatnya dipermainkan oleh Bosnya sendiri
"Hiksss Hiks, aku tidak tau Tina
Aku pun sama bingung nya denganmu, aku tidak tau harus bagaimana, Disaat dekat dengannya aku sangat berdebar, dan ketika dekat denganya membuatku sangat nyaman dan lupa waktu.
Aku tau aku salah lalu aku harus bagaimana"
Daniah terisak mengeluarkan isi hatinya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya
Tina melihat itu sungguh tidak percaya, Tina tau bahwa daniah mulai jatuh Cinta dengan Pak rangga
"Apa kau juga menyukai pak rangga, sudah sejauh mana perasaanmu kepadanya, apakah kau Lupa kalau tujuanmu di perusahaan itu adalah bekerja"
"Lihat aku daniah dan jawab aku jujur, apakah kau jatuh cinta dengan Pak rangga???"
Daniah terdiam sambil melihat mata sahabatnya dalam, daniah tidak bisa berbohong sambil menitikan air mata dan pelan-pelan daniah menarik nafasnya dalam sebelum menjawab pertanyaan Tina
"Jawab aku daniah"
Tina berteriak sambil mengguncang bahu sahabatnya itu, Daniah hanya menganggukan kepalanya pelan
"Astaga apa yang sebenarnya didalam pikiranmu"
Tina melepaskan Peganganya dari bahu sahabatnya itu sambil melihat daniah terisak menangis sendu
__ADS_1
Tina tidak pernah melihat daniah sesedih ini kecuali pada saat ayahnya meninggal dunia beberapa Waktu yang lalu
Tina sangat menyayangi Daniah seperti saudarinya sendiri, dan dia tidak tega melihat sahabatnya bersedih
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar dan melihat kejadian itu sambil bersandar di balik tembok dan memegangi dadanya
Yahh Rangga sedang mendengar Tina bertengkar dengan Daniah, Tadinya rangga ingin mengembalikan ponsel daniah yang tertinggal di beberapa tumpukan berkas yang ada di Mobilnya, awalnya dia mendengar suara getaran ponsel dan mengecek kantong jasnya namun dia melihat tidak ada notif di ponselnya, dan setelah rangga cek dia melihat ponsel dania.
karena merasa belum jauh maka rangga memundurkan mobilnya dan berjalan untuk menghampiri Kostan Daniah dan ternyata dia mendengar pertengkaran kedua wanita itu
Daniah, kumohon bersabar Lah
aku ingin memilikimu sepenuhnya
Aku yakin kau memiliki perasaan yang sama denganku
karena aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, tapi kenapa saat ini aku sangat takut kehilangan wanita ini, Gumam Rangga sambil memegang dadanya yang terasa sesak
Aku akan mengembalikan Ponsel ini besok saja pikir rangga dalam Hati dan perlahan rangga pergi dari tempat itu
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.