
Sesampai nya dikantor Tina dan Daniah berpisah di Lift
"Daniah ingat kau harus bertanya ke pak Rangga tentang ponsel mu, aku pergi dulu sampai ketemu nanti sore"
Tina melambaikan tangannya dan berlalu ke ruangan nya
Daniah melangkah kan kakinya dengan berat ke ruangan yang tertulis di pintunya Presdir Direktur
ceklek
Daniah melihat kekiri dan kekanan dan tak menemukan Siapapun disitu, Namun tidak berapa lama dilihatnya seseorang Keluar dari Pintu Ruangan Bosnya
Selamat Pagi
Selamat pagi pak Edo
jawab daniah dengan senyum kakunya
"Panggil edo saja, kita rekan kerja"
Jawab edo datar
kau baru datang
edo melirik jamnya"
"I-ya maaf, tadi ada kendala sedikit dijalan"
jawab daniah gugup
Tidak mungkin daniah berbicara jujur bahwa dia terlambat karena bossnya mengantarnya pulang hampir tengah malam
"Hampir Telat Tapi jangan diulangi lagi
Kita harus datang lebih dulu dari pak Rangga, dan Jangan Terlambat mengerti "
Tanya edo sambil menekankan kata Terlambat
"Baik Rekan Edo, akan saya ingat "
daniah meletakkan tasnya dan duduk didepan komputer nya
__ADS_1
"Apakah pak Rangga mengatakan padamu bahwa dia terlambat hari ini"
Tanya edo sambil duduk di kursi mejanya
Daniah melihat meja itu dan berfikir sejenak
sejak kapan ada meja disana
" Daniah, apa kau mendengar ku"
"Oh itu, Pak rangga tidak mengatakan apapun padaku. mungkin pak rangga masih dijalan terjebak Macet"
"Hemm, Mungkin saja"
Apa pak rangga masih shock dengan Informasi yang semalam aku berikan, Gumam Edo dalam hatinya
Tidak berapa Lama terdengar suara handle pIntu terbuka dan mereka melihat Pak Rangga masuk
Edo dan Daniah Berdiri menyambut Rangga
"Selamat Pagi Pak" Edo dan Daniah serentak menyapanya
Ada apa dengannya, kenapa sifatnya Dingin seperti itu
Perasaan semalam baik-baik saja
Ah sudah lah lebih baik aku bekerja
Daniah melanjutkan Pekerjaanya yang sudah di instruksikan oleh siska, dan bersamaan Edo mendatangi Ruangan bossnya itu
Tokkk....tokkk
Masuk
Perlahan edo masuk keruangan Bosnya dan meletakkan Map Coklat dihadapan Rangga
"Tuan, Ini dokumen yang semalam tuan minta"
Rangga menaikan alisnya dan Dilihatnya ada 2 amplop di atas mejanya, dilihatnya edo sekilas
Tuan, Map sebelah kanan Tuan adalah Bukti-Bukti dan Data diri pria yang menjadi selingkuhan Nyonya
__ADS_1
dan sebelah kiri adalah Map hasil DNA nona shasa
Edo menyampaikan satu per satu isi dalam map tersebut dengan sangat hati-hati
Rangga terdiam sejenak, Diambil nya map berisi hasil DNA shasa, dibukanya map itu dan dibaca nya isi nya dengan sangat teliti
Hasil dari Test tersebut jelas menyatakan bahwa shasa dan Rangga tidak memiliki hubungan darah yang signifikan atau sederhananya adalah Rangga bukan ayah genetik dari shasa
Siapa orangtua Shasa sebenanya
tanya Rangga tanpa menoleh ke Edo
Seorang Pria yang sebelumnya berstatus mantan pacar Nyonya susan, mereka sempat berpacaran selama 3 Tahun
Dan pada malam Tuan kedapatan tidur dengan Nyonya sebenarnya Nyonya sudah Hamil 3 Minggu dan Dia baru mengetahuinya malam ketika acara Grand Opening kerja sama dengan perusahaan kita
P**ria itu, siapa Namanya dan apa kegiatan nya
Apakah dia mengetahui bahwa Susan Hamil**?
Nama Pria itu Heri HandokoTuan
Dia membuka Toko bunga di Jalan Gatot subroto dan belum menikah
sebenarnya Heri adalah anak dari Tuan Firmansyah Handoko
"Bukan kah Firmansyah Handoki adalah Nama perusahaan yang sedang mengerjakan proyek kita saat ini? "
tanya rangga sedikit penasaran
"Benar tuan"
Perusahaannya adalah yang mengerjakan Proyek kita di Jayapura,
Namun Heru Handoko dia memilih meneruskan Toko bunga alm Ibunya
Dan sepertinya nyonya Susan tidak mengetahui latar belakang Heri, karena Nyonya susan memutuskan hubungan mereka sebelah pihak tepat setelah nyonya susan menjebak tuan dikamar hotel 3 tahun Lalu
"brengsek"
Rangga meremas kertas hasil Test DNA itu dengan geramnya
__ADS_1