Bukan Orang ketiga

Bukan Orang ketiga
Menyatakan Perasaan


__ADS_3

"Maaf"


Rangga tiba-tiba saja meminta maaf kepada Daniah didalam mobil


Untuk apa bapak meminta maaf pak? jawab daniah heran


"karena harus menemani saya makan malam, kamu jadi lama pulang, baiklah sekarang saya akan antar kamu pulang sekarang "


"Ohh tidak apa-apa pak, saya tidak keberatan "


"Oh ya, benarkah kamu tidak keberatan sama sekali, Baiklah kalau begitu kamu harus menemani saya setiap malam makan mulai saat ini" jawab rangga dengan santainya


"Kenapa begitu" tanya daniah heran


"Saya malas makan jika tidak ada yang menemani, dan sekarang tugas kamu bertambah menemani saya makan malam" rangga menjawab pertanyaan itu dengan senyuman yang bisa membuat wanita mana pun bertekuk lutut dihadapan nya


"Tapi pak , apa bapak tidak ingin makan malam bersama istri bapak saja?" daniah memberanikan diri untuk menanyakan hal itu


Tidak


Apakah kamu keberatan?!


Tanya rangga dengan serius sambil menghadapkan tubuhnya ke arah daniah


karena kamu tadi yang menawarkan maka saya sangat berterima kasih akan hal itu, jadi mulai sekarang kamu akan pulang denganku agar kita bisa makan malam bersama, mengerti!!!


Saya tidak menerima penolakan daniah


Rangga menekan kata Penolakan sambil kembali melajukan mobilnya


"Kenapa jadi begini" Bathin daniah


disepanjang perjalanan daniah sibuk dengan pikiranya sendiri, binggung harus bagaimana menolak permintaan atasanya itu, tapi jika dia menolak daniah takut bossnya akan marah dan memecatnya


Astagaa aku tidak bisa berfikir

__ADS_1


Daniah memukul-mukul pelan kepalanya dan Rangga yang melihat itu pun merasa lucu


"Daniah, boleh saya bertanya sesuatu" Rangga memecah keheningan malam itu


"Silahkan pak"


aneh jika pak rangga tiba-tiba serius seperti ini bathin daniah


"Apakah kamu keberatan jika saya menyukaimu"


DUUUUAAAARRRRRRRRRR!!!!!!!!


seperti disambar petir daniah terkejut setengah mati mendengar pernyataan bosnya barusan


"A-apa maksud bapak" daniah menjawab pertanyaan rangga dengan cepat sambil menoleh ke arah rangga


Rangga menghentikan mobilnya sedikit ke tepi dan menghadapkan wajahnya ke arah daniah dan menarik panjang nafasnya sebelum memulai berbicara serius


" Saya menyukai kamu Daniah,apa kamu tidak merasakanya"


Deg


deg


deg


Lama keheningan didalam mobil tersebut kembali rangga memecah keheningan tersebut


"Daniah, aku tidak main-main" Rangga sudah menghilangkan kesan formalnya dengan daniah dan dia memberanikan diri meraih tangan daniah yang masih terdiam membisu


" aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, pertama kali melihatmu Aku SUDAH Jatuh Cinta, wajahmu tidak pernah hilang dari pikiranku


berada jauh dari mu membuatku kehilangan akal pikiranku, aku selalu ingin berada didekatmu"


"Apakah aku salah Jatuh cinta padamu"

__ADS_1


Daniah masih saja terdiam dengan apa yang baru saja didengarnya, bagaimana bisa pria yang saat ini dihadapanya menyatakan cinta kepadanya


apalagi pria ini sudah menikah,dia tidak ingin dicap Perebut suami orang


apalagi jika semua orang kantor tau jika daniah ada hubungan dengan atasanya ini


Ya Tuhan,cobaan apalagi ini


kenapa tiba-tiba pak rangga menyatakan cintanya


aku hampir tidak bisa bernafas saat ini, bathin daniah


S-Saya


daniah gugup ingin menjawab pertanyaan rangga


karena sebenarnya dia juga tidak tau harus berbicara apa


"Kamu Tidak perlu menjawab sekarang


Aku akan menunggu jawabanya besok malam"


rangga bersiap-siap kembali melajukan mobilnya


dan sepanjang perjalanan terasa sangat lama bagi daniah,perasaan campur aduk membuatnya hampir kehilangan akal


Ya Tuhan aku harus apa, bathin daniah


.


.


.


.

__ADS_1


.


tbc


__ADS_2