Bukan Orang ketiga

Bukan Orang ketiga
BUCIN


__ADS_3

Susan yang mendengar sonya mengatakan tentang status seketika menegang dan berfikir sejenak


kenapa saat ini semua sangat kebetulan sekali


Ada apa Nyonya Susan, jangan bilang kau tidak tau gosip terhangat saat ini


Sonya tertawa kecil sambil melirik teman-teman nya yang lain


Kuberitahu sedikit bocoran padamu


lebih baik saat ini kau harus menghemat uangmu karena sebentar lagi kau akan hidup miskin, tidak memiliki apa pun dan tidak memiliki teman lagi


HA-HA-HAA


Apa maksud perkataan Sonya barusan


kenapa dia berani sekali mengatakan ini


apa jangan-jangan semua yang dikatakannya...


Tidak.. tidak!!


Tidak mungkin rangga menceraikan ku


jelas aku masih memiliki Kartu As ku


Shasa!!


Gumam Susan dalam hatinya.


Kenapa susan, kau tidak mau mengatakan apapun kepada kami?


atau saat ini kau sedang berfikir dari mana aku tau semua ini???


susan memajukan tubuhnya dan mencengkeram lengan sonya dengan kuatnya


Dengar aku baik-baik!!


Aku Susan, tidak pernah terima jika ada yang merendahkan ku seperti yang kau lakukan padaku barusan.


kau akan merasakan pembalasan ku

__ADS_1


Kau sudah berani mengusik ku, maka bersiap-siap lah menerima ganjarannya


Susan menghempas kan lengan sonya dan pergi meninggalkan kafe itu dengan hati yang sangat panas .


Saat ini yang dibutuhkannya adalah Asisten Edo


Dengan memesan taxi susan pergi menuju kantor rangga, berharap disana ia menemui jawaban dari perkataan Sonya barusan


🌺🌺🌺


Ditempat Lain saat ini seorang pria sedang berdiri didepan kost-an menunggu wanita yang sudah merebut hatinya..


yaaa benar saja saat ini rangga sedang menunggu Daniah tepat didepan pintu kostan nya


diketuk nya beberapa kali pintu rumahnya sambil bersender di dinding samping pintu itu


Daniah yang merasa ada tamu sepagi ini pun sedikit keheranan


akhirnya dia membuka pintu dan alangkah terkejutnya ia mendapati seorang pria yang sudah berpakaian rapi dan lengkap dengan tatanan rambutnya yang sangat rapi


Dilihatnya dari atas sampai bawah apakah benar yang berdiri saat ini adalah Rangga


Daniah mengucek kembali matanya dan mengerjapkan sambil melihat rangga dari atas sampai kebawah


"Hai sayang, Selamat pagi"


Rangga mendekati Wajah daniah dan Cup, Rangga mencium kening Daniah sekilas


Daniah yang masih bingung dengan apa yang baru saja di lakukan rangga pun hanya bengong dan tetap melihat dengan tatapan terkejut nya


Sayang, kenapa kau diam saja?


dan Kenapa kau masih memanggil ku Pak?


mau kutambahkan 10% pagi ini untuk pemotongan gajimu?


Rangga mencubit kedua pipi daniah sambil sesekali mengibaskan tangan nya ke wajah daniah


Mendengar Gaji dan Potongan seketika Daniah tersadar


A-apa yang kau lakukan sepagi ini disini?

__ADS_1


Daniah melirik kekiri dan kekanan, melihat keadaan kostan apakah ada yang melihat kedatangan rangga.


beruntung kostanya berada paling sudut


"Menemuimu " Rangga berdiri tepat dihadapan daniah dan meraih kedua tanggan nya


"Sayang, aku akan pergi ke singapore untuk beberapa hari


berjanjilah kau akan menunggu ku"


Pergi, ke Singapore??


apakah Rangga ingin menjumpai Sesilia


seketika wajah Dania berubah sendu


Rangga yang sudah tau perubahan yang ada pada mimik wajah daniah pun mengerti apa yang ada dalan pikirkan nya


Rangga menarik tubuh daniah kepelukkan nya dan mulai menenangkan hati daniah


"Aku hanya pergi sebentar


kudengar ada pendonor jantung untuk Shasa,


Kau tau kan, Shasa sedang menderita penyakit gagal jantung dan saat ini aku mendapatkan pendonor yang cocok untuk shasa"


Rangga menjauhkan tubuh daniah dan menarik tengkuk Wajah nya dan mencium sekilas bibir daniah


Cup


Bersiap-siap lah, aku ingin kau ikut mengantarku ke bandara


T-tapi


"Cepatlah, aku menunggu mu disini"


Sementara itu, seseorang melihat kejadian itu sambil tersenyum melihat Tuan nya sedang bucin dengan sekretaris nya


astaga, kenapa Tuan menjadi seperti itu


aku sampai bergedik ngeri melihat nya

__ADS_1


#Tbc


__ADS_2