Bunda

Bunda
15. Panik


__ADS_3

Gelap, tiba-tiba saja semuanya terlihat gelap, Sasa pun seketika panik, ia celingak-celinguk seraya berdiri,


Sayup kemudian terdengar suara Bunda yang menyanyikan lagu seperti saat Sasa masih kecil,


Oh anakku sayang...


Anakku sayang...


Cepatlah besar menjadi anak yang cantik wajah dan luhur budinya...


Halus tutur katanya dan lembut hatinya...


Oh anakku sayang...


Anakku sayang...


Suara Bunda terus mendendangkan lagu yang kerap ia nyanyikan saat Sasa masih kecil,


Sasa berdiri sambil berjalan dengan kedua tangannya meraba-raba di udara kosong,


Gelap yang kini menyelimuti seluruh pandangan mata, membuat Sasa tak mengerti apa yang terjadi sebetulnya saat ini,


Bunda, benarkah dia Bundanya?


Ke mana perempuan itu?


Sasa yang sebetulnya takut sekali dengan perempuan itu sekarang akhirnya cepat berjalan ke arah depan saja,

__ADS_1


Sesekali ia merasa menabrak sesuatu, tapi Sasa tetap berusaha berjalan saja,


"Sasa, mau ke mana kamuuuu..."


Suara itu terdengar sedikit jauh di belakang Sasa,


Ah dia, Sasa pun begitu mendengar suara perempuan yang sudah jelas bukan manusia itu seketika langsung menambah cepat jalannya,


Aku harus pergi dari sini, dia bukan Bunda... Dia bukan Bunda. Batin Sasa takut setengah mati,


"Sasa... ingat janjimu Sasa... ingat niatmu datang ke tempat iniiii... Ingat janjimu pada Bundaaa..."


Suara itu terdengar seperti milik seseorang yang berlari mengejar Sasa,


Tapi...


Sasa menoleh ke belakangnya, dan tampak di sana sosok putih melayang ke arahnya,


Sasa yang ketakutan melihat sosok perempuan berambut panjang dengan gamis putih polos menjuntai nyaris ke tanah melayang seperti mengejarnya,


"Sasaaa... jangan berani kau melupakan janjimuuuu..."


Suara Bunda yang halus dan lembut tiba-tiba terdengar seperti suara lengkingan tinggi,


Sasa yang jelas semakin ketakutan, di tambah penampakan perempuan mirip Bundanya membuat gadis itupun justeru malah jadi berlari,


"Tidak... Aku yakin kau bukan Bunda... Aku yakin kau bukan Bundaaaa..."

__ADS_1


Kata Sasa yang berusaha keluar dari bangunan yang seolah dibuat seperti penampakan rumah lamanya,


Sasa terus berlari mengejar pintu, sedangkan bayangan putih di belakangnya juga tampak terus mengejar Sasa,


"Sasa... Ini Bunda, kau sudah janji pada Bunda, kau harus terus hidup di sini, kau harus bersama Bunda,"


Bayangan putih yang menjelma begitu mirip dengan Bundanya Sasa itu terus mengikuti Sasa hingga keluar dari rumah,


Sasa yang telah berada di luar, tepatnya di halaman rumah yang ditampakkan layaknya rumah lamanya itupun tampak saking ketakutannya akhirnya tersandung dan jatuh tersungkur,


Hal itu membuat bayangan perempuan yang menjelma seperti Bundanya Sasa tiba-tiba tertawa cekikikan seperti Kuntilanak,


Mendengar suara tertawa perempuan yang mirip kuntilanak membuat Sasa semakin panik,


Tak hanya itu, suara-suara tangisan dan jeritan minta tolong dari berbagai sudut tempat yang gelap itupun kembali terdengar,


Jelas ini bukan mimpi, ini jelas adalah kenyataan. Dan Sasa pun yang semakin takut berusaha bangkit berdiri dari posisinya,


Namun, karena ia terlalu takut, maka kakinya terasa lemas dan merasa tak sanggup untuk berjalan apalagi berlari,


Ah apa yang harus kulakukan, apa yang harus kulakukan? Sasa sibuk bertanya-tanya dalam hatinya, sembari terus berusaha mencari jalan untuk bisa melarikan diri dengan sisa energi yang sudah tak seberapa,


"Sasaaa... Anakkuuuu... kembalilah... kembalilaaaaah pada Bunda, bukankah kau ingin bersama Bunda selamanya? Hihihihi... Hihihi..."


Suara Bundanya yang tiba-tiba berubah menjadi begitu menyeramkan terdengar seperti dari berbagai penjuru,


Sasa yang panik dengan energi yang tersisa pun memilih merangkak di atas tanah, dan...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2