
Sasa sampai di terminal sekitar lima belas menit setelah ia naik angkutan dari rumahnya,
Setelah itu ia langsung mencari bus yang menuju ke arah rumah lamanya yang berada di salah satu kota penyangga Jakarta,
Sasa melirik jam tangannya yang kini telah meninggalkan pukul sembilan, jika ia menemukan bus dan langsung berangkat, maka ia bisa jadi akan sampai di rumah lamanya sekitar setengah sebelas siang,
Sasa celingak-celinguk mencari bus yang akan ia tumpangi,
Untungnya tak usah menunggu lama, ia sudah langsung menemukan bus jurusan yang ia cari yang hampir berangkat,
"Cepatlah Saaa... cepatlah..."
Sayup terdengar seperti ada suara Bundanya yang entah dari mana,
Suara itu seperti terbawa angin, hanya sayup-sayup tapi masih bisa didengan jelas oleh telinga Sasa,
Sasa tampak celingak-celinguk lagi mencari sumber suara tersebut, namun jelas tak ada Bunda di sana,
Di antara banyak manusia yang berlalu lalang di terminal, Sasa tak menemukan Bunda di antaranya,
Ah yah, tentu saja, Bundanya telah terkubur di dalam tanah, tapi Sasa tahu ia hidup di tempat lain, dan ia tak bahagia,
Ia ingin Sasa melakukan sesuatu, baru setelah itu ia bisa kembali,
Ya kembali, sekalipun Bunda kembali dalam sosok yang berbeda, Sasa toh tak peduli, yang penting Bunda kembali, tak meninggalkannya seorang diri,
Sasa bisa menebus kesalahannya, ia bisa menjadi anak yang menurut nantinya, Bunda pasti akan senang dan betah jika Sasa begitu. Pikir Sasa.
"Neng,"
Tiba-tiba sebuah tepukan dari belakang Sasa berdiri begitu mengejutkan,
Sasa pun seketika menoleh ke arah belakang dan tampak seorang laki-laki berdiri di sana,
"Mau naik tidak?"
__ADS_1
Tanya si laki-laki tersebut,
Sasa yang ditanya laki-laki yang ternyata kondektur Bus itupun cepat-cepat mengangguk,
"Ya Pak, tentu,"
Kata Sasa, yang lantas bergegas naik ke atas Bus yang memang sudah akan berangkat,
Suasana di dalam bus sudah agak penuh, Sasa pun cepat mencari tempat duduk,
Ada satu kursi tersisa yang tak jauh dari pintu belakang, Sasa pun cepat duduk di sana,
Tak lama setelah Sasa duduk, kondektur bus juga ikut naik, ia lantas berdiri di pintu depan bus dan memberikan aba-aba bahwa bus segera berangkat,
Supir bus tampak siap di belakang kemudi, deru mesin bus mulai semakin jelas, seiring dengan aroma pembakaran bahan bakar dan juga laju bus mundur dari tempat bus diparkir untuk kemudian dibawa melaju keluar dari terminal,
Kondektur bus meneriakkan tujuan bus yang akan ke mana saja, suara bising mesin bus dan juga suara banyak penumpang yang mengobrol begitu memusingkan,
Tapi...
Sasa melepas ranselnya dan memindahkannya di pangkuan, saat ia baru akan mengeluarkan hp, ia tanpa sengaja melihat ke arah kursi di depannya yang selang dua kursi dekat pintu masuk bus yang ada kondekturnya,
Sasa tampak terkejut, saking terkejutnya ia tampak berdiri dan kemudian langsung berjalan ke arah kursi tersebut,
Bunda...
Ia melihat Bunda duduk di sana dan menoleh ke arahnya,
Tapi...
Saat Sasa sudah dekat dan menepuk perempuan yang duduk di sana, wajah itu sama sekali tak mirip dengan Bunda,
"Ada apa dik?"
Tanya perempuan itu, yang kaget ditepuk oleh Sasa, yang tentu saja ia tak merasa mengenalnya,
__ADS_1
Sasa terlihat kikuk, buru-buru ia membungkuk meminta maaf karena sudah membuat penumpang perempuan itu terkejut,
"Tidak apa Bu, saya tadi seperti melihat Bunda saya,"
Kata Sasa lirih, namun membuat semua penumpang yang melihat Sasa jadi iba,
"Memangnya Bundanya ke mana Dik?"
Tanya beberapa penumpang emak-emak yang pastinya jiwa kepo mereka selalu meronta,
Sasa tampak tersenyum getir,
"Meninggal, Bunda sudah meninggal."
Jawab Sasa pula.
"Oalah, sabar ya dik,"
"Sabar nak,"
Dan lain sebagainya.
Suara-suara itu terus terdengar mengiring Sasa sampai kembali ke tempat duduknya lagi.
Namun, begitu ia sampai di tempat duduknya, Sasa justeru harus kembali terkejut, karena...
Jreng... jreng...
Tampak seorang pemuda yang duduk di sebelah Sasa tadi, yang memakai topi dan tertidur bersandar di jendela kaca bus kini terbangun dan membuka topinya,
"Ka... Kamu..."
Sasa menatap si pemuda yang terlihat mengangkat telapak tangannya mewakili kata,
"Hai,"
__ADS_1
...****************...