
Sasa dan Mili masih tampak berjalan menyusuri sungai yang airnya begitu jernih,
Melihat langit yang kini sedikit demi sedikit tampak mulai terang membuat Sasa pun merasa lebih tenang dan lega,
Tentu, bukan hanya karena sekarang ada Mili di sampingnya, tapi juga karena yang ia takutkan sudah tertinggal jauh di belakang sana,
Ya, hantu berwajah mirip Bunda nya itu, yang memaksanya tinggal di tempat yang menyeramkan bersamanya, yang di mana di sana juga banyak terlihat bayangan anak-anak yang tak ia kenal,
Bayangan wajah-wajah mereka yang begitu menakutkan, yang di mana mereka ada yang menampakkan diri tak memiliki mata karena dicungkil dan diganti dengan kancing,
Sasa sejenak bergidik mengingat saat-saat ia masih berada di tempat aneh yang awalnya terlihat seperti rumah lamanya,
Entahlah, entah kenapa ia bisa sampai terbawa ke tempat itu, dan kenapa hantu itu tahu jika Sasa pergi dari rumah adalah untuk mencari Bunda nya,
Ah tidak...
Jangan katakan,
Sasa tiba-tiba menghentikan langkahnya, membuat Mili ikut berhenti karena gerakan Sasa yang mendadak,
"Ada apa?"
Tanya Mili,
__ADS_1
Sasa menatap Mili,
"Hantu itu, hantu jahat itu, kenapa dia berpenampilan seperti Bunda?"
Tanya Sasa pada Mili yang langsung terlihat tersenyum,
"Dia, akan menjadi apapun sesuai yang paling korbannya pikirkan, dulu aku juga begitu, seperti melihat Ayah, aku pikir Ayah benar-benar kembali, ternyata aku justeru terjebak di sini terus,"
Kata Mili,
Sasa menatap Mili iba,
"Jadi kau juga..."
Sasa rasanya tak sanggup untuk meneruskan kalimatnya,
Saat di mana ia merasa sama sekali belum bisa melakukan sesuatu pun untuk mereka, tiba-tiba mereka pergi dan tak akan bisa kembali lagi,
"Aku terjebak di sini sudah sekian lama, andai aku pulang pun mungkin aku tak bisa hidup, tapi itu tentu jauh lebih baik daripada hidup di sini, setidaknya keluargaku bisa melihatku,"
Ujar Mili,
Sasa menatap Mili dengan tatapan semakin sedih,
__ADS_1
Membayangkan sosok Mili yang tampaknya sudah teramat pasrah dengan takdir lain yang menunggunya, membuat Sasa berandai-andai jika ia pun akan memiliki takdir seperti itu juga,
"Banyak anak-anak seperti kita yang tak bisa ikhlas melepaskan orangtua kita saat salah satu dari mereka meninggal, dan momen itu digunakan para hantu jahat untuk membuat kita terjebak,"
Kata Mili,
"Aku bukan tidak ikhlas Mil,"
Sasa tertunduk, ia lantas mengalihkan pandangan matanya ke arah air sungai yang tampak begitu jernih,
Saking jernihnya, batu-batu di dasar sungai sampai bisa terlihat begitu matahari mulai memancarkan sinarnya yang keemasan,
"Saat Bunda masih hidup, aku belum pernah satu kalipun membuat Bunda senang dan bangga,"
Lirih Sasa,
"Aku sering marah-marah padanya hanya karena masalah sepele, aku sering membentaknya hanya untuk sesuatu yang kecil, aku benar-benar merasa bersalah dan menyesal Mil, hingga karena itulah aku seperti sulit menerima kenyataan jika Bunda telah benar-benar pergi,"
"Ya, aku juga seperti itu, sedih karena aku dulu sering ngambek saat disuruh belajar, sering ngambek karena memaksa ingin dibelikan ini dan itu, lalu saat tidak dituruti aku membenci Ayahku,"
Kata Mili mengingat masa-masa dulu ia akhirnya begitu sedih dan terpukul Ayahnya meninggal tepat ketika ia sedang ngambek karena Ayah tak juga membelikannya sepatu baru.
"Kesedihan yang terlalu dalam, menarik energi gelap di sekitar kita, dan termasuk mereka para hantu jahat,"
__ADS_1
Gumam Sasa yang mulai menyadari bertemu hantu dengan wajah Bunda dan kenapa ia terjebak di sana.
...****************...