Bunda

Bunda
17. Nasehat Penolong


__ADS_3

Sasa dibawa melayang sosok yang masih tak jelas di mata Sasa karena ia terlihat serba hitam,


Namun dari tangannya yang menggenggam tangan Sasa, terasa benar jika tangan itu seperti berukuran besar,


Hingga kemudian, Sasa merasa langit pelahan mulai terlihat ada semburat cahaya,


Gelap yang semula begitu pekat kini tampak ada bulan yang seolah menggantung,


Sasa tiba-tiba seperti dilempar begitu saja ke bawah, terhempas di atas hamparan rumput yang sedikit basah oleh embun,


Sasa sempat memekik karena rasa sakit pada tubuhnya ketika ia dilempar dan dijatuhkan begitu saja di sana,


Lalu...


"Belajarlah ikhlas melepaskan Bundamu, berjalanlah terus ke arah matahari akan terbit, kau akan menemukan jalan keluar dan kembalilah ke Ayahmu,"


Sasa menatap pemilik suara yang besar dan berat itu, yang mana tampak sosok tinggi besar setinggi Pohon Kelapa kini berdiri tak jauh darinya,


Sosok itu laki-laki dengan jubah hitam dengan kedua matanya yang juga besar dan tajam menatap Sasa,


Tubuh Sasa gemetar melihat sosok tersebut, ia tentu saja tak tahu dia mahluk apa,

__ADS_1


"Pergilah dan jangan menoleh lagi ke belakang, berhentilah mencari Bundamu, seseorang yang telah meninggal kembali kepada Tuhan-nya, jika kau melihatnya, dia adalah syetan, kau tak seharusnya mengikuti!"


Kata sosok tinggi besar berjubah hitam tersebut,


Setelah mengatakan sesuatu yang semacam pesan dan nasehat itu, sosok tinggi besar berjubah hitam itupun terlihat berbalik dan kemudian berjalan masuk ke dalam hutan lebat,


Sasa mengerutkan kening, karena ia kini baru menyadari jika tadi ia baru saja keluar dari hutan lebat yang sama sekali tak ada cahaya,


Satu-satunya yang bisa ia lihat benar-benar hanya sosok perempuan yang mirip Bundanya, itupun Sasa tak tahu kenapa sosok mirip Bundanya bisa ia lihat sedangkan yang lain terlihat gelap,


Namun, Sasa tentu saja sudah tak mau memikirkan apapun,


Kini yang ia inginkan hanyalah bisa segera lari dari sana sejauh mungkin agar tak bertemu yang aneh-aneh lagi,


Apakah maksudnya timur?


Ya pasti maksudnya adalah timur. Batin Sasa.


Ia lalu celingak-celinguk, menentukan arah tentu tak semudah itu di tempat asing,


Sasa pun teringat hp nya, ia dulu sempat ikut hiking dengan Bibik Tuti dan teman-teman Bibiknya ke Gunung Salak, lalu ia ikut-ikutan Bibiknya memasang kompas di hp nya,

__ADS_1


Sasa cepat meraih hp nya, harapannya tentu hp dan kompas itu bisa berfungsi di sana,


Dengan tangan yang masih gemetar dan kedua kakinya yang lemas, Sasa berdiri dan memegangi hp untuk melihat si penunjuk arah,


Untunglah, aplikasi yang ia unduh bisa berfungsi secara offline, hingga tak memerlukan internet agar bisa digunakan,


Sasa matanya berkaca-kaca, ia menahan tangis karena ketakutan di dalam dirinya yang teramat sangat tidak bisa kembali ke rumah,


Ayah, Sasa ingin pulang. Batin Sasa nelangsa.


Hingga akhirnya, aplikasi penunjuk arah pun memperlihatkan arah timur, Sasa cepat berjalan menuju ke sana, mengikuti apa yang dikatakan mahluk tinggi besar yang telah mengeluarkannya dari dalam hutan belantara yang gelap,


Sasa dengan energi yang benar-benar telah terkuras habis, kini berjalan menyusuri jalan setapak yang liat dan licin,


Tak hanya sekali saja Sasa sampai terpeleset dan jatuh, lalu ia harus sibuk melepas binatang pacet yang banyak pula di sana,


Sasa rasanya ingin menangis histeris saking lelahnya, ia sungguh tak mengerti bisa tersesat sejauh itu di tempat asing,


Ah tidak! Tidak!


Sosok itu telah mengingatkannya agar tak memikirkan Bunda lagi. Sasa menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menjauhkan pikirannya dari memikirkan Bundanya lagi.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2