Bunda

Bunda
9. Terasa Aneh


__ADS_3

"Terminal... Terminal... Terminal..."


Terdengar suara kondektur bus berteriak, sementara suara klakson dan juga deru kendaraan dan suara berisik orang juga ikut terdengar,


Sasa membuka matanya pelahan, ia celingak-celinguk memandang sekitar yang terlihat sudah mulai banyak bangku bus yang kosong,


"Sudah sampai,"


Kata Amar yang duduk di samping Sasa,


Tampak Sasa cepat membenahi earphone nya, dan kemudian menggendong ransel hitamnya lagi sambil berdiri dari bangku ia duduk,


Sasa kemudian cepat beranjak dari tempatnya tanpa menoleh lagi ke arah Amar yang menatapnya seolah ingin mengatakan sesuatu,


Jelas Sasa bukan gadis yang mudah di dekati, ia tak suka diajak bicara terlalu banyak oleh orang asing, apalagi jika oleh seorang cowok,


Sasa tampak turun dari bus, lalu ia langsung mencari angkutan untuk menuju ke rumah lamanya,


"Angkutan ke jalan Mawar mah sudah pada berangkat Neng, coba keluar terminal, siapa tahu ada yang masih angkut penumpang,"


Kata salah satu penjual asongan yang ditanya Sasa karena angkutan yang ia cari tidak terlihat,

__ADS_1


Sasa pun lantas berjalan cepat berjalan menuju keluar dari terminal, sempat Sasa kembali bingung karena tak ada angkutan yang ia cari di sana,


Sasa terus berjalan, melewati banyak asongan dan orang-orang yang berlalu lalang masuk dan keluar terminal, termasuk juga angkutan-angkutan jurusan lain,


Hingga, tiba-tiba sebuah angkutan terlihat sedang menunggu penumpang di dekat pohon besar yang ada di depan gedung tua sebelah terminal,


Sasa berjalan ke sana, angkutan yang menuju Jalan mawar itu tampak masih agak kosong, Sasa rasa supirnya sengaja berada di sana karena mungkin menunggu ada penumpang lagi sebelum benar-benar berangkat,


"Lewat jalan mawar kan Pak?"


Tanya Sasa melalui kaca pintu angkutan kepada supir yang duduk di belakang kemudi,


Pak supir mengangguk tanpa suara, Sasa pun lantas membuka pintu angkutan untuk masuk ke dalam angkutan dan duduk di sebelah pak supir,


Kata Sasa pada pak supir yang seperti bersiap akan melajukan angkutannya begitu Sasa naik,


Tampak Sasa menoleh ke belakang, di mana di sana ada tiga orang penumpang yang dua di antaranya adalah ibu-ibu, sedangkan satunya lagi adalah anak-anak,


Mereka tampak duduk diam seperti patung dengan pandangan kosong, wajahnya pun pucat pasi,


Angkutan berjalan pelan memasuki jalan raya, dan kemudian langsung melesat cepat membelah jalanan kota,

__ADS_1


Saat angkutan berjalan meninggalkan kawasan terminal, entah kenapa jalanan semakin lama semakin sepi,


Tak terlihat sama sekali ada kendaraan lain yang berpapasan dan juga menyalip,


Jalanan seolah hanya ada angkutan yang Sasa tumpangi,


Sasa memandangi jalanan dari kaca pintu mobil yang ia buka,


Angin berhembus masuk menerpa wajahnya, angin yang anehnya terasa begitu dingin meskipun sebetulnya saat itu siang seolah matahari begitu terik bersinar,


Kios-kios di sepanjang jalan tampak sepi, seperti tak ada manusia satupun yang kini ada di kota tersebut,


Hingga kemudian angkutan melewati sebuah pasar, barulah tampak banyak orang berlalu lalang di sana,


Namun yang aneh, orang-orang itu berjalan dengan mata yang sama seperti penumpang di angkutan yang Sasa naiki,


Sasa sebetulnya merasa janggal dengan kota yang kini ia datangi, namun karena bentuk rupa semuanya sama persis dengan yang terakhir ia lihat, begitu juga jalanan serta letak bangunannya, maka Sasa tetap memutuskan mengabaikan semuanya,


Mungkin memang hanya perasaannya saja, yang merasa melihat semuanya tak biasa, sementara padahal semua sama saja,


Ini karena aku sedang terlalu sedih. Pasti ini hanya karena aku terlalu sedih. Batin Sasa meyakinkan diri.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2