Bunda

Bunda
33. Pulang


__ADS_3

Setelah seharian Amar melalui pemeriksaan, dan Ibunya juga dihadirkan untuk sekaligus memastikan identitas mayat anak kecil perempuan yang ditemukan,


Akhirnya Amar pun diijinkan pulang, begitu jenazah Mili akhirnya bisa dipastikan memang merupakan adik Amar yang telah hilang sekian lama,


Ibunya Amar yang akhirnya menemukan kedua anaknya berkali-kali berucap syukur, meskipun ia tetap merasa bersedih atas apa yang menimpa Mili,


Tapi, Ibunya Amar tentu sudah menyadari sejak bertahun-tahun lalu, mentalnya telah terbangun sejak bertahun lalu, saat Mili hilang dan tak juga bisa ditemukan,


"Maafkan Amar karena tak bisa membawa Mili pulang dengan selamat Bu,"


Kata Amar sedih, air matanya menetes,


Ibunya Amar tampak mengangguk pelan, ia juga sama meneteskan air mata,


"Semua sudah menjadi kehendak Nya, kita sebagai manusia diharuskan belajar menerima apapun yang telah diputus kan oleh Nya, Mar,"


Ujar Ibunya Amar bijak,


"Lagipula, meskipun memang Mili tak selamat, tapi paling tidak, kita sekarang bisa memakamkannya dengan layak, Mar,"


Lirih Ibunya Amar kemudian, membuat hati Amar semakin bergetar,


"Semoga setelah ini dia bisa tenang, ya Bu,"


Kata Amar lagi akhirnya, Ibunya mengangguk-anggukan kepalanya, kedua matanya masih terus berlinang, karena perasaannya yang kini memang sebetulnya begitu bercampur aduk,


Keheningan pun sekian menit kemudian menyelimuti mereka,


Masing-masing tenggelam dalam pusaran pikiran dan juga perasaan mereka, hingga...

__ADS_1


"Ah yah Mar, dua hari lalu saat Ibu meminta tolong orang-orang mencarimu, mereka menemukan motormu di sekitar terminal, mereka kemudian yang menemukan membawa motormu pulang,"


Kata Ibu pada Amar yang kemudian teringat soal motor milik Amar,


"Oh, iya Bu, motor itu lupa Amar tinggalkan begitu saja,"


Ujar Amar yang bahkan lupa dia meninggalkan motornya begitu saja disekitar terminal,


Ibu menghela nafas sambil kemudian mengusap air matanya yang masih tersisa di pipinya,


"Sebetulnya kau ini waktu itu kenapa tiba-tiba pergi Mar?"


Tanya Ibu pada Amar,


Sementara suara sirine ambulance yang ada di belakang mereka masih terdengar begitu menyedihkan,


"Waktu itu Amar ingin menyelamatkan seseorang Bu, Amar melihatnya diikuti hantu yang sama dengan yang mengikuti Mili,"


"Amar sudah berusaha mengabaikannya, tapi ternyata Amar tidak bisa, membayangkan jika ia kemudian hilang dan tak bisa selamat membuat Amar takut nantinya akan menyesal,"


"Kamu mengenalnya?"


Tanya Ibu,


Tampak Amar menggelengkan kepalanya,


Ibu mengerutkan kening,


"Amar pernah bertemu dengannya di Rumah Sakit di hari kematian Ibunya, lalu bertemu lagi saat Amar pulang, kami naik bus bareng tanpa sengaja Bu,"

__ADS_1


Kata Amar menambahkan,


"Seorang gadis?"


Tanya Ibu lagi,


Amar mengangguk,


"Ya bu, seorang gadis,"


Kata Amar,


Lalu...


"Tidak ada apa-apa antara kami Bu, Amar sungguh hanya ingin menolongnya karena kasihan, ia baru saja kehilangan Ibunya, energinya sangat lemah,"


Kata Amar,


"Lalu... apa orang itu selamat?"


Tanya Ibu kemudian,


Amar terdiam sejenak, bingung harus menjawab apa karena memang pada akhirnya ia tidak tahu apa yang terjadi pada gadis itu, bagaimana nasibnya sekarang, apakah dia juga bisa keluar dari alam lain dengan selamat atau sebaliknya,


Ah yah, tujuannya yang semula ingin menyelamatkan gadis itu, tapi akhirnya malah ia gagal fokus karena melihat Mili,


Mobil polisi terus melaju kencang, diikuti ambulance yang membawa jenazah Mili di belakangnya,


Ya, Mili, adiknya, yang akhirnya bisa Amar temukan dan bisa Amar bawa pulang.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2