Bunda

Bunda
18. Sebuah Saran


__ADS_3

Amar tampak membawa motornya dengan kencang, di belakangnya sesosok hantu membonceng dengan posisi duduk menghadap ke belakang,


Sesekali saat ada pengendara lain yang akan menyalip, hantu gadis itu melambaikan tangan sambil tersenyum manis,


Tapi...


Bagi pengendara yang melihat tentu itu adalah pemandangan yang sama sekali tidak menyenangkan, semanis apapun hantu gadis itu tersenyum, nyatanya bagi para pengendara di belakang Amar, itu adalah musibah,


Amar mempercepat laju motornya, tujuannya tentu adalah ke tempat di mana terakhir ia melihat Sasa masuk ke dalam angkutan lalu akhirnya ia menghilang,


Sudah barang tentu Amar tahu jika angkutan itu bukan angkutan umum manusia,


Sasa salah naik, atau memang dia sudah ditunggu oleh mereka,


Malam sudah benar-benar larut, bahkan gerimis pun turun rintik-rintik, Amar terbayang saat Sasa di dalam bus juga sudah diikuti sosok hantu yang cukup menyeramkan,


Entahlah, mungkin karena energi Sasa memang sedang sangat gelap, hingga banyak hantu jahat mengelilinginya,


Kelewat sedih, kelewat pusing, kelewat marah, kelewat kecewa, semua rasa yang semacam itu nyatanya memunculkan energi buruk di dalam tubuh manusia, hingga kemudian energi itu seolah menjadi magnet yang menarik hal-hal buruk dan jahat mendekat,


"Hmm ini sangat anyir,"


Kata si hantu gadis tiba-tiba, saat motor Amar mulai mendekati terminal bus yang tadi Amar juga turun di sana,


Bulan lalu, Amar memang bekerja tanpa motornya karena motor milik adiknya yang digunakan untuk pulang pergi sekolah serta mengantar Ibu mereka ke pasar rusak, maka Amar mengalah untuk berangkat tanpa motor,


Ia yang bekerja sebagai penjaga Rumah Sakit diberikan fasilitas kamar di bagian belakang Rumah Sakit untuk menginap karena jarak tempuh rumah Amar dengan tempatnya bekerja lumayan jauh, karena fasilitas itu Amar pun tak perlu naik turun kendaraan lagi,


"Apa tadi kamu bilang?"


Tanya Amar sambil mulai memelankan laju motornya,


Hantu gadis cantik yang selama ini selalu menempel pada Amar pun melayang turun dari boncengan,


Tampak ia melayang di samping Amar sambil menatap sekeliling kawasan terminal yang sepi, meskipun masih ada aktifitas kecil dari beberapa orang di dalam terminal,


"Anyir, di sekitar sini baunya anyir sekali,"


Kata si hantu gadis cantik,


Amar membawa motornya mendekati tempat di mana Sasa terlihat terakhir kali, dan kemudian menghentikan motornya di sana,


"Angkutan umum itu, yang kamu lihat, terakhir kali memang berada di sini,"


Tiba-tiba si hantu bicara lagi,


Amar membuka helm nya, lalu turun dari motor untuk memastikan di mana jalan masuk ke tempat Sasa saat ini,


"Beberapa tahun lalu, angkutan itu sepertinya memang kerap mengambil penumpang di tempat ini, lalu suatu hari sebuah kendaraan besar hilang kendali, meluncur dari arah belakang angkutan, lalu menabrak angkutan itu hingga terpental dan terguling ke arah trotoar dan ditabrak lagi hingga ringsek,"


Si hantu menceritakan kisah tragis angkutan umum yang dinaiki Sasa,


Tentu saja si hantu melihat masa lalu yang terjadi di sana,


"Anyir itu karena sangat banyak darah yang berceceran di sini, energi para korban masih terasa betul di sini, kau pasti juga bisa merasakannya bukan?"

__ADS_1


Si hantu menoleh ke arah Amar yang tampak mengangguk mengiyakan,


Ya, Amar juga bisa merasakan energi itu, ketakutan, kengerian, sakit, semua bercampur menjadi satu,


"Ke mana angkutan itu membawa gadis itu?"


Gumam Amar,


Si hantu melayang ke sana ke mari, membantu temannya untuk mencari solusi,


"Amar,"


Si hantu memanggil Amar dari arah dia kini berada, sekitar sepuluh meter dari tempat Amar memarkir motornya,


Di sana si hantu tampak bersama sesosok hantu lain, Amar pun cepat berjalan ke arah mereka,


"Dia temanku,"


Kata si hantu teman Amar, kita sebut saja namanya Cici,


Hantu yang baru ditemui Cici dan kini berdiri berhadapan dengan Cici tampak memutar kepalanya untuk melihat ke arah Amar yang berjalan mendekat,


"Apa dia tidak takut?"


Tanya si hantu pada Cici,


Tampak Cici menggeleng,


"Dia tidak takut hantu, dia hanya takut kecoak,"


"Hah manusia aneh,"


Kata si hantu yang ingin bisa menggelengkan kepalanya tapi tidak bisa, karena lehernya terlalu kaku,


"Apa dia tahu sesuatu? apa dia tahu pintu masuk ke tempat angkutan itu biasanya membawa penumpang?"


Tanya Amar begitu akhirnya sampai di tempat Cici berada,


Si hantu baru menyeringai, berharap Amar akan lari tunggang-langgang, tapi ternyata memang benar manusia itu tidak takut sama sekali dengan hantu,


Ah jelas ini tidak seru, biasanya banyak manusia begitu melihat hantu akan lari atau pingsan, yang ini malah berteman dan mulai banyak tanya,


"Hey, aku nanya,"


Kata Amar,


Si hantu kembali menyeringai,


"Kamu nanye? Kamu bertanye-tanye?"


Kata si hantu,


Jiaaaah, dia ternyata tahu apa yang sedang viral,


"Ayolah, jangan buang waktuku, gerimis ini,"

__ADS_1


Kata Amar tak sabar, karena si hantu malah bercanda,


Hantu itu kemudian memutar kepalanya lagi menghadap ke depan, di mana di sana ada Cici,


"Ayo katakan, bantu kami, ada gadis manusia yang terbawa angkutan hantu, Amar mengenalnya, jadi dia khawatir,"


Kata Cici, membantu Amar membujuk si hantu,


"Angkutan yang dulu kecelakaan di sini?"


Tanya si hantu, Cici pun mengangguk,


"Oh, angkutan itu seperti jaman masih ada di dunia, akan muter-muter sesuai jurusannya dulu,"


Ujar si hantu,


"Maksudnya tetap berada di alam manusia juga? Dan masih tetap kejar setoran?"


Tanya Cici,


Amar yang mendengar pertanyaan Cici jadi menghela nafas,


"Maksudnya, angkutan itu biasanya sesekali akan tetap muncul di tempat-tempat yang dulu juga biasa ia berhenti,"


"Jadi ada kemungkinan gadis itu juga berhenti di suatu tempat yang ada di dunia manusia?"


Tanya Amar berharap itu benar agar ia merasa lega dan tidak merasa bersalah karena ia tak langsung mencegah Sasa masuk ke dalam angkutan yang jelas bukan angkutan biasa,


"Ya, bisa saja ia turun di alam manusia lagi, namun bisa juga ia tetap di sana, tersesat, atau yang lebih buruk, ia memang sudah ada yang mengincar,"


"Maksudnya, hantu lain?"


Tanya Amar yang seketika ingat lagi sosok yang sudah bersama Sasa sejak ada di dalam bus,


"Ya, jika ada hantu lain yang sudah mengincar, maka sudah pasti dia tidak akan keluar dengan mudah,"


"Jadi angkutan itu hanyalah salah satu cara membawa gadis itu pergi,"


Amar bergumam,


"Bagaimana caranya menemukan pintu masuk ke tempat angkutan itu menghilang di sini?"


Tanya Amar,


"Naik angkutan itu juga, setiap hantu memiliki pintunya sendiri-sendiri, kau tak akan bisa menemukannya jika melalui pintuku, atau pintu hantu di depanku,"


Kata si hantu lagi,


Amar menoleh ke arah Cici yang lantas mengangguk membenarkan pernyataan si hantu informan,


Amar tampak menoleh ke belakang, di mana motornya kini terparkir,


"Di jam yang sama saat pacarmu masuk angkutan itulah, kau bisa naik angkutan itu juga,"


Tambah si hantu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2