
"Sasa... Sasa ketemu?"
Ayahnya Sasa begitu mendengar Bibik Tuti menyebutkan soal Sasa ditemukan, tanpa menunggu lama lagi ia pun langsung tersadar sepenuhnya dan segera melompat berdiri,
Meski masih terhuyung-huyung karena kepalanya terasa berat, Ayahnya Sasa keluar dari kamar dan menghampiri Bibik Tuti,
"Di mana Ti? Di mana?"
Tanya Ayahnya Sasa,
Tampak Bibik Tuti yang juga terlihat senang bukan main langsung menyerahkan hp nya kepada Kakaknya,
Ayah Sasa menerima hp Bibik Tuti, di mana kemudian terdengar suara Lisa, keponakannya bicara,
"Sasa sudah dibawa ke klinik oleh pacarku dan teman-temannya, jangan khawatir, Bibik langsung ke klinik saja, aku juga sedang menuju ke sana,"
Kata Lisa,
"Lisa... Lisa, ini Paman,"
Ayahnya Sasa memanggil Lisa, keponakannya,
Lisa yang tak tahu hp telah berpindah tangan terdengar seperti kaget,
"Oh, eh... Paman, maaf... maaf... Lisa tidak tahu,"
Kata Lisa,
"Ya tidak apa-apa, kamu kan combro,"
Sahut Ayahnya Sasa,
"Hah? Apa Paman?"
__ADS_1
Tanya Lisa ngah ngoh,
"Oh tidak... tidak apa, itu Tuti lagi ngitung ketombe,"
Jawab Ayahnya Sasa mulai tak jelas, sepertinya efek samping dibawa lari-lari oleh hantu ayam cemani,
"Hiiidih, ketombe diitung,"
Lisa malah jadi jijay,
"Tadi apa kamu cerita apa? Sasa, ketemu? Di mana?"
Tanya Ayahnya Sasa akhirnya kembali serius,
"Oh, iya Paman, Sasa, dia ditemukan di sekitar terminal yang mau ke rumah lamanya Paman, pacarku dan temen-temennya tadi ke sana memang sengaja cari Sasa begitu dengar kabar polisi memberitahu jejak terakhir Sasa ada di sana,"
Tutur Lisa,
Ayahnya Sasa sampai matanya berkaca-kaca saking terharunya,
"Iya Paman, Sasa ditemukan tak sadarkan diri di dekat gedung kosong dekat terminal, tapi kata pacarku dia tidak apa-apa, tidak ada tanda-tanda telah mendapatkan kekerasan ataupun dilecehkan,"
Terang Lisa pula,
Hal itu tentu saja membuat Ayahnya Sasa langsung terduduk di atas lantai dan melakukan sujud sukur saking leganya,
"Saya sudah katakan, jika Tuan berhasil keluar dari tempat itu di waktu yang tepat, pasti anak Tuan bisa selamat,"
Tiba-tiba Ki Warseno menyela, membuat Bibik Tuti dan adik laki-laki Ayahnya Sasa serta saudara yang lain tampak melihat ke arah Ki Warseno,
"Nona Sasa menjadi target hantu Dasima, hantu yang senang mengumpulkan anak-anak yang suka terlalu sedih,"
Kata Ki Warseno,
__ADS_1
"Ada hantu seperti itu?"
Tanya Bibik Tuti,
Ki Warseno mengangguk mengiyakan,
"Dasima dulu adalah seorang dukun beranak, suatu hari ia kejatuhan hari apes,"
Ki Warseno bercerita,
"Hari di mana sebetulnya itu adalah hari pantangan untuknya, dukun bayi Dasima menolong perempuan melahirkan di tengah malam,"
Sambung Ki Warseno,
Ayahnya Sasa, Bibik Tuti dan yang lain tampak menyimak cerita yang dituturkan Ki Warseno,
"Lalu apa yang terjadi padanya?"
Tanya Bibik Tuti,
Ki Warseno kemudian meminta pada asistennya mengambilkan rokok miliknya yang merupakan racikan sendiri,
"Ceritanya sangat panjang, tapi sejak itu ia menghilang, dan ia jadi hantu prekayangan, yang senang menjelma sebagai orang yang telah meninggal lalu menampakkan diri di depan keluarga yang ditinggalkan, mengajaknya masuk ke alamnya, dan lalu membuat mereka hilang,"
Kata Ki Warseno,
Bibik Tuti yang mendengarnya jadi bergidik, rasanya ia merasa sangat lega karena dulu saat Bapaknya meninggal, meski ia juga sedih, tapi ia masih bisa mengendalikan perasaannya dengan baik.
"Sekarang, pergilah ke tempat Nona Sasa secepatnya, berikan air yang sudah saya mantra-mantrai, agar energi Dasima tak lagi mengikuti, biar saya dan asisten saya ini mengurus rumah ini agar bisa dibentengi, mohon satu atau dua orang saja yang tetap tinggal di sini mewakili Tuan rumah,"
Kata Ki Warseno.
...****************...
__ADS_1