
"Sasa... Sasa..."
Terdengar suara anak kecil memanggil nama Sasa, gadis itupun celingak-celinguk mencari asal suara tersebut dari mana,
Kabut, semua tertutup kabut, meskipun suasana tak terlihat gelap, namun kabut begitu tebal menutupi pandangan hingga tak terlihat apapun,
Hingga...
"Ah!"
Sasa terkejut luar biasa, manakala sebuah tangan kecil tiba-tiba menarik tangannya, dan kemudian tampak Sasa masuk melewati kabut tebal,
Anak kecil perempuan yang menarik tangan Sasa tertawa-tawa riang, saat kabut tebal yang menutupi pandangan kemudian menghilang, dan berganti pemandangan yang begitu indah,
Hamparan kebun bunga, gemericik air sungai yang sangat jernih dengan banyak bebatuan besar, air terjun juga tampak pula di kejauhan, pun juga barisan bukit yang berlapis-lapis, hingga bentangan sawah dan hutan pohon Pinus,
Indah, semua begitu indah di mata Sasa, ia menatap setiap sudut alam yang begitu memanjakan matanya,
"Ini tempat baruku Sasa, aku sudah bahagia sekarang,"
Kata anak kecil perempuan yang tak lain adalah Mili, membuat Sasa mengalihkan pandangan matanya ke arah si anak perempuan yang kini terlihat melompat-lompat senang,
Wajahnya begitu berseri-seri, senyumnya juga terus terkembang,
Mili tampak begitu cantik, ia memakai gaun sepanjang lutut yang dipenuhi renda berwarna putih bersih,
Rambutnya yang panjang tergerai, dengan kepala dihiasi mahkota dari bunga-bunga rumput yang indah,
__ADS_1
Mili terlihat cantik, bahkan sangat cantik di mata Sasa,
"Aku sudah bertemu Kakak-kakakku, aku juga sudah bertemu Ibuku, aku sudah bertemu semua orang yang menyayangiku, mereka sudah lega melihatku, aku juga sudah lega bisa pulang Sasa,"
Kata Mili,
Sasa tersenyum, jelas ia ikut senang mendengar apa yang diceritakan Mili,
"Syukurlah Mili, aku ikut senang,"
Kata Sasa,
Mili terus melompat-lompat dengan riang gembira,
"Kau tinggal di sini sekarang? Sangat berbeda dengan yang dulu Mil,"
"Tentu, ini adalah tempat yang disediakan untuk anak-anak yang meninggal sebelum baligh, di sana ada banyak bidadari dan malaikat yang menjaga, tidak ada hantu jahat di sini, tak ada yang jahat di sini,"
Kata Mili sambil menghentikan lompatan-lompatan kecilnya, dan menunjuk ke arah jauh di sana,
Sesuatu yang bersinar berkilau-kilauan, yang tak mampu Sasa lihat dengan jelas, karena kilaunya begitu menyilaukan,
"Kamu, mulailah semua dari awal Sasa, jadilah anak yang lebih baik, berbaktilah pada Ayahmu agar nanti tidak sampai menyesal untuk kedua kali seperti saat Bunda mu tiada,"
Kata Mili berpesan, lalu tangannya meraih kedua tangan Sasa dan menggenggamnya dengan erat,
"Hantu itu hanya akan mengganggumu saat kamu terlalu sedih, jadi jangan terlalu sedih lagi ketika kehilangan apapun,"
__ADS_1
Kata Mili pula, Sasa mengangguk,
"Ya Mili, aku akan ingat itu,"
Kata Sasa pula,
Mili tersenyum,
"Meskipun semua berawal dari Bunda mu yang melakukan kesalahan, maafkanlah dia, selesaikan apa yang memang sudah jadi bagianmu sebagai bakti mu pada Bunda, di tempatnya yang sekarang, Bunda mu pasti juga akan bahagia,"
Kata Mili,
Sasa pun mengangguk pelan,
"Ya Mili, aku sudah berniat akan menyelesaikan semuanya, doakan aku bisa ya,"
Kata Sasa, tampak Mili mengangguk,
Dan, kabut tebal kemudian tiba-tiba menghalangi pandangan mata Sasa lagi, lalu...
Kriiiing... kriiiing... kriiing...
Suara alarm berbunyi nyaring membangunkan Sasa yang tidur begitu pulas sejak jam delapan malam tadi,
Sasa membuka matanya, ia menatap langit-langit kamarnya, dan kemudian menatap ke sebelahnya, di mana tampak Bibik Tuti juga baru bangun dan duduk mengumpulkan nyawanya yang bertebaran.
...****************...
__ADS_1