
Sore hari itu, Bayu masih duduk di dalam ruangannya. Bahkan sampai seluruh staff nya pulang dan kantor mulai sepi, dia belum juga beranjak dari tempatnya.
"Pak Bayu belum pulang?" tanya Nissa. Kemudian dia masuk dan menutup pintu ruangan itu.
"Nissa, ada apa?" tanya Bayu. Dia melonggarkan dasinya lalu meletakkan ponselnya yang sedari tadi dia pegang.
"Tadi gak sengaja aku lewat ruangan Pak Bayu. Kelihatannya Pak Bayu suntuk banget."
"Apa diluar sudah tidak ada staff lain?" tanya Bayu. Kemudian dia berdiri dan mengunci ruangannya.
"Sudah tidak ada."
Bayu kembali duduk dan mengajak Nissa duduk di sebelahnya.
"Ada masalah lagi?" tanya Nissa.
"Aku gak tahu kalau istri aku ternyata dekat dengan mantannya di kantor."
"Oo, Pak Bayu lagi cemburu." Nissa menggeser duduknya hingga tidak ada ruang di antara mereka. "Jangan terlalu posesif sama istri." Satu tangan Nissa melepas dasi Bayi yang sudah tidak rapi itu. "Kalau istri Pak Bayu tidak mencintai Pak Bayu, mengapa tidak melepasnya saja."
"Aku tidak bisa melepasnya, Nissa. Aku..." Bayu memejamkan matanya sesaat merasakan tangan Nissa yang bermain di dadanya.
Bayu membuka matanya lalu menahan tangan Nissa agar berhenti menyentuhnya. "Nis, aku masih penasaran kenapa kamu bisa memancing gairahku?"
"Mungkin karena istri Pak Bayu terlalu pasif. Mau membuktikan lagi kalau memang impoten Pak Bayu sudah sembuh?" Tangan Nissa beralih mengusap paha Bayu. Semakin lama semakin ke atas dan berhenti di sesuatu yang telah mengeras.
"Ah, Nissa, jangan seperti ini." Bayu menahan tangan Nissa tapi godaan setan itu sangat kuat hingga membuat Bayu terlena.
Nissa sudah mahir dalam hal ini. Dia memang gadis nakal yang mampu memperdaya lelaki.
"Nis..." Bayu semakin mendongak dan berdesis saat merasakan bibir Nissa justru bermain di pangkuannya. "Nissa..." Bayu menahan bahu Nissa lalu menarik lengannya. Dia mencium bibir Nissa dengan liar. Bahkan tangannya sudah berani menyentuh tubuh Nissa. Dia mendorong Nissa hingga terbaring di atas sofa. Saat kedua tangannya bersiap membuka kancing kemeja Nissa, tiba-tiba dia berhenti.
"Mas Bayu, lakukan saja." Kedua tangan Nissa membuka kancing kemeja Bayu lalu dia mengusap dadanya dengan lembut.
"Tapi..."
Nissa tersenyum menggoda. "Kalau Mas ingin, jangan ditahan."
__ADS_1
Sentuhan Nissa ditubuhnya semakin membuatnya bergairah. Dia tidak bisa menahannya lagi. Dia tenggelamkan wajahnya di leher Nissa, perlahan turun ke bawah dan berhenti di dada itu.
Mereka semakin bergulat di atas sofa itu dengan suara de sah yang semakin bersahutan. Akhirnya Bayu menyatukan dirinya dan memompa Nissa dengan penuh gairah.
"Punya Mas bekerja dengan sempurna gini. Nggak lemah dan rasanya sangat nikmat."
Mendengar suara manja yang bercampur de sah itu membuat Bayu melupakan Cahaya dan statusnya. Dia terus berpacu dan berganti gaya berulang kali. Dia melakukannya sampai lupa waktu. Entah sampai berapa kali, yang jelas mereka sekarang sama-sama lemas sambil bersandar sofa.
"Mas Bayu hebat bisa buat aku lemas berkali-kali."
Bayu meraih celananya lalu mengambil dompetnya dan memberikan uang pada Nissa tapi Nissa menolaknya.
"Mas, aku bukan wanita bayaran. Aku senang melakukannya sama Mas Bayu karena sebenarnya aku sudah lama suka sama Mas Bayu."
"Tapi Nissa, kita tidak ada hubungan apa-apa."
Nissa menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa." Kemudian Nissa bersandar di dada polos Bayu.
"Sudah malam, aku antar kamu pulang. Makasih, kamu sudah menyembuhkan sakit aku."
"Mas Bayu mau mencoba sama istri Mas?"
"Oke, aku bisa bantu Mas Bayu kapanpun Mas Bayu mau."
Senyuman menggoda Nissa membuat Bayu tergoda lagi. Dia kembali mencium bibir itu yang disambut Nissa dengan hangat. "Nissa, sekali lagi ya..."
"Oke..."
...***...
"Tumben Mas Bayu belum pulang sampai malam. Apa dia ke bar dulu?" Cahaya bersandar di headboard sambil menatap ponselnya. Dia melihat grup chat alumni SMA nya yang tiba-tiba ramai sekali. Kedua matanya membulat saat melihat sebuah video pertemuan dua keluarga.
"Ini orang tua Rion dan Nindi? Mereka akan segera bertunangan." Cahaya membaca semua isi chat itu. "Mereka akan bertunangan bulan depan. Selamat ya Rion, Nindi. Kalian memang pasangan yang serasi."
Kemudian Cahaya meletakkan ponselnya di atas nakas. Dia tidak bisa tidur. Haruskah dia senang mendengar kabar bahwa Arion akan segera bertunangan atau harus sedih?
Semoga kalian berdua bahagia.
__ADS_1
Akhirnya dia merebahkan dirinya dan menarik selimut hingga menutupi tubuhnya. Beberapa saat kemudian terdengar pintu kamar terbuka. Cahaya berpura-pura memejamkan matanya saat Bayu masuk ke dalam kamar.
Bayu melepas jas dan kemejanya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Cahaya mencium bau parfum wanita yang menyengat. Dia membuka matanya dan turun dari ranjang lalu mengambil kemeja dan jas yang sudah berada di keranjang baju kotor. "Ini parfum wanita. Kenapa bisa menempel banget gini baunya?"
Cahaya terkejut saat tiba-tiba pintu kamar mandi itu terbuka. "Aya, kamu belum tidur?"
Cahaya menggelengkan kepalanya.
"Mas, kok pulang malam?"
"Iya, tadi bertemu client dulu. Kita mengobrol sampai lupa waktu."
Cahaya menaruh kembali baju Bayu lalu dia naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya. Bayu menyusulnya dan memeluknya dari belakang.
"Maaf, aku tadi marah sama kamu." Hanya itu yang dikatakan Bayu kemudian dia tertidur dengan lelap.
Cahaya sedikit memutar tubuhnya. Dia melihat wajah Bayu yang terlihat sangat lelah.
Sebenarnya apa yang dilakukan Bayu?
Cahaya mencoba memejamkan matanya. Banyak sekali yang menyita pikirannya malam itu hingga membuatnya tidak bisa tidur. Dia baru bisa tertidur saat hari menjelang pagi dan membuatnya bangun kesiangan.
"Aya..." Bayu membangunkan Cahaya karena matahari sudah bersinar terang. "Tumben kamu kesiangan. Kamu memikirkan Arion yang mau tunangan? Aku sudah baca di grup alumni."
Cahaya menggelengkan kepalanya. Dia melihat Bayu sudah memakai kemejanya dengan rambutnya yang basah dan sudah tersisir rapi.
"Kan aku sudah tidak ke kantor, ngapain bangun pagi." Kemudian Cahaya turun dari ranjang dengan lemas. Dia sudah tidak ada semangat menjalani hari-harinya.
"Kamu ke kantor saja. Tidak apa-apa. Aku tunggu ya. Kita berangkat bareng."
Cahaya mengernyitkan dahinya. Dia tidak mengerti, kenapa Bayu bisa berubah drastis seperti itu? Apa karena Arion akan bertunangan?
💞💞💞
Aku jarang banget ya buat tema pelakor/pebinor. Sekali buat ngeselin banget... 😪
__ADS_1
Like dan komen ya.