Cahaya Cinta Arion

Cahaya Cinta Arion
BAB 27


__ADS_3

Pagi hari itu, Bayu menghentikan mobilnya di depan perusahaan Cahaya, tepat saat mobil Arion juga berhenti. Mereka sama-sama turun dan berdiri saling menatap.


"Baguslah kalau kamu kembali ke kantor. Nanti biar Dika ke sini mengurus semuanya. Aku akan stay di kantor pusat, kalau ada apa-apa bilang saja sama Dika." Tanpa menunggu jawaban dari Cahaya, Arion masuk ke dalam mobil. Dia mengalah bukan berarti kalah, dia tidak ingin hidup Cahaya semakin ditekan Bayu hanya karena dirinya.


"Ya udah, kamu hati-hati ya, nanti kalau aku lembur, aku suruh Rino jemput kamu."


Cahaya hanya menganggukkan kepalanya. "Mas, juga hati-hati."


"Iya..."


Setelah Bayu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya, Cahaya kini melangkahkan kakinya masuk. Dia mengerti, Arion melakukan ini semua agar tidak ada kesalahpahaman lagi di antara mereka.


Sejak saat itu, semua terasa biasa saja. Hanya Bayu yang semakin bersikap lembut dengan Cahaya dan tidak terlalu mengekangnya lagi. Tapi Cahaya semakin curiga karena hampir setiap hari Bayu pulang larut malam dan ada wangi parfum wanita yang sama di pakaian Bayu.


"Masa' iya Bayu selingkuh, tapi Bayu kan..." Cahaya menepis pikirannya jauh-jauh. "Nggak tahulah." Kemudian Cahaya membuka lemarinya dan mencari gaun yang bagus untuk menghadiri acara pertunangan Arion dan Nindi. Sebenarnya dia ragu untuk datang ke acara itu. Dia takut, hatinya akan terasa sakit saat melihat Arion bersama Nindi.


Aku harus ikut bahagia, melihat mereka bahagia.


"Kamu pakai ini saja ya." Tiba-tiba Bayu menggelar gaun yang cantik dan dia tempelkan di tubuh Cahaya. "Cantik."


Cahaya melihat gaun yang berwarna putih itu. "Iya, bagus. Makasih." Baru kali ini Bayu membelikan gaun yang cocok dan sesuai keinginannya.


"Kamu siap-siap sekarang ya."


Cahaya menganggukkan kepalanya. Kemudian dia memakai gaun yang pas di tubuhnya. Lalu dia merias wajahnya dengan make up natural dan menata rambutnya.


Dia tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin. Senyuman palsu untuk menutupi hatinya yang gundah.


Oke, mulai sekarang aku tidak boleh lagi memikirkan Rion. Rion dan Nindi pasti bahagia. Sekarang, aku juga sudah bisa menerima Bayu dalam hidup aku.


Cahaya mengira, Bayu telah berubah menjadi lebih baik karena lebih perhatian dan tidak terlalu posesif dengannya. Dia tidak tahu, jika di belakangnya, Bayu telah mengkhianatinya.


Beberapa saat kemudian, Cahaya dan Bayu berangkat ke rumah Nindi untuk menghadiri acara pertunangannya. Setelah sampai di rumah Nindi, Cahaya mencari keberadaan Nindi tapi ternyata Nindi masih berada di dalam kamar dan akan keluar saat acara dimulai nanti. Akhirnya Cahaya hanya duduk sambil mengedarkan pandangannya melihat dekorasi yang cukup mewah. Sepertinya dia datang terlalu awal karena keluarga Arion saja belum datang.

__ADS_1


Tatapan matanya kini terpaut saat Arion masuk bersama kedua orang tuanya.


Arion, ternyata seperti ini rasanya berada di posisi kamu dulu.


"Bayu, Aya, terima kasih sudah datang."


"Selamat ya..." Cahaya mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Arion.


Arion membalas jabatan tangan Cahaya sambil tersenyum. "Iya, terima kasih."


Kemudian dia beralih menjabat tangan Bayu. Meskipun terlihat biasa saja, tapi di dalam hati mereka masih menyisakan kemarahan dan dendam.


Setelah itu Arion pergi meninggalkan mereka berdua dan mengobrol dengan beberapa rekan bisnisnya.


Tiba-tiba ponsel Bayu berbunyi. Bayu mengambil ponselnya dan melihat nama Nissa. Dia mengabaikan panggilan itu. Hingga akhirnya Papanya yang menghubunginya.


"Hallo Pa, ada apa? Aku lagi di acara pertunangan teman. Iya, iya, kita pulang sekarang." Setelah mematikan panggilannya. Bayu mengajak Cahaya untuk pulang.


"Apa?"


Bayu mengangkat bahunya. Dia juga tidak tahu masalah penting apa hingga dia diharuskan pulang. Kemudian dia menggandeng Cahaya keluar dari halaman rumah Nindi.


Setelah menaiki mobil, Bayu segera melajukan mobilnya pulang ke rumah. Dia seperti mempunyai firasat buruk kali ini.


Benar saja dugaannya, setelah sampai di rumah, mereka berdua langsung disambut oleh Nissa.


"Mas Bayu, maaf. Aku dari tadi hubungi Mas Bayu tapi tidak bisa."


"Mas, dia siapa?" tanya Cahaya. Dia sama sekali tidak pernah melihat Nissa sebelumnya. Mereka kini masuk ke dalam rumah. Di sana juga sudah ada kedua orang tua Nissa yang sedang mengobrol dengan kedua orang tua Bayu.


Otot-otot Bayu sudah menegang. Jangan-jangan mereka semua sudah tahu tentang perselingkuhannya dengan Nissa. Tapi Mamanya justru tertawa bahagia.


"Bayu, akhirnya Mama akan punya cucu."

__ADS_1


Cahaya melebarkan kedua matanya. Apa maksud dari perkataan mertuanya itu. "Maksudnya apa?"


"Aya, aku bisa jelasin sama kamu. Mama, tolong biar aku yang menyelesaikan masalah ini sama Aya dan Nissa."


"Nissa?" Cahaya semakin tidak mengerti.


"Bayu, apa yang kamu lakukan ini sudah benar. Kalau istri kamu tidak bisa hamil, ya lebih baik kamu mencari wanita lain."


Cahaya semakin menatap Bayu. "Mas, jelaskan sama aku maksudnya apa?"


"Nissa kamu hamil?" Bayu justru bertanya pasa Nissa.


Nissa menganggukkan kepalanya. "Maaf Mas, aku tadi sudah menghubungi Mas Bayu tapi tidak bisa."


"Nissa hamil anak kamu?" tanya Cahaya.


Bayi mengangguk pelan. "Aya, maafkan aku. Aku..."


"Bukannya Mas Bayu selama ini gak bisa melakukannya sama aku? Kenapa justru selingkuh sama wanita lain. Kalau memang sudah tidak bisa sama aku lagi, kenapa gak ceraikan aku dulu. Kamu menuduh aku selingkuh, tapi ternyata kamu sendiri yang selingkuh!" Air mata Cahaya sudah terbendung di pelupuk matanya. Selama sebulan ini, dia kira Bayu berubah menjadi lebih baik dan sedikit demi sedikit dia bisa menerimanya, tapi ternyata ini balasan yang dia dapat.


"Aya, kamu jangan menyalahkan Bayu! Kan memang kamu yang tidak bisa mempunyai keturunan."


Sudah sakit, ditambah semakin sakit mendengar tuduhan itu. "Mama, tapi selama ini Mas Bayu yang tidak bisa melakukannya."


"Tapi kenyataannya Nissa bisa hamil anak Bayu. Kamu jangan menuduh Bayu seenaknya kalau kamu memang mandul. Biarkan Nissa dan Bayu menikah, kamu masih bisa menjadi istri pertama."


"Daripada aku dimadu, lebih baik aku pergi! Silakan Mama melindungi perbuatan Bayu yang salah ini." Cahaya memutar langkahnya dan keluar dari rumah.


"Aya, tunggu! Jangan pergi!"


💞💞💞


Hai, aku senang baca komentar antusias kalian. Tidak apa-apa kalian menghujat tokoh dalam cerita ini tapi jangan menjelekkan karya ini ya. Aku memang sedang mencoba tema perselingkuhan seperti ini biar cerita aku beragam, tapi ternyata menguras emosi juga. Tenang, sebentar lagi masalah clear kok.

__ADS_1


__ADS_2