Cahaya Cinta Arion

Cahaya Cinta Arion
BAB 46


__ADS_3

"Rion, makanya kalau malam itu istirahat. Siang kerja, malam kerja sampai tumbang," canda Sky sambil mengemudikan mobilnya. Sore hari itu dia memang ditugaskan untuk menjemput Arion dari rumah sakit.


Arion kini duduk bersama Cahaya di jok belakang. Setelah hampir dua hari dirawat di rumah sakit, badannya sudah jauh lebih membaik.


Di sebelah Sky ada Shena yang sekarang mencubit lengan suaminya itu. "Ih, Kak Sky kayak nggak aja."


Sky hanya tertawa tapi pandangannya kini melihat seseorang yang sedang berdiri di pinggir jembatan dengan pandangan yang terus menatap arus sungai. "Orang itu kenapa berdiri di jembatan? Jangan-jangan mau bunuh diri."


Arion menatap arah pandang Sky. "Itu Bayu! Kak Sky berhenti!"


Setelah mobil berhenti, Arion segera turun dari mobil tepat saat Bayu akan melompat. Arion berhasil menangkap tangan Bayu dan berusaha menariknya.


Badan Bayu yang sudah bergelantungan di jembatan, dia mendongak menatap Arion. "Rion, lepasin!"


"Nggak! Gue gak akan lepasin lo! Kenapa lo bunuh diri!"


"Ini hidup gue! Lepasin tangan gue!" Bayu berusaha melepaskan tangannya. "Kenapa lo nolong gue?"


"Karena lo sahabat gue!"


Mendengar hal itu, kedua mata Bayu terasa memanas. Selama ini dia terus menyakiti Arion, masihkah pantas dia disebut sahabat.


Sky mendekat dan ikut menarik tangan Bayu. "Rion, tarik!" Mereka berdua menarik tubuh Bayu secara bersama-sama hingga akhirnya Bayu berhasil diselamatkan.


Bayu kini duduk bersandar di pembatas jembatan dengan napas yang tidak teratur.


Tiba-tiba saja Arion menyergap krah Bayu. "Lo jangan jadi pria pengecut yang bisanya cuma lari dari kenyataan dengan cara mengakhiri hidup."


Bayu hanya terdiam. Dia sudah tidak punya harapan lagi untuk kelanjutan hidupnya.


"Rion, tanya baik-baik," kata Sky. Dia memberi minum pada Bayu.


Tapi Bayu hanya terdiam dan menatap kosong jalanan.

__ADS_1


"Kak Sky, antar Cahaya pulang ya. Nanti biar aku pulang sendiri," kata Arion sambil mendekati Cahaya yang berdiri di dekat mobil.


"Mas Rion kan baru sembuh."


"Aku gak papa," kata Arion sambil mengusap puncak kepala Cahaya. "Kamu istirahat di rumah. Aku pasti cepat pulang."


"Pakai jaket dulu." Cahaya mengambil jaket untuk Arion dan memberikannya. Lalu dia masuk ke dalam mobil.


Setelah mobil Sky melaju, Arion kembali duduk di samping Bayu. Dia membuka tutup botol air mineral yang sama sekali tidak disentuh oleh Bayu.


"Tenangin diri lo. Lo ada masalah apa? Lo bisa cerita sama gue." Arion memberikan air mineral yang telah terbuka tapi Bayu masih saja terdiam. Akhirnya Arion meletakkan air mineral itu di samping Bayu. Dia juga bersandar di pembatas jembatan. Tak peduli dengan tatapan orang yang lalu lalang padanya.


"Bayu, gue memang benci sama lo, tapi sampai kapanpun lo tetap sahabat gue. Gue gak mungkin lupain kebaikan lo sama gue. Gue ingat betul, lo sering tebus motor gue yang sering mogok di bengkel. Lo sering beliin gue bakso waktu gue gak punya uang saku. Bahkan lo sering bayarin gue tiap kali ada iuran di kelas, dan masih banyak lagi yang gak bisa gue sebutkan. Gue tahu, lo itu sebenarnya baik. Apa yang lo lakuin selama ini, gue tahu itu bukan keinginan lo."


Mendengar perkataan Arion, seketika tangis Bayu pecah. Dadanya terasa sangat sesak. Selama ini dia menyimpan masalahnya seorang diri.


"Udah, udah, tenangin diri lo. Gue tahu gimana rasanya berada di titik terendah dalam hidup." Arion menepuk punggung Bayu yang bergetar agar lebih tenang.


Arion tidak menyangka Bayu mendapat balasan sampai separah itu. "Terus, lo kabur dari rumah?"


"Iya, gue jadi anak sama sekali gak berguna. Gue cuma merugikan orang tua gue. Gue juga sudah muak selalu diatur. Gue sendiri gak tahu gimana kelanjutan hidup gue."


"Lo minum dulu." Arion menyodorkan minumannya lagi yang akhirnya diminum oleh Bayu.


"Lo jangan pernah ada pikiran mengakhiri hidup lo, sebesar apapun masalah lo, lo harus bisa menghadapinya. Kalau lo mau berubah, gue akan bantu lo."


"Biar gue atasi sendiri." Bayu berdiri dan akan melangkah pergi tapi Arion menarik tangan Bayu agar mengikutinya.


"Ikut gue!" Mereka berdua berjalan di pinggir jalan raya.


"Mau kemana?" Akhirnya Bayu mengikuti langkah Arion.


Setelah berjalan lumayan jauh, Arion berhenti di depan basecamp anak langit.

__ADS_1


"Capek banget!" Arion mengunci basecamp itu lalu masuk ke dalam dan duduk di sofa.


"Ini basecamp siapa?"


"Kak Sky. Udah jarang dipakai anak-anak. Udah banyak yang nikah. Selama lo gak ada tempat tinggal, lo bisa tinggal di sini. Ada kamar juga. Memang gak terlalu bersih soalnya gue udah lama gak ke sini."


Bayu mengedarkan pandangannya lalu duduk di dekat Arion.


"Di belakang ada motor lama gue. Udah di modif sama anak-anak. Kayaknya masih bisa."


"Gue gak tahu harus bilang apa sama lo. Gue merasa malu, setelah apa yang gue lakukan sama lo dan Aya."


"Gak usah bahas masalah yang sudah berlalu, yang penting lo sekarang perbaiki diri lo. Lo pegang uang?"


"Ada di dompet gue."


"Ya udah, gue yakin lo bisa cari uang sendiri." Kemudian Arion mengambil ponselnya karena ada panggilan masuk dari Cahaya. Dia mengangkat panggilan itu.


"Iya, iya, aku pulang sekarang ya. Udah, kamu gak usah khawatir." Kemudian Arion mematikan panggilan Cahaya. "Gue balik dulu. Soalnya gue juga baru pulang dari rumah sakit jadi Aya khawatir banget."


"Lo habis sakit?"


"Biasa asam lambung gue naik," kata Arion sambil memesan grab car. "Ya udah, kebetulan gue dapat mobil yang dekat sini. Gue duluan. Kalau ada apa-apa lo hubungi gue aja. Gak usah sungkan."


"Thanks."


"Oke." Kemudian Arion keluar dari basecamp itu.


Bayu menutup pintu itu lalu dia merebahkan dirinya di atas sofa. Dia memikirkan nasib hidupnya. Memang benar roda kehidupan itu berputar dan sekarang semuanya telah terbalik.


💞💞💞


Like dan komen ya...

__ADS_1


__ADS_2