
Masih nuansa pengantin baru... 🤭
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
Pagi hari itu, di saat matahari sudah bersinar terang, Cahaya baru saja membuka matanya. Dia kini menatap wajah Arion yang masih tertidur dengan nyenyak sambil memeluknya. Perlahan jemarinya menyusuri wajah tampan itu. Dia masih tidak menyangka saat bangun tidur yang dia lihat adalah wajah Arion. Jemarinya berhenti di hidung mancung Arion dan mengusapnya.
Tiba-tiba Arion menahan tangan Cahaya sambil tersenyum. "Sudah bangun?" Dia memutar posisi Cahaya hingga dan setengah menindihnya.
"Baru saja bangun. Aku mau ke kamar mandi." Cahaya akan bangun tapi Arion menahan tubuhnya.
Arion menatap wajah Cahaya yang sangat natural saat bangun tidur.
"Mau apa?" tanya Cahaya sambil sekali-kali menggigit bibir bawahnya.
Arion tak menjawabnya. Dia semakin mendekatkan wajahnya dan mencium bibir tipis itu. Ciuman di pagi hari membuat hasrat itu kembali muncul. Rasanya dia ingin mengulangi rasa semalam. Perlahan ciuman itu turun ke leher dan semakin turun lalu berhenti di dada dan bermain di sana dengan bibirnya.
Cahaya semakin melenguh merasakan sentuhan Arion. Dia sudah terbuai dengan bibir dan tangan Arion.
"Aku ingin mengulanginya lagi rasa semalam." Arion sudah melepas semua pakaian Cahaya. Dia telusuri tubuh yang mulus itu dengan jemarinya hanya sesaat. Kemudian cepat-cepat dia membuka piyamanya karena rasa ingin mengulang itu sudah tidak tertahankan.
"Mas Rion!" pekik Cahaya saat Arion tiba-tiba memasukinya dengan semangat.
"Masih sakit?"
"Masih. Pelan-pelan, jangan terburu-buru."
"Iya, maaf ya. Rasanya nyandu banget." Arion membungkukkan dirinya dan kembali mencumbui Cahaya. Setelah Cahaya kembali terbuai, Arion mulai menggerakkan dirinya. Mereka bergulat di pagi hari itu, menciptakan keringat dengan berolahraga di atas ranjang.
Cahaya sudah tidak malu lagi mengekspresikan dirinya dengan suara. Suara itu saling bersahutan, semakin keras saat mereka sampai di puncak kenikmatan secara bersamaan.
Satu kecupan dalam mendarat di bibir Cahaya sebelum Arion melepas penyatuannya. Lalu dia mengusap perut Cahaya berharap agar benihnya cepat berkembang di dalam rahim. "Cepat tumbuh ya di dalam sana. Kita sangat menantikannya."
Cahaya tersenyum mendengar perkataan Arion. Dia juga sudah sangat menantikannya. Semoga saja dia disegerakan memiliki momongan, agar semua yang menuduhnya mandul tahu kebenarannya.
__ADS_1
"Sekarang kita mandi. Pasti semua udah pada sarapan." Lagi, Arion meraih tubuh Cahaya dan menggendongnya menuju kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri dan mereka berdua sudah rapi, mereka keluar dari kamar hotel dan berjalan menuju restoran untuk sarapan.
Di restoran itu masih ada keluarga Arion dan juga Mama Cahaya.
"Pengantin baru akhirnya keluar kamar," kelakar Sky yang sedang duduk bersama Shena dengan sarapan yang belum dia santap.
"Sky, kamu juga baru keluar kamar kan. Semalam si kembar akhirnya pulang sama Mama Naya," kata Ida. Mereka semua juga bangun kesiangan karena lelah seusai acara resepsi kemarin.
Sky hanya tertawa lalu dia mulai menyantap sarapannya.
Cahaya dan Arion ikut bergabung dengan mereka. Mereka sudah sangat lapar.
"Sebentar lagi kita mau pulang. Kamu masih stay di sini?" tanya Alex pasa Arion.
"Kita juga mau pulang, nanti sore kita mau berangkat ke villa," jawab Arion.
Shena juga ikut tertawa. "Aya, pasti sukses ya semalam. Jalannya sampai beda. Pasti janda rasa perawan nih."
"Kak Shena..." Cahaya hanya tersenyum malu.
"Udah, jangan digodain terus. Kita mau makan lapar."
"Iya lapar banget, habis bekerja keras dari malam sampai pagi." Sky tak hentinya menggoda Arion hingga mendapat satu jitakan dari Arion.
"Kak Sky, udah jangan komentar terus."
...***...
Siang itu, Bayu duduk bersandar di ruangannya sambil melihat beberapa foto pernikahan Cahaya yang dikirim teman-teman alumni SMA nya di grup whatsapp. Dia tidak pernah melihat Cahaya sebahagia itu. Terkadang ada rasa menyesal telah melepas Cahaya. Jauh di dalam lubuk hatinya dia masih sangat mencintai Cahaya, tapi dia sadar diri, selama ini dia tidak bisa membahagiakan Cahaya.
"Bayu, apa perencanaan produk baru kita sudah matang?" tanya Tirta saat masuk ke dalam ruangan Bayu.
__ADS_1
"Tinggal sedikit lagi, Pa. Minggu depan aku akan adakan meeting dengan Pak Yuda."
"Produk dari perusahaan Rion sudah menguasai pasar, jangan sampai produk kita kalah saing dan dilupakan."
"Iya, Pa. Aku sudah membuat inovasi baru. Sebisa mungkin aku akan menekan biaya produksi, agar harga bisa bersaing." Kemudian Bayu membuka laptopnya. Dia merasa aneh dengan isi foldernya yang seringkali terbuka dan terkadang dokumennya berpindah tempat.
Laptop ini aku tinggal di kamar saja, apa Nissa pernah membuka laptop ini.
"Bayu, kamu cek keuangan juga. Sudah beberapa bulan ini pemasukan tidak seimbang."
"Iya, Pa."
Setelah Papanya keluar, Bayu berdiri dan keluar dari ruangannya. Dia memang sudah menjadi direktur di perusahaannya tapi tetap Papanya menjadi direktur utama. Papanya masih tidak bisa melepas Bayu, tidak seperti Arion, yang langsung dibebaskan dengan sepak terjang yang tinggi.
Arion masuk ke dalam ruang manager keuangan di perusahaannya tanpa mengetuk pintu. Dia melihat Nissa yang sedang berdiri di dekat Hendri. "Nissa, kamu ngapain ada di sini?"
Nissa terkejut saat Bayu tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu. "Mas Bayu, aku sedang mengantar dokumen laporan pengeluaran produksi."
Setelah menikah dengan Bayu, Nissa tetap ingin bekerja. Dia tidak peduli dengan komentar staff lainnya yang menyebutnya pelakor, yang terpenting baginya dia sudah menjadi istri sah Bayu.
"Aku mau bicara sebentar dengan Hendri."
Nissa hanya menganggukkan kepalanya. Dia membawa map yang sempat dia letakkan di meja Hendri lalu dia keluar dari ruangan itu.
Sedikit lagi pasti akan berhasil!
💞💞💞
.
Othor sempat malas up karena berbagai alasan.. 😪
Btw, ada yg baca di apl fiz zo juga gak?
__ADS_1