
Semua mata tertuju pada pasangan yang sangat sempurna itu saat Arion dan Cahaya bergandengan tangan dengan mesra masuk ke halaman hotel. Taman hotel sudah disulap menjadi tempat yang indah dengan dekor bunga-bunga segar yang cantik.
Gaun Cahaya yang mekar dan berwarna putih itu sangat cocok dengan tubuhnya. Dia seperti seorang putri raja yang berjalan dengan seorang pangeran tampan. Arion juga memakai jas berwarna putih yang senada dengan gaun Cahaya. Mereka berdua berjalan dengan senyum yang terus mengembang lalu berhenti di atas pelaminan.
"Aya, kamu cantik sekali," bisik Arion.
"Mas Rion, aku deg-deg an banget. Aku masih gak nyangka sekarang berdiri di atas pelaminan bersama kamu."
Arion semakin mengeratkan genggaman tangannya. Acara resepsi itu telah dibuka oleh seorang pembawa acara. Serangkaian acara berjalan dengan lancar, hingga pada acara puncak saat Arion dan Cahaya berdansa diiringi alunan musik romantis.
Kedua tangan Cahaya berada di bahu Arion. Sedangkan kedua tangan Arion berada di pinggang Cahaya. Mereka saling menatap dan bergerak seiring alunan musik.
"Mereka romantis banget. Akhirnya kisah cinta mereka berakhir dengan indah."
"Iya. Aku gak nyangka cinta mereka masih tetap ada meskipun sudah berpisah selama 8 tahun. Ada gak pria kayak Arion yang setia menjaga cintanya untuk satu orang," komentar salah satu teman SMA Cahaya.
"Ada ini suami kamu."
Mereka semua tertawa karena hampir semua teman Cahaya memang sudah menikah.
"Ngomong-ngomong Bayu kok gak datang?"
"Dia gak mungkin datang, Bayu yang selingkuhin Aya, mana ada muka buat datang." Ya, selain melihat kebahagiaan Arion dan Cahaya, beberapa temannya juga tengah asyik bergosip.
"Aya, semoga kita selalu bersama sampai kita tua nanti dan hanya maut yang memisahkan kita," kata Arion sambil menatap dalam Cahaya.
"Iya, aku juga ingin bersama kamu selamanya."
Mereka masih saling menatap hingga tepuk tangan terdengar semakin keras setelah mereka menyudahi dansa itu.
Hingga malam hari, acara itu belum juga usai. Masih banyak sahabat dan rekan kerja yang memberi mereka selamat.
"Mas, aku capek banget." Cahaya duduk di kursi pelaminan. Kakinya sudah terasa pegal tapi tamu undangan yang bersalaman memberi selamat seperti tiada habisnya.
"Kamu istirahat dulu di kamar gak papa. Ini tinggal tamu rekan kerja Papa."
__ADS_1
"Iya, kamu istirahat dulu gak papa," kata Mama Ida. "Bu Weni antar Aya ke kamar hotel saja tidak apa-apa. Acara juga sudah mau selesai. Nanti biar dibantu sama Shena."
"Iya, Bu. Ayo, Aya kamu bersih-bersih dulu lalu istirahat di kamar."
Weni akhirnya menuntun putrinya turun dari pelaminan dan kembali ke kamar hotel. Kemudian Cahaya segera membersihkan make up nya lalu berganti baju.
"Lega sekali, tinggal mandi saja."
"Ayo, aku temani dulu. Biarkan Mama kamu mandi dan istirahat," kata Shena. Dia menemani Cahaya masuk ke kamar pengantin.
"Si kembar dimana kak?"
"Sudah tidur ditemani Papanya. Kamu mandi dulu biar segar, terus kamu pakai ini ya." Shena memberikan satu paper bag pada Cahaya.
"Ini apa, Kak?" Cahaya membuka paper bag itu. Dia menggelar gaun tidur yang sexy dan berwarna merah menyala. "Hmm, Kak. Tapi..."
"Tapi kenapa? Capek? Aku juga udah siapkan minuman khusus buat kamu, dijamin capeknya pasti hilang."
"Tapi, Kak?"
"Nggak papa. Manfaatkan malam pertama kalian semaksimal mungkin. Aku yakin Arion juga sudah tidak sabar."
Cahaya menarik napas panjang. "Nggak! Mulai sekarang aku gak boleh ragu melakukan sesuatu."
Cahaya segera menggosok giginya lalu membasuh tubuhnya. Setelah bersih dan harum, Cahaya memakai gaun tidur itu. Sangat pas di tubuhnya dan terlihat sexy karena bagian dada sangat rendah. Dia keluar dari kamar mandi lalu menyisir rambutnya di depan cermin sambil mengeringkannya dengan hair dryer.
"Tuh kan, cantik. Pakai dulu outernya," kata Shena sambil memasang outer di tubuh Cahaya lalu melingkarkan tali di pinggang. "Ini minuman buat kamu."
"Kak Shena berpengalaman sekali."
Shena tersenyum kecil lalu dia menyemprot minyak wangi dengan harum memikat di tubuh Cahaya. "Karena aku mendapat pasangan yang tepat seperti Kak Sky. Kak Sky selalu berusaha membahagiakan aku jadi aku juga harus melakukan hal yang sama. Seperti kamu dan Rion. Aku mengerti kamu belum bisa mengekspresikan diri dan mungkin kamu juga belum mempunyai rasa percaya diri setelah kegagalan kamu, jadi sedikit aku bantu. Rion sudah menunggu kamu sangat lama, dan inilah saatnya kamu membalas penantian Rion. Sukseskan malam ini, tidak usah menunggu honeymoon atau ditunda lagi."
Cahaya mengangguk sambil tersenyum.
"Nih, kamu minum. Ini kayak minuman isotonik biar badan gak capek."
__ADS_1
"Iya Kak, terima kasih."
"Ya udah aku keluar dulu."
Cahaya menganggukkan kepalanya. Setelah meneguk minuman yang diberikan Shena sampai habis, dia membuka outer itu lagi lalu merebahkan dirinya di atas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut. Dia menunggu Arion masuk ke dalam kamar.
...***...
"Rion, kamu masih di sini?" Setelah Shena kembali ke kamar, kini berganti Sky yang mengurus Arion.
"Iya, sebentar lagi aku mau ke kamar."
"Udah, biarin aja. Papa kalau ngobrol sama temannya pasti lama." Sky menarik lengan Arion agar mengikutinya. "Nih, minuman buat kamu. Gas semalaman."
"Apaan, aku gak butuh kayak gitu."
"Untuk malam ini saja, selanjutnya memang gak butuh. Setelah acara seharian, kamu pasti capek. Ini biasanya juga aku minum kalau pas banyak banget kerjaan. Kamu pernah coba kan dan badan langsung full energi."
Arion mengambil minuman itu lalu meneguknya sambil berjalan menuju kamar hotelnya. Dia membuka kamar hotelnya lalu menutupnya rapat. Aroma harum tercium di hidungnya tapi dia melihat Cahaya sudah tertidur di atas ranjang.
"Ternyata sudah tidur." Lalu dia mengambil piyamanya dan masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar mandi lalu duduk di samping Cahaya. Dia usap rambut Cahaya lalu mencium keningnya.
"Pasti sangat capek. Met tidur ya." Arion merebahkan dirinya lalu memeluk Cahaya, tapi Cahaya justru membalas pelukannya.
"Aku belum tidur."
"Jadi barusan pura-pura tidur?"
"Iya, aku deg-deg an. Jadi pura-pura tidur aja."
Selimut yang awalnya tertutup rapat itu kini terbuka dan memperlihatkan tubuh atas Cahaya.
Arion menyentuh bahu yang terekspos sempurna itu. "Kamu..." Arion semakin membuka selimut itu dan terlihatlah tubuh Cahaya yang hanya terbalut dengan gaun tidur yang minim.
💞💞💞
__ADS_1
Like dan komen ya...
Skip-skip atau full nih? Kayaknya aku udah lama gak buat adegan panas full power setelah Arsen tamat... 🤣