Cahaya Cinta Arion

Cahaya Cinta Arion
BAB 9


__ADS_3

"Baguslah, kalau kamu jadi waitress di acara ini. Biar kamu tahu perbedaan kamu dan Aya itu sangat jauh." Weni menarik tangan putrinya agar mengikutinya. "Aya, acaranya sudah mau dimulai."


"Mama, jangan bicara seperti itu."


"Memang kenyataannya seperti itu, Aya."


Arion hanya terdiam menatap Cahaya yang telah menjauh bersama Mamanya. Dia kembali menuang minuman yang diminta beberapa tamu.


Bayu hanya tersenyum miring lalu dia berjalan di belakang Cahaya.


"Sabar ya, Rion," kata Nindi. "Sorry ya, gara-gara kita jadi bongkar penyamaran lo."


"Udah, gak papa. Memang faktanya kayak gini." Meskipun terasa sakit dan kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Dia masih belum bisa berbuat apa-apa.


Beberapa saat kemudian acara dimulai. Arion hanya menatap Cahaya dari kejauhan. Bahkan terkadang pandangan matanya terhalang oleh tamu lain. Setelah tiup lilin dan pemotongan kue, Cahaya menyisakan potongan ketiga untuk Arion. Saat dia akan memberikannya untuk Arion, Mamanya menahan tangannya.


"Diam, di sini! Jangan kemana-mana," bisik Weni di dekat telinga putrinya.


Cahaya mengurungkan niatnya dan meletakkan kembali kue itu.


"Terima kasih yang telah datang di pesta ulang tahun putri kami. Kami sekalian mengumumkan bahwa hari ini adalah hari pertunangan Cahaya."


Seketika Cahaya melebarkan kedua matanya. Dia menatap Papanya tak mengerti. "Papa, maksudnya apa?"


Fatur menahan lengan putrinya agar tidak pergi. Dia juga memberi kode pada Cahaya agar tidak membantah.


Arion mendongak saat mendengar pengumuman itu, seketika dia menerobos teman-temannya yang sedang berkumpul.


"Aya mau tunangan sama siapa?"


"Iya, sama siapa? Rion? Atau siapa?"


"Silakan Bayu, berdiri di samping Cahaya," kata Fatur lagi.

__ADS_1


Bagai disambar petir saat melihat Bayu berdiri di samping Cahaya. Arion sama sekali tidak tahu masalah ini. Hatinya terasa sangat sakit, bukan hanya sakit karena dia akan kehilangan Cahaya tapi dia juga mendapatkan kenyataan bahwa sahabatnya berkhianat padanya. Bayu yang selama ini dia anggap sahabat terbaiknya ternyata hanya sahabat busuk yang menusuk dari belakang.


Bukan hanya Arion, tapi semua temannya juga terkejut karena yang mereka tahu Arionlah pacar Cahaya.


Cahaya menatap nanar Arion. Air matanya hampir terjatuh. Dia tidak bermaksud menyakiti Arion seperti ini.


Bayu meraih tangan Cahaya dan akan memakaikan cincin itu, tapi Cahaya menepisnya. "Gue gak mau tunangan sama lo!"


Kemudian Cahaya berlari menghampiri Arion yang kini telah membalikkan badannya. "Rion! Ini bukan mau aku."


Arion menarik napas dalam untuk menenangkan hatinya. Dia tidak ingin merusak acara Cahaya. "Aya, kamu kembali ke sana." Arion melepas tangan Cahaya lalu dia kembali ke stand minuman.


"Rion!"


Fatur menahan lengan Cahaya saat Cahaya akan mengejar Arion. "Aya, jangan mempermalukan keluarga kita. Di sini juga ada rekan bisnis Papa."


"Tapi, Pa..."


Fatur menekan lengan putrinya agar Cahaya menurut dengannya. Dia menarik Cahaya agar kembali berdiri di atas panggung yang berdekor cantik itu.


"Maaf, sedikit ada masalah. Biasa anak muda. Jadi sebenarnya Cahaya dan Bayu sudah kami jodohkan sejak lama bahkan sejak mereka kecil kami sudah berencana untuk menjodohkan mereka. Sekarang usia mereka sudah 18 tahun, kita resmikan hubungan mereka dan mengumumkan pada publik." Fatur semakin mendekatkan putrinya pada Bayu. "Bayu, pasangkan cincin itu di jari Aya."


Bayu memegang tangan Cahaya lalu memasangkan cincin itu di jari manis Cahaya.


Air mata itu sudah tidak bisa ditahan Cahaya. Dia kini menangis, ditambah tekanan dari Papanya yang menyuruhnya memasangkan cincin satunya di jari Bayu.


Tepuk tangan mengiringi mereka berdua.


Arion duduk dengan lemas. Hatinya terasa sangat sakit, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk memperjuangkan cintanya.


"Rion, sabar ya." Nindi dan beberapa teman perempuan lainnya berdiri di dekat Arion.


"Gue gak bisa bayangin gimana sakitnya hati lo," kata Nindi sambil menangis.

__ADS_1


"Nindi, ngapain lo nangis? Bikin gue makin pusing aja." Arion berdengus kesal lalu dia mengumpulkan piring dan gelas yang kotor. Dia tidak peduli dengan tatapan teman-temannya dan juga bisik-bisik mereka. Meskipun hatinya terasa sangat sesak tapi dia harus tetap menyelesaikan pekerjaannya.


Setelah semua tamu pulang dan acara telah selesai, Arion dan waitress lainnya masih sibuk membersihkan tempat itu.


"Rion!" panggil Cahaya yang kini berdiri di dekat Arion.


"Aya, kamu masuk ke dalam rumah. Aku sedang kerja." Arion tetap melanjutkan pekerjaannya. Bahkan dia terus mengalihkan pandangannya dari Cahaya.


"Rion, ini bukan mau aku."


"Iya, gak papa. Aku tahu. Selamat ya..." Kemudian Arion pergi dengan membawa peralatan catering.


Cahaya akan mengejar Arion tapi lagi-lagi dia ditahan oleh Mamanya. "Udah, kamu jangan kejar lagi cowok miskin itu. Kamu sekarang sudah bertunangan dengan Bayu."


Seketika Cahaya melepas cincin itu dan membuangnya. Lalu dia berlari masuk ke dalam kamarnya sambil menangis.


"Aku gak mau terus diatur kayak gini!" Cahaya duduk di depan cermin sambil menatap pantulan wajahnya yang penuh air mata.


"Arion..." Cahaya menatap liontin yang menggantung di lehernya. "Aku harus menemui Arion."


Cahaya segera mengganti gaunnya. Dia kini memakai jaket dan tas selempangnya yang sudah berisi dompet dan juga ponselnya. Dia tunggu beberapa saat sampai kedua orang tuanya masuk ke dalam kamar.


Setelah dirasanya rumah sepi, Cahaya keluar dari kamarnya dan berjalan pelan menuju pintu rumah. Untunglah, tidak ada yang mengetahui dia kabur.


Cahaya memesan ojek online sambil berjalan menuju gang kompleks rumahnya. Setelah menunggu beberapa saat, tukang ojek online itu datang dan Cahaya segera naik ke boncengannya.


Beberapa saat kemudian dia sampai di depan rumah Arion, Cahaya berdiri di dekat pintu rumahnya lalu menghubungi Arion.


"Rion, aku ada di depan rumah kamu..."


💞💞💞


Like dan komen ya...

__ADS_1


Cerita Arion ini memang penuh bawang ya, nanti semakin membawang tapi gak lama. Cuma bentar aja karena inti cerita ini pas Arion udah dewasa nanti.


__ADS_2