Cahaya Cinta Arion

Cahaya Cinta Arion
BAB 31


__ADS_3

Shena masih setia menemani Cahaya hingga siang hari. Cahaya juga sudah mau bercerita padanya, dan sekarang Cahaya telah tertidur setelah makan siang dan minum obat.


Tiba-tiba saja ada yang masuk ke dalam ruangan itu dan langsung mendekati Cahaya.


"Aya..."


"Kamu siapa? Kenapa kamu tiba-tiba masuk?" Shena kembali berdiri di dekat Cahaya.


Mendengar suara itu, Cahaya terbangun. Saat dia melihat Bayu yang berada di dekatnya, dia kembali histeris. "Kamu pergi dari sini!"


"Aya, dengarkan aku dulu."


"Kamu pergi!"


"Aya, tenang ya." Shena mendekap kepala Cahaya dan berusaha menenangkannya. "Lebih baik kamu pergi dari sini. Emosi Aya sedang tidak stabil."


Bayu tak juga pergi dari tempat itu. Dia masih berdiri di dekat Cahaya. "Aya, aku minta maaf sama kamu."


Cahaya semakin menyembunyikan wajahnya di perut Shena.


"Tolong, kamu keluar saja. Kalau mau menyelesaikan masalah nanti saja, tunggu sampai kesehatan Aya membaik," kata Shena lagi.


"Lo ngapain?" Beberapa saat kemudian Arion datang bersama Weni. Dia menarik Bayu agar menjauh dari Cahaya. "Ngapain lo ke sini? Lo pergi!" Arion mendorong sampai Bayu keluar dari ruangan itu.


"Gue mau kasih surat perceraian ini biar ditandatangani Aya."


"Bagus, kalau lo cepat urus ini." Arion mengambil dokumen itu dari tangan Bayu. "Setelah ini, lo jangan lagi ganggu hidup Aya!" Arion mendorong Bayu lagi lalu menutup pintu ruangan Cahaya.


"Mama..." Cahaya memeluk Mamanya dengan erat. "Mama jangan lagi kembali ke rumah sakit. Mama tinggal sama Aya saja. Nanti Aya cari rumah kontrakan buat kita tinggal."


"Iya, Mama tidak kembali lagi ke rumah sakit. Mulai sekarang, Mama akan menemani kamu."


Untunglah Arion bisa menggertak pihak rumah sakit dan tentu saja, Arion memberi uang jaminan yang lebih tinggi dari yang diberikan Tirta. Bisa-bisanya Tirta sengaja memasukkan Weni ke rumah sakit jiwa, padahal tidak ada gangguan mental yang diderita.


Kemudian Arion duduk di sofa, dia biarkan Cahaya dan Mamanya berbicara berdua.


"Itu dokumen apa?" tanya Shena. Dia kini juga duduk di sofa dekat Arion.


"Surat gugatan cerai Aya. Biar dia agak tenang, baru aku kasih tahu. Kak Sky, apa sekarang ada di kantor?"

__ADS_1


"Iya, sepertinya ada di kantor."


"Aku mau ke sana, ada keperluan penting. Kak Shena masih bisa kan di sini menemani mereka."


"Iya bisa, suruh Kak Sky jemput si kembar ya dan nanti aku suruh Aya tanda tangan ini." Shena meraih dokumen itu. "Lebih cepat lebih baik, agar hati Aya lebih lega dan sudah tidak ada lagi beban pikirannya."


"Iya Kak, terima kasih sudah membantu Aya."


"Iya, tidak apa-apa. Ya sudah kalau kamu ada kepentingan, kamu tinggal saja tidak apa-apa."


Arion menganggukkan kepalanya lalu dia berdiri dan mendekati Cahaya. "Aya, aku ke kantor dulu ya, nanti aku ke sini lagi."


Cahaya hanya menganggukkan kepalanya.


"Kakak ipar saya tetap di sini dan menemani Tante. Nanti kalau Tante butuh apa-apa, bilang saja sama Kak Shena."


"Iya, terima kasih banyak."


Kemudian Arion keluar dari ruangan Cahaya. Dia segera menuju tempat parkir lalu menaiki mobilnya. Sebelum berangkat, dia menghubungi Dika terlebih dahulu untuk mengecek keuangan kantor dan mencari tahu berapa hutang keluarga Cahaya di bank. Dia ingin menebus rumah Cahaya.


Arion tak juga melajukan mobilnya, dia masih saja menatap layar ponselnya. "Saldo aku gak cukup. Aku memang harus pinjam sama Kak Sky." Kemudian dia melajukan mobilnya menuju perusahaan Sky.


"Rion, kalau masuk ketuk pintu dulu."


"Memangnya ada rahasia apa? Ini kantor bukan kamar." Arion duduk di depan Sky yang sedang sibuk dengan layar laptopnya.


"Terserah kamu. Ada perlu apa ke sini? Biasanya kalau bahas masalah kerja lewat vc saja."


"Aku mau pinjam uang 200 juta."


Seketika Sky menatap adiknya itu. "200 juta buat apa?"


"Buat tebus rumah Aya."


Seketika Sky tertawa. "Rion, Rion, bucin kamu melebihi aku. Memang uang kamu gak cukup?"


"Kak Sky, produksi baru jalan, dan penjualan akan dimulai bulan depan. Uang modal masih berhenti disitu. Dua bulan lagi aku kembalikan."


"Oke, gampang kalau soal itu. Nanti aku transfer. Tapi kali ini kamu yakin dengan pilihan kamu, apa dia sudah tidak ada hubungan lagi dengan suaminya?"

__ADS_1


"Sudah, sebentar lagi mereka akan resmi bercerai. Kali ini aku gak akan lepasin Aya. Sudah cukup penderitaan dia."


"Suami Aya, siapa namanya? Bayu?"


"Iya. Bayu, sekarang memimpin perusahaan Atlanta."


"Atlanta, produksi elektronik, sama seperti perusahaan baru kamu itu."


"Iya, kita bergerak di bidang yang sama. Hanya saja mereka memproduksi barang elektronik untuk kelas menengah ke atas."


"Aku yakin, mereka akan kalah setelah produk-produk kamu itu meluncur di pasaran, karena kamu menekan harga jual, dengan moto kamu yang murah dan berkualitas itu."


"Iya, kita lihat saja nanti. Kekayaan dari hasil menipu pasti hanya sesaat. Kalau tidak ada asupan saham dari perusahaan permana yang sekarang aku pegang, perusahaan atlanta tidak akan seperti sekarang."


"Iya, kamu benar. Kenapa kamu tidak menuntut mereka atas dasar penipuan yang dilakukan pasa keluarga Aya."


"Tim audit sudah mendapatkan bukti, tapi hanya mengarah pada manager keuangan dan sekarang dalam proses hukum. Bagi aku yang penting mereka tidak mengganggu Aya lagi, biarkan Tuhan yang membalas mereka semua. Karma itu ada, dan mereka tidak akan bisa menghindar jika mereka sudah menuai hasil perbuatan mereka."


Sky tersenyum mendengar perkataan Arion yang bijaknya melebihi dirinya. "Keren." Kemudian dia mengambil ponselnya dan mentransfer Arion. "Sudah aku transfer. Kalau masalahnya sudah selesai, segera menikah. Biar cepat merasakan enaknya punya istri."


Wajah yang serius itu seketika berubah menjadi tawa. "Kak Sky mikirnya enak-enak aja."


"Loh, beneran. Lihat saja nanti kalau kamu sudah menikah."


"Masih berproses. Lihat kesiapan psikis Aya dulu karena dia masih trauma."


"Oke, semoga diberi kemudahan dan kelancaran."


"Amin. Ya sudah, aku mau mengurus rumah ini dulu. Biar lusa bisa langsung Aya tempati. Oiya, Kak Sky suruh jemput si kembar," kata Arion sambil berdiri setelah mengecek notifikasi uang masuk di rekeningnya.


"Iya, nanti aku jemput sekalian pulang."


Kemudian Arion keluar dari ruangan Sky.


Aya, mulai hari ini kamu sudah benar-benar lepas dari Bayu dan memulai kehidupan kamu yang baru. Semoga kamu selalu bahagia...


💞💞💞


Agar silaturahmi tidak terputus, pinjam dulu dua ratus juta... 🤣

__ADS_1


Like dan komen ya...


__ADS_2