Cahaya Cinta Arion

Cahaya Cinta Arion
BAB 34


__ADS_3

Malam itu, Bayu masih saja menatap layar ponselnya. Berulang kali dia melihat video Arion yang melamar Cahaya. Dia tersenyum kecil melihat senyum merekah Cahaya.


Aya, semoga kamu bahagia.


"Mas..."


Bayu beralih melihat e-mail nya saat Nissa mendekatinya.


"Ada apa?"


Kemudian Nissa bersandar manja di bahu Bayu. "Mas, aku mau mangga. Mas, tadi lupa ya gak beliin."


"Iya, aku lupa. Sebentar ya. Mumpung belum terlalu malam aku belikan sekarang saja." Bayu mencium pipi Nissa lalu dia turun dari ranjang. Dia memakai jaketnya dan keluar dari kamar.


Nissa tersenyum kecil kemudian dia membuka laptop milik Bayu yang berada di atas meja kamar. Setelah menikah dengan Nissa, Bayu tidak pernah bekerja di ruang kerjanya. Hanya terkadang saja Bayu melanjutkan pekerjaannya di kamar.


Kemudian Nissa menghubungi seseorang lewat ponselnya. "Data itu aku kirim lewat e-mail. Oke." Setelah selesai mencuri data, tak lupa dia membersihkan semua histori di laptop itu, lalu dia mematikan kembali laptop itu dan meletakkan ke tempat semula. Dia kembali naik ke atas ranjang sebelum Bayu kembali ke kamarnya.


...***...


Seminggu telah berlalu, hari itu adalah hari penting untuk Arion dan Cahaya. Setelah melakukan ijab qabul di pagi hari, mereka kini telah sah menjadi sepasang suami istri. Mereka menunggu resepsi dengan beristirahat sebentar di hotel. Resepsi mereka memang diadakan di halaman hotel berbintang dari siang sampai malam hari.


"Aya, selamat sudah sah menjadi istri Rion." Arion memeluk Cahaya dari belakang saat Cahaya sedang bercermin membenarkan rambutnya.


"Rion, eh, Mas Rion. Sebentar aku masih hapus make up nih, nanti jam 12 siang tukang riasnya ke sini lagi."


"Sekarang masih jam 10 masih ada waktu 2 jam untuk istirahat. Bukan istirahat tapi untuk berduaan." Arion semakin mendekap tubuh Cahaya dan mengendus lehernya. "Suka banget kamu panggil aku dengan sebutan Mas."


Setelah selesai membersihkan make up nya, Cahaya memutar tubuhnya dan menatap Arion. "Kadang aku masih tidak percaya, aku bisa menikah dengan kamu. Setelah perjalanan yang panjang dan berat yang aku lalui."


Arion tersenyum lalu dia mengangkat tubuh Cahaya dan menjatuhkannya di tengah ranjang.


"Mas, kita..."


Arion membungkam bibir Cahaya dengan bibirnya. Setelah sekian lama dari ciuman pertamanya dulu, akhirnya Arion kembali merasakan bibir manis itu yang terasa lembut dan hangat. Dia nikmati secara perlahan dengan jemari yang mengusap lembut leher Cahaya.


"Mas Rion..." Cahaya menarik napas panjang karena dia hampir tidak bisa bernapas saat Arion menciumnya.


"Kenapa? Aku gak lakuin sekarang kok. Masih ada waktu untuk nanti malam."


"Ih, bukan itu."


"Terus?"


Cahaya memainkan jemarinya sendiri. Dia bingung mau bicara apa. "Hmm, itu, aku sudah janda. Gimana kalau aku sudah pernah..."

__ADS_1


"Memang kamu pernah merasakannya?"


Cahaya menggelengkan kepalanya. "Aku gak tahu."


Arion tertawa lalu dia menindih tubuh Cahaya dan kembali mencium bibirnya.


Dada Cahaya semakin berdebar. Dia bisa merasakan sesuatu yang telah mengeras bergesek di bawah perutnya.


Arion menarik napas dalam setelah melepas ciumannya. "Kita lanjut nanti malam saja." Lalu dia menarik tubuh Cahaya ke dalam pelukannya. "Detak jantung kamu kencang banget?"


"Iya, aku deg-deg an banget"


Arion tertawa dan semakin mengeratkan pelukannya. "Rileks saja. Nanti kita nikmati berdua. Kamu mau bulan madu kemana?"


"Terserah Mas Rion saja."


"Aku punya satu kejutan buat kamu. Besok sore kita berangkat. Memang tidak jauh, tapi tempat itu penuh kenangan buat kita."


"Kemana?"


"Kamu lihat saja besok."


Cahaya tersenyum lalu menempelkan wajahnya di dada Arion. Terasa sangat nyaman berada dalam dekapan Arion seperti ini. "Mas, kalau aku ketiduran bangunin ya. Semalam aku gak bisa tidur."


"Iya, kamu tidur saja."


Satu kali lagi bel itu berbunyi akhirnya Arion membuka matanya. "Astaga, aku ketiduran. Aya, bangun." Arion melepas pelukannya lalu turun dari ranjang dan membuka pintu. Di depan pintu ada Mamanya yang sedang berdiri sambil berkacak pinggang.


"Rion, ini jam berapa? Kita tunggu di kamar sebelah tidak datang-datang. Jadi resepsi gak?"


Arion hanya tersenyum sambil menggaruk lehernya. "Iya, Ma. Aku ketiduran. Soalnya semalam gak bisa tidur."


"Ya udah, kalian mandi dulu. Kita tunggu di kamar sebelah. Mandi lima menit saja, jangan lama-lama."


"Iya, Ma." Setelah Mamanya pergi Arion kembali menutup pintu. Dia melihat Cahaya yang masih tertidur dengan nyenyak. Sebenarnya dia tidak tega membangunkannya tapi waktu terus mengejarnya.


"Aya, bangun." Arion mengusap pipi Cahaya agar segera bangun.


Cahaya hanya bergeliat dan berusaha membuka kedua matanya lengket.


"Ayo, udah ditungguin Mama."


"Bisa gak sih telat dulu."


"Nggak bisa, soalnya make up in kamu lama. Acaranya tinggal satu jam lagi loh." Arion mengangkat tubuh Cahaya dan membawanya ke kamar mandi. Lalu menurunkan Cahaya di bawah shower.

__ADS_1


"Mas, iya, aku mau mandi sendiri." Cahaya mendorong Arion agar menjauh tapi Arion semakin mendekatkan dirinya.


"Mama cuma beri waktu lima menit." Lalu dia menghidupkan shower hingga air itu mengguyur tubuh mereka.


Tanpa melepas pakaian, mereka menikmati guyuran air di bawah shower. Saling memeluk dan saling bertatapan.


"Aya?" Arion semakin menatap lekat Cahaya.


"Iya."


"Aku sudah tidak sabar menanti malam ini."


Cahaya hanya tersenyum dengan pipi yang merona. Dia menundukkan pandangannya saat merasakan tangan Arion membuka kancing piyamanya satu per satu.


"Mas, jangan lihat sekarang."


"Kenapa? Buat pemanasan."


"Yakin, waktu lima menit akan cukup di kamar mandi?"


Arion tersenyum lalu dia mencium bibir Cahaya. Ciuman lembut di bawah guyuran air hangat itu semakin menambah gairah yang telah lama terpendam.


"Aya..." Perlahan Arion menjatuhkan piyama Cahaya. Kemudian dia mengusap kedua bahu itu.


Cahaya hanya menggigit bibir bawahnya saat mendapat tatapan Arion.


"Aya..." Arion mendekatkan wajahnya ke telinga Cahaya. "Cepat mandi, nanti Mama marah."


Seketika Cahaya tertawa. Dia kira, Arion akan melakukan sesuatu yang lebih dari itu.


"Mas, ih..."


Arion juga tertawa sambil mencubit kecil hidung Cahaya, lalu dia menjauhkan tubuhnya. "Kalau Mama udah ngambek nanti semua acara bisa berantakan. Jadi kita harus cepat-cepat." Arion membuka bajunya yang telah basah hingga menyisakan celana pendeknya, dia menyabun tubuhnya dengan cepat lalu membilasnya.


Cahaya hanya melongo melihat tingkah Arion. "Kilat khusus."


"Iya, kamu lanjut sendiri. Aku siapkan baju ganti kamu biar cepat." Kemudian Arion memakai bathrobe dan keluar dari kamar mandi.


Cahaya masih saja tersenyum. Belum sehari menikah, Arion sudah memberinya kejut jantung berulang kali.


💞💞💞


Like dan komen ya... Aku mau ke salon, mau datang ke resepsinya Arion nanti. Siapa yang mau ikut?


Mampir ke karya aku satunya yuk. Aku udah gak berharap banyak di novel ini jadi mencoba peruntungan yang lain. Ya, semoga saja beruntung.

__ADS_1



Ada hantu bucin 🤣. Tenang ini gak terlalu menegangkan kok.. 🤭


__ADS_2