
Hari itu Arion pulang hingga larut malam, tenaga dan pikirannya benar-benar terkuras menghadapi masalahnya. Dia kini masuk ke dalam kamar dan melihat Cahaya telah tertidur sambil memeluk guling. Dia cium kening Cahaya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai dan memakai piyamanya, dia naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya di sebelah Cahaya. Kepalanya terasa pusing, bahkan badannya terasa pegal semua.
"Udah lama aku gak check up. Besok aku suruh Dika mengantarku ke rumah sakit." Arion memutar tubuhnya dan hanya menatap Cahaya yang sedang memejamkan kedua matanya. Dia tidak memeluk Cahaya agar Cahaya tidak terbangun dari tidurnya. Beberapa saat kemudian dia juga memejamkan mata, meski rasanya kepalanya berputar-putar.
Di saat hari menjelang pagi, Cahaya membuka kedua matanya. Dia melihat Arion yang tidur sambil mendekap dirinya sendiri. Semalam dia sama sekali tidak tahu kepulangan Arion. "Mas Rion semalam pulang jam berapa?" Cahaya mendekat dan memeluk Arion tapi badan Arion terasa sangat panas.
"Kenapa badan Mas Rion panas banget?" Cahaya menyentuh kening Arion yang juga terasa panas. Rasa takut tiba-tiba menghampirinya. "Mas..."
"Hem..." Arion hanya bergumam pelan tanpa membuka matanya. "Aya, kamu tidur lagi, sini."
"Mas Rion demam."
"Iya, aku demam biasa." Arion semakin menarik selimutnya karena dia merasa kedinginan.
Cahaya turun dari ranjang dan mengambil kompres lalu menempelnya di kening Arion.
"Aya, kamu tidur lagi." Arion membuka kedua matanya yang merah. Dia menatap jam dinding yang masih menunjukkan pukul tiga pagi. "Masih jam tiga, sini kamu tidur lagi."
Cahaya hanya menganggukkan kepalanya sambil membenarkan kompres gel yang sudah menempel di kening Arion. "Mas, aku takut sekali kalau lihat kamu sakit gini."
"Takut kenapa? Kamu jangan khawatir." Tiba-tiba perut Arion terasa penuh dan mual. Arion segera turun dari ranjang dan muntah di kamar mandi.
"Mas, sebentar lagi aku hubungi Kak Sky ya biar diantar ke rumah sakit." Cahaya keluar dari kamar dan mengambil minuman hangat untuk Arion. "Mas minum dulu."
Arion meneguk air hangat itu hingga habis lalu dia kembali merebahkan dirinya. Kepalanya semakin pusing dan terasa berputar-putar.
"Mas, aku hubungi Kak Sky sekarang biar diantar ke rumah sakit." Cahaya mengambil ponsel Arion karena memang di rumahnya belum ada sopir keluarga.
"Aya, nanti saja. Kak Sky pasti masih tidur."
"Mas, ya sudah, biar aku saja yang antar."
"Aya, kamu lagi hamil. Kamu harus istirahat total. Sini kamu tidur lagi." Arion menarik pelan tangan Cahaya tapi Cahaya hanya menggeser dirinya dan mengusap rambut Arion.
"Kemarin siang Mas langsung makan gak?"
Arion menggelengkan kepalanya. "Aku makan sore."
__ADS_1
"Terus malam makan lagi?"
"Aku langsung tidur karena badan aku capek banget."
"Harusnya aku kemarin tunggu Mas Rion sampai pulang dan menyiapkan makanan."
"Aya, kalau mau makan aku bisa ambil sendiri. Aku kemarin pulang jam sebelas, memang yang benar kamu istirahat dan tidur, tidak perlu menunggu." Arion ingin memeluk Cahaya lagi tapi perutnya kembali mual. Dia segera turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi.
"Mas, ke rumah sakit sekarang saja." Cahaya segera menghubungi Sky. Sampai beberapa kali panggilan baru akhirnya Sky mengangkat. "Kak Sky, tolong antar Mas Rion ke rumah sakit ya sekarang. Mas Rion sakit. Terima kasih, Kak."
"Kayaknya asam lambung aku naik." Arion kini duduk di tepi ranjang dan meneguk minuman hangat yang masih berada di atas nakas.
"Makanya jangan sampai telat makan. Sesibuk apapun harus tetap makan." Cahaya mengambil jaket Arion lalu memakaikannya di tubuh Arion.
"Iya. Kamu di rumah saja, istirahat."
"Tapi..."
"Ingat kata Dokter, kamu harus banyak istirahat."
Cahaya akhirnya menganggukkan kepalanya. "Tapi kalau nanti Mas dirawat, aku akan ke rumah sakit."
Setelah Sky datang, Arion keluar dari kamarnya. "Baru nikah lima bulan udah tepar aja. Kebanyakan pasti." Sky memapah Arion keluar dari rumah sambil menggodanya.
"Rion kenapa?" tanya Weni.
"Sakit Ma. Badannya panas banget sama muntah-muntah dari tadi."
"Pasti kecapekan. Aya, kamu juga harus kembali istirahat."
"Iya, Ma." Meski demikian Cahaya masih tetap mengantar Arion ke halaman rumah. Dia masuk setelah mobil Sky menjauh.
Di dalam mobil, Arion meringkuk di sebelah Sky yang sedang mengemudi.
"Kamu udah lama gak check up?"
Arion hanya menganggukkan kepalanya.
"Rion, kamu kan harus tetap sering medikal check up, meskipun udah sembuh."
__ADS_1
"Iya, aku belum sempat. Pekerjaan aku banyak banget. Tadi aku seharian sampai malam mengurus masalah di perusahaan Aya."
"Kan aku sudah bilang sebelumnya, kalau mengakuisisi perusahan Aya itu, pekerjaan kamu dua kali lipat."
"Iya, aku tahu. Tapi aku beruntung dapatkan perusahaan Aya jadi Aya bisa tetap memiliki perusahaannya."
"Nanti aku bilang sama Papa biar bantu kamu."
"Jangan, biar aku atasi sendiri."
"Rion, aku tahu kamu pekerja keras tapi kamu juga harus jaga kesehatan kamu jangan sampai kamu drop lagi. Kamu harus ingat, sekarang kamu punya Aya dan calon anak kamu. Kamu harus bisa menjaga mereka karena bukan hanya materi yang mereka butuhkan tapi juga perhatian kamu. Jangan buat Aya kepikiran dengan kesehatan kamu."
"Iya, iya. Aku ngerti."
Kemudian Sky menghentikan mobilnya di depan IGD. Dia membantu Arion turun dari mobil dan memapahnya masuk ke dalam IGD. Dokter segera memeriksa kondisi Arion. Karena Arion dehidrasi, dia harus dirawat di rumah sakit. Meskipun Arion sempat menolak tapi baik Sky dan dokter memaksa Arion tetap di rumah sakit.
Arion kini berbaring di atas brankar dengan tangan yang terinfus. "HP aku ketinggalan. Kak Sky pinjam HP nya."
"Nih. Aku sudah menghubungi Mama. Aku pulang kalau Mama sudah datang."
Arion kini menghubungi Cahaya dan memberi kabar bahwa dia harus rawat inap di rumah sakit.
"Sayang, jangan ke sini. Aku nanti sama Mama. Kamu istirahat saja di rumah. Aku gak papa, mungkin besok juga sudah pulang. Iya, iya, kamu di rumah saja ya."
Sky tersenyum miring mendengar percakapan adiknya itu. "Jadi kamu dan Aya dituduh mencuri rahasia perusahaannya sama keluarga Bayu?" tanya Sky setelah Arion selesai menghubungi Cahaya.
"Iya, ada yang sengaja mencuri data rahasia perusahaan Bayu lalu dijual. Noval membelinya. Sepertinya ada yang berkhianat di perusahaan Bayu."
"Kamu jadi rugi berapa?"
"Gak tahulah. Aku lagi proses menawar untuk pengembalian bahan baku. Semalam aku urus sampai malam gak kelar-kelar."
"Ya udah. Kamu fokus kesehatan kamu dulu. Nanti biar diurus Papa."
Arion menarik napas panjang lalu dia memejamkan kedua matanya karena efek obat yang diberikan dokter mulai bekerja.
💞💞💞
Hai, maaf banget yg mengikuti Azka belum bisa update dikarenakan tiba2 idenya hilang... 🤣🤣 Mungkin nunggu cerita ini tamat mau aku remake ulang.
__ADS_1
Like dan komen ya... 😌