Cahaya Cinta Dan Kenangan

Cahaya Cinta Dan Kenangan
Episode. 1 ~ Prolog


__ADS_3

Hai semuanya jangan lupa ya komen dan likenya 😍


Kita memang tidak tahu dibelahan dunia mana kita Bertemu" by: Kinan Abizar Ahlam


...----------------...


...Didalam sebuah kamar rumah sakit,terlihat terbaring lemah sang ayah karena penyakit yang dideritanya....


"Maafkan kami, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan ayah anda tapi Allah berkehendak lain...ayah anda telah meninggal dunia!"


Dunia gadis itu seketika hancur mendengar pernyataan seorang dokter tentang keadaan sang Abi, dengan Isak tangis yang tak terbendung gadis bernama Kinan itu mencurahkan semua kesedihannya!


"Abi...bangun Abi!!"


"Hiks...hiks...jangan tinggalkan Kinan sendirian!!"


"Abi! mohon jangan tinggalkan Kinan!" pinta Kinan dengan nada lirih dan Isak air mata didepan tubuh sang Abi yang telah kaku.


Kinan Abizar Ahlam seorang gadis berusia 20 tahun, gadis sholehah dan cantik itu menangis disamping tubuh sang ayah yang sudah terbujur kaku.


"Hik...hik...hik...Abi...kenapa Abi meninggalkan Kinan seperti ini!" dengan terbata bata Kinan masih tak menyangka jika Abi yang kemarin masih terlihat baik baik saja mendadak kritis dan dinyatakan meninggal dunia


"Ikhlaskan abimu Kinan, Allah pasti telah menempatkan abi disisi-Nya yang terbaik"kata Alesha, sahabat dari sang Abi.


Kinan hidup dengan sang Abi selama hidupnya Karena uminya Kinan telah meninggal dunia sedari Kinan berusia 4 tahun dan sekarang sang Abi juga meninggalkannya.


Kinan tidak sanggup membendung air matanya, namun dalam hatinya ia mencoba untuk kuat dan sabar menerima ketetapan Allah SWT.


"Ya Allah kuatkan hamba atas ketetapanmu, dan janganlah engkau membutakan hatiku karena rasa sakit akan kepergian abi"


Alesha memeluk tubuh Kinan dan menenangkan Kinan, sambil berkata lirih Alesha sudah menganggap Kinan sebagai putrinya dan akan berjanji menjaga Kinan karena Adnan telah meminta satu janji yang mereka ucapkan dulu.


"Mulai sekarang ada kami yang akan menjagamu dan mulai sekarang kami akan menepati janji yang pernah kami ucapkan dulu bersama Abimu"


"Terimakasih karena Tante mau menerima Kinan" ucap kinan masih dengan Isak tangis,


Walaupun ia sedikit heran dengan ucapan itu, janji apa maksud Tante Alesha?, namun ia tidak menghiraukan lebih lanjut karena kesedihan Kinan yang tercurahkan kepada sang Abi.


Kepergian seseorang yang sangat kita cintai memang sangatlah berat, namun jangan lupa jika semua telah ada kadarnya dan masing masing akan mendapatkan janji yang telah ditetapkan oleh-Nya.


Sang Abi kini telah dimakamkan tepat disebelah makam sang istri tercinta.


Tik..tik..tik...!!


"Abi yang tenang disana dan semoga Allah memberikan tempat yang tebaik disisi-Nya"kata Kinan sambil mengusap nisan sang Abi.


Matahari yang menyinari siang itu tidak cukup membuat suasana menjadi hangat dan seperti sinarnya yang terang tidak cukup membuat hati Kinan yang muram kembali bersinar, namun hanya kesedihan dan air mata yang tersisa dari seseorang yang tidak akan pernah kembali.


Tap..!!


"Kinan ayo kita pulang!"


Alesha datang dan menyentuh pundak Kinan, Kinan membalikkan tubuhnya menghadap Alesha dan sambil tersenyum tipis kearah makam Abi,


"Abi Kinan pulang dulu, Assalamualaikum" Kinan pun dengan hati yang telah mengikhlaskan kepergian ayahnya.


Kinan pun meninggalkan makam dan kembali kerumahnya, dan kini didalam ruang tamu, Kinan, Azkara, dan Alesha duduk berhadapan.


"Kinan seperti yang sudah kami katakan sebelumnya bahwa keluargamu dan keluarga Tante dulu pernah mengikat janji bersama" ucap Alesha kepada Kinan dengan tatapan mata yang teduh.


"Janji apa Tante?!"tanya Kinan bingung, Kinan benar benar tidak tahu janji apa yang dimaksud oleh Alesha dan Azkara.


Sebelum sang ayah menutup matanya dan dinyatakan meninggal dunia, sang ayah memang sempat berbicara dengan Kinan dan menyatakan jika nanti Kinan harus menurut dengan keluarga Azhar sama seperti keluarga Kinan sendiri.


"Janji Pernikahan"sahut Azkara menjawab pertanyaan Kinan, Azkara adalah suami dari Tante Alesha dan sahabat almarhum abinya.


Degg!!


Kinan terpaku mendengar perkataan itu, janji...janji pernikahan apa maksudnya!?l, siapa?


"Apa maksud paman!!?"ucap Kinan lirih,

__ADS_1


"Janji pernikahan antara kau dan putra paman dan itu telah di ikat dari kalian kecil" sahut Azkara lagi dan menjelaskan semua kepada Kinan.


Perjodohan ini dimulai dari sejak Kinan lahir, Adnan dan sahabat Abi tuan Azkara, telah mengikat tali perjodohan dengan putranya yang kala itu masih berumur 5 tahun pada Kinan yang juga baru lahir, karena satu kejadian yang membuat dua keluarga itu memutuskan untuk menjodohkan keduanya.


Flashback...


Satu hari...


Tiba-tiba peristiwa besar terjadi kepada keluarga Azhar dan keluarga Kinan,masa itu Umi yang kala itu baru saja melahirkan Kinan tiba tiba kehilangan kinan yang ternyata telah diculik oleh salah satu musuh keluarga Azhar dan kinan.


Kinan dan Kairen dibawa sebagai tawanan untuk menjatuhkan keluarga mereka dan saat itu keluarga mencoba segala cara untuk menyelamatkan Kairen dan Kinan.


Dan disaat saat terakhir dengan kejamnya musuh melemparkan Kinan yang masih bayi dari dalam rumah berlantai dua keluar halaman, dan saat itu Kairen yang berumur 5 tahun ikut melompat dari jendela dan menangkap tubuh mungil Kinan.


Nyawa Kinan kecil berhasil diselamatkan oleh Kairen yang masih berumur 5 tahun dan dalam dekapan Kairen kecil yang terluka parah, Kinan berhasil selamat namun mereka harus dilarikan kerumah sakit kala itu.


"Hik..hik...hik..!!, ayo Abi kita kerumah sakit sekarang" bujuk sang umi Azizah kepada suaminya kala itu, dan dalam dekapan umi Azizah Kinan yang masih bayi hanya diam dan tidak menangis sedikit pun.


"Baik sayang kita akan kerumah sakit sekarang juga!" sahut Adnan sama cemasnya dengan sang isteri.


Lalu begitu juga dengan keluarga Azhar mereka juga segera membawa Kairen yang pingsan.


Tak lama mereka pun sampai dirumah sakit, lalu dengan rasa cemas yang menguasai diri mereka saat itu mereka segera masuk kedalam rumah sakit dan memanggil dokter untuk meminta tolong.


Perawat pun tiba dan langsung mengambil alih Kairen dan Kinan dan sama sama di tangani dirumah sakit itu.


Setelah beberapa jam di periksa dan ditangani oleh dokter, keadaan Kairen dan Kinan pun kembali memulih dengan cepat.


"Syukurlah tidak terjadi sesuatu yang serius kepada anak kita pah...hik..!" ucap sedih sang mamah Kairen.


"Benar mamah!" sahut Azkara kepada istrinya Alesha sambil mendekap erat tubuh sang istri.


Mereka pun sama sama bersyukur karena tidak terjadi sesuatu kepada kedua anak mereka dan kembali kerumah dengan perasaan yang lebih baik.


Dan disaat dikediaman besar Al Azhar lah perjanjian itu terucap, Adnan yang merasa sangat bersyukur karena putrinya berhasil selamat itu pun merasa jika mereka berhutang Budi kepada keluarga Al Azhar karena Kairen telah menyelamatkan hidup Kinan.


"Terimakasih banyak Azkara Karena jika bukan Kairen yang menyelamatkan Kinan maka kali ini pasti kami kehilangan putri kami" ucap Adnan dengan raut wajah yang sangat berterimakasih kepada Azkara sahabatnya itu.


Adnan merasa sangat bersyukur kepada Allah SWT karena telah melindungi Kinan dengan bantuan yang Allah berikan kepada Kairen sebagai penyelamat Kinan.


Adnan pun kemudian berkata lagi dengan penuh keyakinan dan tekad


"Aku tetap akan berterimakasih padamu dan akan berjanji membalas budi kepada Kairen kelak...,"


"Hahaha..kita sebagai sahabat kau tidak perlu melakukan itu, lagi pula..." belum sempat Azkara menyelesaikan perkataannya tiba tiba Kairen kecil turun dari tangga dan menghampiri mereka sambil bertanya dengan suara khas anak anak.


"Papah...dimana Kinai..!?" tanya Kairen mendekati papahnya dengan sorot mata yang berbinar binar seperti tidak pernah ada sesuatu terjadi kepada Kairen sebelumnya.


"Kenapa kau turun sayang, bagaimana lukamu kau pasti masih kesakitan" imbuh sang papah.


"Umm..tida..k..kai...baik..baik ..saja, kai hanya ingin menemui Kinai.."ucapnya dengan nada anak kecil.


Dan disaat itu mata Kairen menangkap keberadaan Kinan dan segera berlari kearah Kinan yang ada di depan halaman kediaman itu.


Tap..!!


"Kinai..!" seru Kairen dengan senang dapat berjumpa dengan Kinan yang ada di kasur bayi, Kairen langsung menatap wajah Kinan bayi yang terlihat mungil dan cantik.


"Kinai..!" Kairen mengelus pelan tangan Kinan dan tersenyum senang ketika melihat Kinan, umi Azizah dan mamah Alesha menjadi sedikit bertanya-tanya mengapa Kairen sangat senang melihat Kinan.


"Kai, sepertinya kau sangat menyukai Kinan!?" ucap Alesha kepada Kairen kecil lalu langsung di sahut oleh kairen dengan jujur.


"Iya.. soalnya kinai membuat Kai senang" celetuk Kairen.


"Senang!?, apa yang membuat Kai senang dengan kinan?" tanya umi Azizah.


"Kinai udah menghibur Kai saat di rumah Tante jahat itu" jawab Kairen dengan wajah yang terlihat cemberut karena kesal,


Umi Azizah dan mamah Alesha menjadi saling tatap!?


"Menghibur bagaimana?"tanya umi Azizah dan saat itu Adnan dan Azkara menghampiri mereka.

__ADS_1


"Ada apa ini!?" timpal Adnan yang ada dihadapan mereka.


"Kairen suka Kinai..karena kinai udah membuat Kai jadi tidak takut.." imbuh Kairen melanjutkan ucapannya sambil menatap seluruh keluarganya.


Lalu dengan wajah yang sangat senang Kairen menyentuh jari jemari Kinan dan bayi Kinan merespon apa yang dilakukan oleh kairen dengan menggenggam erat jari telunjuk Kairen.


Hal tersebut semakin membuat Kairen senang lalu dengan celetukan Kairen berkata lagi.


"Seperti ini kinai menggenggam tangan kai" celetuk Kairen membuat seluruh keluarga heran dan dengan saling pandang memandang, keluarga kairen menyaksikan jika Kairen seperti telah terikat dengan Kinan yang masih kecil.


Entah mengapa saat itu mereka berpendapat jika Kinan kecil membuat Kairen senang dan bahagia disaat bersama Kinan, mungkinkah kejadian kemarin membuat Kairen yang polos menyukai Kinan?.


Tiba tiba terbesit dalam benak Adnan dan Azkara untuk menjodohkan Kinan dan Kairen.


"Adnan bagaimana jika aku menjodohkan Kairen dengan Kinan.." ucap Azkara tiba tiba dan langsung disambut oleh Alesha yang juga mengiyakan.


"Benar..aku lihat jika Kairen sangat menyukai Kinan" timpal mamah Alesha.


Adnan dan umi Azizah pun saling bertatapan dan setelah beberapa saat kemudian mereka menjawab ucapan Azkara.


"Aku sangat berterima kasih kepadamu Azkara dan seperti yang telah aku ucapkan aku akan membalas Budi, oleh sebab itu aku akan menerima perjodohan ini, dan jika mereka telah cukup umur nanti kita akan menikahkan keduanya" Sahut Adnan dengan nada yang tegas dan penuh keyakinan,


Bagaimana pun Keluarga mereka memang sudah dekat, dan jauh dilubuk hati mereka, mereka berharap perjodohan ini membawa kebahagiaan suatu hari nanti.


Dan pada akhirnya mereka pun sama sama menyetujui perjodohan itu dan saat itu mereka langsung mengikat janji perjodohan Kairen dan Kinan dan akan menikahkan keduanya pada masanya nanti.


flash off...


Setelah mendengar semua penjelasan tuan Azkara membuat perasaan Kinan semakin bergejolak.


Ternyata semua itu pernah dialami olehnya dan membuat dia dan Kairen, laki laki yang selama ini tidak pernah Kinan tahu ternyata telah memiliki ikatan yang seperti itu sedari kecil.


Entahlah apakah ia bisa menerima perjodohan ini, namun jika Kinan menolak bukankah sama saja tidak menepati amanah sang Abi.


Namun disisi lain Kinan tidak tahu seperti apa sosok Kairen Al Azhar.


"Boleh Kinan memikirkan semua terlebih dahulu, bagaimana pun hal ini terlalu mendadak bagi Kinan!?" ucap Kinan dengan suara yang sopan kepada Alesha dan Azkara.


Mereka berdua tersenyum kearah Kinan, gadis yang begitu bijaksana!, mereka pun menyetujui permintaan Kinan.


Malam harinya...


Kinan termenung didalam kamarnya,,


Jendela kamar yang sengaja di buka Kinan malam itu menambah angin malam yang sejuk menghembuskan jilbab Kinan halus, menerpa kulit putih itu sehingga tak urung membuat Kinan sedikit kedinginan.


Kini Kinan kembali memikirkan semua yang telah terjadi, semua terlalu tiba tiba bagi Kinan,


Perjodohan yang tiba tiba ini akankah membuat mereka sama sama berbahagia!?, terlebih lagi siapa Kairen itu?, walaupun keluarga mereka bersahabat namun bagi Kinan ia sama sekali tidak kenal Kairen dan bagaimana sikapnya, dan yang terpenting apakah mereka akan saling mencintai?.


Jujur ia takut, ia takut antara mereka akan tersakiti, ataupun saling menyakiti karena hubungan yang tidak dilandasi oleh cinta.


Namun!


Dengan semua yang telah didengarnya maka Kinan semakin merasa jika ia tidak bisa mengecewakan keluarganya terlebih lagi ia pernah berhutang budi kepada keluarga Azhar.


Kini didalam kamarnya sambil mengadahkan wajahnya menatap langit malam, seraya berkata didalam hatinya, mengadukan setiap persoalan yang ada kepada Allah SWT.


Kinan berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan jalan dan keputusan yang tepat bagi hidupnya, sambil berbisik lirih penuh permohonan,


"Ya... Allah tunjukkanlah hamba jalan yang terbaik jika memang ini takdir yang harus hamba jalani maka mudahkanlah dan berilah hamba kekuatan untuk menjalaninya..."


"jika memang hamba harus menerima perjodohan ini maka berikanlah kesanggupan untuk menerima bagaimana laki laki yang akan menikah dengan hamba..."


Dengan segenap perasaan dihatinya membuat Kinan bertekad untuk mengiyakan perjodohan ini dan tidak membuat Abi dan keluarga Alesha kecewa.


"Bismillahirrahmanirrahim mudah-mudahan keputusan inilah yang terbaik"


Bersambung...


Halo semuanya.. kembali lagi nih dengan novel baruku☺️.. mohon dukungannya 🙏

__ADS_1


Maaf jika tanda baca, susunan kata belum rapi, maklum masih proses belajar.


...*Selamat membaca*...


__ADS_2