Cahaya Cinta Dan Kenangan

Cahaya Cinta Dan Kenangan
Episode. 30 ~ Desa Penghujung kisah


__ADS_3

Jangan lupa untuk dukungannya ya...😄


...----------------...


~Hari keberangkatan tiba,


Ngiiing....ngiiing...!


Didalam pesawat yang telah mengudara jauh diatas langit selama hampir 30 menit, Kinan melihat dengan jelas pemandangan menakjubkan itu.


Bersama dengan Kairen yang tengah duduk disampingnya saat ini, Kairen sedari tadi hanya mengacuhkan Kinan dan sibuk dengan buku ditangannya.


"Kenapa tuan sepertinya sangat tidak senang kita datang mengunjungi nenek?" Ucap Kinan sembari menatap Kairen.


Sepertinya ia cukup bosan!,


"Siapa yang kamu maksud!?,.." sahut Kairen dengan nada santai,


"Siapa lagi yang Kinan maksud selain anda!" sungut Kinan, benar benar malas berbicara dengan Kairen jika laki laki itu saja sudah sangat menyebalkan.


Hanya beberapa patah kata itu saja yang keluar dari mulut Kairen setelah setengah jam mengudara, laki laki itu mengabaikannya.


"Tuan sangat menyebalkan!" Gerutu Kinan, lalu Kinan menggeser tubuhnya duduk membelakangi Kairen, Kinan menatap kembali langit di luar jendela itu.


Cepatlah sampai!, jika tidak maka ia hanya duduk diam bersama dengan patung bernyawa.


Tak lama Kinan melantunkan shalawat untuk menghilangkan rasa jenuhnya.


"Mughrom....Qolbi Bihubbikamughrom..",


"Mughrom...hhm..hhm..hmm..!"


Kinan melantunkan shalawat dengan suara yang pelan dan hampir terdengar seperti gumaman bagi Kairen, tapi Kairen masih bisa mendengar apa yang tengah di senandungkan oleh Kinan.


Kairen awalnya tidak terlalu memperdulikannya, tetapi setelah beberapa saat ia mulai mendengarkan lebih jelas lagi.l


Shalawat yang indah disenandungkan oleh orang yang cantik pula.


"Ternyata suaranya bagus juga" puji Kairen tanpa sadar.


Ehh!, Apa yang dipikirkannya tadi!, Kairen langsung menghilangkan pikirannya sendiri.


"Sadarlah Kairen!,..." Tukasnya, tetapi walaupun begitu Kairen tetap diam diam mendengarkan senandung kecil itu, tak terasa Kairen memejamkan matanya dan tertidur.


Dan setelah ia bangun,...


"Tuan,..tuan..!" panggil Kinan menepuk pelan pipi Kairen, Kairen mengerjapkan matanya dan disaat ia benar benar sadar.


Degg!,


Ternyata Kairen tertidur di pundak Kinan tanpa sadar, lalu dengan wajah yang dibuat setenang mungkin Kairen menjauhkan dirinya dari Kinan, menegakkan tubuhnya sendiri dan berpura-pura tidak terjadi sesuatu.


"Maaf aku tidak sengaja" Ucapnya dengan nada tenang, akan tetapi wajahnya merah merona.


"Bukan masalah tuan, tetapi kita sudah sampai, karena itu Kinan membangunkan tuan tadi" sahut Kinan tak terlalu melihat tampang Kairen, karena ia sibuk membenahi pakaiannya sendiri.


"Oohh..ya, benar" Sahut Kairen, dan saat itu pun ia berdiri dari duduknya dan meninggalkan Kinan lebih dulu.


"Ehh..tuan tunggu saya". kenapa malah dirinya yang ditinggal?, dasar Kairen!.


"Cepatlah" Sahut Kairen,


"Baik" Ucap Kinan lagi, lalu dengan sabar ia menyusul Kairen yang sedang menunggu giliran untuk keluar dari pesawat.


"Sepertinya aku tidak berbuat salah?" pikir Kinan, disaat ia berdiri disamping Kairen, lagi lagi ia diacuhkan, bahkan ia tidak tahu alasan Kairen memperlakukannya seperti itu.

__ADS_1


Tap!


Dan disaat Kinan menginjakkan kakinya untuk pertama kali di tanah, rasanya sungguh bersyukur karena ia bisa sampai dengan selamat.


"Cepatlah!, kita sudah ditunggu dari tadi" ucap Kairen,


"Baik"


Beberapa pelayan diminta neneknya untuk menjemput mereka di bandara dan disaat Kairen sampai diruang tunggu.


Kairen mencoba mencari keberadaan pelayan yang diminta itu, terlihat dari papan nama yang diangkat tinggi oleh beberapa orang yang sama menunggu kedatangan keluarga mereka.


Akan tetapi Kairen tidak sama sekali melihat ada namanya ataupun nama Kinan disana!,


"Dimana sebenarnya orangnya?, kenapa tidak ada"


"Mungkin belum datang tuan, kan bisa saja mereka masih dijalan" sahut Kinan berpendapat.


"Tidak mungkin!, kau tahu ini pasti ulah nenek" jawab Kairen lagi, setelah beberapa tahun tidak bertemu, ternyata Neneknya itu masih saja suka mengerjainya, Bahkan disaat seperti ini.


"Kenapa tuan sangat yakin ini ulah nenek?, nggak boleh suudzon loh.."


"Ini memang kebiasaan nenek, cepatlah dari pada kita membuang waktu disini lebih baik pergi cari taksi" Kairen tidak perduli jika ia tidak dijemput, ia bisa cari taksi sendiri.


Jika bukan karena orang tuanya, ia pasti akan menolak mentah mentah ajakan tersebut, baru juga sampai di bandara, neneknya sudah berulah bagaimana jika ia sudah sampai dirumah!,


Entahlah ia tidak tahu akan seperti apa nanti!,


"Ehh..tuan itu.."


Tiba tiba Kinan menghentikan langkah mereka, Kairen yang tidak tahu kenapa Kinan menghentikannya hanya bisa mengikuti arah pandangan Kinan.


"Lihat itu...!" dan disaat Kairen berhasil melihat apa yang dilihat oleh Kinan.


Ouh...astaga nenek!, benar ketika itu Kairen bisa melihat neneknya ada didepannya tak jauh dengan papan nama dan foto dirinya terpampang jelas, serta beberapa orang, bahkan masing masing dari mereka memegang sebuah kalung bunga.


"Apa yang nenek lakukan?,..jangan berbuat yang tidak-tidak" sungut Kairen, bukannya ia senang, saat ini Kairen lebih kesal lagi dibuatnya.


foto yang digunakan oleh nenek benar benar membuatnya kesal, dan hanya bisa memijit keningnya sendiri.


"Apa yang nenek lakukan, kenapa nenek membawa foto Kairen saat masih kecil"


Benar dari beberapa foto yang dibawa oleh nenek salah satunya ada foto Kairen kecil yang hanya menggunakan celana pendek yang sedang bermain di pantai.


"Kenapa memangnya tidak boleh?, lagipula ini sangat lucu tahu" sahut nenek dengan senyumannya.


Kinan yang mendengar jawaban itu menjadi terkekeh geli, ternyata Kairen bisa tersudutkan juga ya!?,


"Apa yang kau tertawakan?" Sergah Kairen,


"Bukan apa apa hanya saja menurut saya foto ini sungguh menggemaskan" Sahut Kinan pelan.


"Apakah foto itu berguna!, kenapa nenek tidak bawa yang masih bayi saja sekalian!," Saking kesal Kairen dibuatnya.


"Tuan ngomongnya jangan terlalu ketus, lagipula nenek pasti hanya bercanda" Ucap Kinan lagi, disaat itu Kinan langsung menghampiri nenek dan menyalaminya dengan sopan.


"Halo nek, saya Kinan istri Kairen"


"Halo sayang...wahh!... cantiknya. Kairen pasti sangat beruntung bisa memiliki kamu"


"Nenek bisa saja" rasanya sedikit memalukan disaat nenek mengatakan jika dirinya cantik.


"Huh,..Ayuk Kinan kita pergi, tinggalkan saja Kairen disini, lagipula nenek hanya ingin bertemu dengan cucu menantu" lalu dengan gaya mengibaskan rambutnya nenek menarik Kinan kesampingnya dan pergi dari sana.


Kairen hanya bisa menghela napas berat!

__ADS_1


Perlu kesabaran yang lebih disaat bersama dengan neneknya itu, lalu dengan langkah besar Kairen menghampiri nenek dan Kinan.


Setelah itu mereka pun meninggalkan bandara menuju desa nelayan mola.


...************...


Sesampainya di gerbang desa!,


Desa yang terlihat sangat cantik dari luar, dengan banyaknya pohon yang tersusun rapi disamping sebuah palang bertuliskan nama desa tersebut.


Sebenarnya sepanjang jalan tadi Kinan telah melihat jika desa yang tengah di tujunya saat ini pasti sangat indah karena dikejauhan Kinan bisa melihat garis pantai.


"Kau suka disini?" tanya nenek tiba tiba, melihat raut wajah Kinan yang terlihat sangat menikmati pemandangan depannya, bisa sangat mudah nenek menebaknya.


"Disini memang sangat indah nek" sahut Kinan tersenyum manis.


"Syukurlah jika kamu suka,...bukan seperti cucu laki laki ku, kau tahu Kinan disaat ia kesini dia pasti saja bermuka masam" ucap nenek dengan suara yang sinis, dan seakan-akan Kairen tidak ada didalam mobil itu.


"Aku bisa mendengarnya nek!,..lagipula siapa yang nenek maksud bermuka masam, coba nenek katakan bagaimana aku tidak kesal jika setiap aku kesini nenek selalu menggangguku"


Huh!


"Akhh..nenek takut, Kinan apakah kamu mendengar ada seseorang yang berbicara tadi?" tiba tiba neneknya itu menampilkan tampang takut yang dibuat buat.


Kinan hanya bisa menahan senyumannya agar tidak terlihat, jika tidak ia juga tidak akan selamat dari kekesalan Kairen nanti.


Ternyata cucu dan nenek itu tidak pernah bisa akur, pasti ada saja kelakuan nenek yang membuat Kairen marah dan untuk pertama kalinya melihat wajah Kairen yang benar benar pasrah dan kesal karena orang lain.


Brakk!


Dan ketika mereka sampai didepan kediaman nenek, Kairen langsung turun dari mobil dan menutup pintu mobil dengan kencang.


"Eh..tuan tunggu!" Kinan ingin membujuk Kairen agar tidak kesal, namun nenek langsung menahannya.


"Biarkan saja dia,..paling paling sebentar lagi kesalnya reda, kamu tahu Kinan, nenek sangat suka melihat kairen tidak berdaya seperti itu"


"Maksud nenek apa?"


"Maksud nenek apakah kamu tidak menyadari tingkahnya yang kadang sangat angkuh dan dingin"


Kinan berpikir!?


"Sudahlah lebih baik kita masuk kedalam, kamu pasti capek" potong nenek,


"Baik nek" Kinan dan nenek pun keluar dari dalam mobil, dan disaat itu Kinan bisa melihat rumah nenek yang begitu asri dan juga terlihat menyenangkan.


Rumah yang didominasi oleh kaca dan juga ada beberapa pohon yang tersusun, bahkan ada beberapa rangkaian bunga dan juga kerang yang mempercantik halaman itu.


"Ternyata nenek menyukai suasana seperti ini?" tanya Kinan disambut senyuman nenek.


"Kamu benar dan alasan kenapa nenek menyukai suasana seperti ini karena sangat cocok dengan suasana pantai ini, setiap hari nenek bisa melihat panorama indah pantai ini.."


"Pantai ini memiliki kisanya tersendiri, begitu juga kesan kita terhadapnya" Sambung nenek.


"Kisah?"


"Ya..desa penghujung kisah!


"Apa kamu penasaran kenapa nenek menyebutnya seperti itu?"


Kinan mengangguk,


"Kamu akan tahu nanti" nenek tersenyum dengan raut wajah yang menyiratkan sesuatu.


Bersambung...

__ADS_1


...*Selamat membaca*...


__ADS_2