
Hai semuanya...bertemu lagi, jangan lupa ya untuk selalu mendukung karyaku ☺️
...----------------...
Sekarang Kinan tengah berada di ruangannya, butik tempatnya bekerja jika sedang libur pengajar di pesantren.
Setelah semua yang terjadi beberapa jam yang lalu, ia masih saja tak menyangka jika dengan tindakan dan ucapannya sendiri semua tentang pernikahannya telah terungkap.
Sejenak tekadnya sekaan akan memintanya untuk tidak menyerah dengan keadaan, jika ia mampu mengapa tidak.
Namun tetap saja, Kinan gusar sendiri lalu dengan memegang dadanya sendiri, ia kembali mengingat kejadian tadi pagi.
"Sadarlah..sadarlah Kinan!, Semua hanya mimpi dan khayalanmu. Kairen tidak benar benar dengan ucapannya!,.." Kinan menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri agar semua tidak terekam didalam tempurung otaknya.
"Lebih baik aku mengerjakan sesuatu dari pada mengingatnya lagi" tukasnya kepada dirinya sendiri, lalu ia pun larut dalam buku desain dihadapannya.
Sementara itu,...
Di kediaman,
"Mah!, mamah!,..." Seru papah Azkara memanggil istrinya,
Papah yang baru saja tiba dari luar kota dengan badan yang lumayan letih ia istirahatkan tubuhnya itu sejenak di ruang tengah sambil menunggu Alesha menghampirinya.
"Tunggu pah,...!" seru mamah Alesha dari atas tangga, lalu dengan raut yang bahagia ia menghampiri suaminya yang terlihat letih.
"Papah sudah pulang!, Bagaimana kerjanya apakah sudah beres pah?" lanjut mamah Alesha sembari duduk di samping Azkara.
"Sudah mah!, ouh..iya mah ada yang ingin papah sampaikan, tadi ibu ada menghubungi katanya ibu mau bertemu dengan Kinan" sahut papah Azkara,
Dan yang dimaksud ibu adalah ibunya dari papah Azkara dengan kata lain adalah neneknya Kairen.
"Ibu mau ketemu sama Kinan!?, wahh...bagus dong pah, nanti deh mamah bilang sama Kairen buat berangkat menemui neneknya"
"Iya, tapi bukankah kamu sudah merencanakan keberangkatan Kairen sama Kinan buat liburan?" tanya papah Azkara, ia tahu rencana mamah Alesha yang ingin Kairen pergi liburan bersama Kinan.
"Ooh...ya benar kenapa mamah lupa, Hem?, jika begitu mamah perlu mengatur ulang rencana pah!," sahut mamah Alesha lagi,
Dan ketika malam hari, ketika selesai makan malam seperti biasanya papah Azkara akan meminta berkumpul jika ada sesuatu yang perlu dibahas.
"Kai rencana yang tadi pagi mamah minta kamu bicarakan kepada Kinan apakah sudah kau sampaikan?" tanya mamah Alesha kepada Kairen.
Kairen yang mendengar pertanyaan mamahnya itu sontak melirik pandang kearah Kinan, karena saat itu Kinan pun tidak mengerti apa yang di maksud oleh mamah Alesha hanya bisa menatap Kairen dengan dahi yang berkerut.
Apa maksud dari ucapan mamah?, rencana apa, kenapa ia tidak mendengarnya dari Kairen?.
Kairen menggeleng pelan!,
"Loh kok nggak kamu sampaikan sih kai, kan mamah udah minta kamu bicarakan sama Kinan" tukas mamah Alesha,
"Tapi kan aku juga udah bilang kemungkinan besar Kairen tidak bisa pergi, hanya saja mamah memaksaku sekarang" sahut Kairen dengan nada yang kurang bersahabat.
Jangan sampai Kinan mengetahui rencana apa yang dimaksud oleh mamah Alesha, bukan apa apa, akan tetapi Kairen tidak ingin Kinan tahu alasan sebenarnya kenapa Kairen dengan mudah mau mengikuti Kinan bertemu dengan Alina tadi pagi.
"Huffh...sudahlah karena kamu belum menyampaikannya kepada kinan, mamah akan mengatakannya sekarang kepada Kinan...," dihembuskannya napas, kadang Alesha tidak tahu harus bagaimana dengan putranya itu jika sudah bersikap dingin.
"Dan juga kamu harus tahu Kairen, saat ini apa yang akan mamah sampaikan kamu tidak bisa menolaknya lagi,.."
__ADS_1
"Nenek memintamu untuk berkunjung bersama Kinan karena kamu juga tidak mau pergi honeymoon bersama dengan Kinan ketempat yang sudah mamah rencanakan untukmu, lebih baik sekarang kau temui nenekmu!" sambung Alesha tidak bisa diganggu gugat lagi.
Apa!, neneknya ingin Kairen pergi bersama Kinan!, rencana yang tadi pagi saja ia tolak dan sekarang malah ada yang lebih parah.
Sedangkan Kinan yang mendengar pernyataan mamah Alesha cukup terkejut,
"Apa honeymoon!"
Mamah Alesha memintanya pergi bersama dengan Kairen untuk honeymoon, dan setelah dipikir pikir kejadian pagi tadi disaat ia meminta kairen untuk menemaninya, mungkin awalnya Kairen menolak tapi kemudian laki laki itu berubah pikiran.
Apakah ini alasan yang sebenarnya?,
Ooh...ho...begitu!
Pantas saja Kairen mau menemaninya tadi pagi, jadi ini alasannya!, jadi Kairen ingin bertemu dengannya tapi laki laki itu sungguh gengsi!, kah?.
Jadi begitu, bahkan ia tadi sempat memohon kepada Kairen, tetapi ternyata Kairen juga ingin menyampaikan sesuatu padanya tapi dia malah berpura pura tidak ada sesuatu.
"Mah...aku tidak bisa!" menolakan terdengar dari Kairen, Kairen menolak serta merta.
"Tidak bisa Kairen..kan udah mamah bilang kamu tidak bisa menolaknya kali ini, lagipula kenapa kamu sangat menolak hal ini?, apakah kamu tidak ingin pergi bersama Kinan!..." tatap curiga mamah Alesha.
"Bukan begitu mah, aku ada urusan jadi tidak bisa seenaknya pergi!" sahut Kairen datar.
"Urusanmu itu bisa dikerjakan oleh Halim dan Evan, jadi kamu tenang saja!" tukas papah Azkara tiba tiba.
"Nah benar itu pah!, sekarang kamu tidak bisa menghindar lagi sayang,...jadi mamah minta kamu pergi saja ya" timpalnya.
"Lagipula Kinan pasti setuju kan?"tanya mamah Alesha menatap Kinan,
Kinan tersenyum tipis menanggapi perkataan mamah!, setelah di pikir dengan baik, karena Kairen juga telah memanfaatkan dan membuatnya memohon tanpa sadar.
"Baiklah mah, Kinan setuju!"Seru Kinan dengan yakin, wajahnya menyiratkan sebuah senyum menantang Kairen.
Karena Kairen telah mempermainkannya, jangan salahkan jika Kinan membalasnya, lagipula ia tidak akan rugi sedikitpun.
"Dasar wanita ini kenapa dia malah setuju!" sungut Kairen dalam hati.
Ia sungguh kesal kenapa Kinan malah mengiyakan ajakan tersebut dengan cepat, Kinan tidak tahu saja apa yang akan dihadapinya jika bertemu dengan neneknya nanti, neneknya yang sungguh cerdik dengan segala rencana, bisa saja neneknya itu malah mengerjainya nanti.
"Bagus... sekarang kalian harus bersiap-siap oke!"
"Dua hari lagi kalian akan pergi, dan juga nenek meminta kalian tinggal disana selama dua minggu, oleh karenanya Kinan juga harus izin dulu di pesantren benarkan Kinan!?" lanjut mamah Alesha senang.
Apa dua minggu!, kenapa lama sekali!, pasti neneknya itu sengaja.
"Kenapa sangat lama mah?, kan Kairen sudah bilang banyak kerjaan yang harus aku lakukan, jika aku meninggalkan perusahaan selama itu apa jadinya?" sungut Kairen dengan nada pasrah.
Tapi Kairen tetaplah Kairen, meskipun sekarang ia sudah kesal karena orang orang bertindak seenaknya, Kairen masih bisa mengontrol emosinya.
"Dua Minggu tidak lama, kamu tenang saja papah pastikan perusahaan akan baik baik saja" Ucap papah Azkara lagi, Sepertinya papah Azkara akan angkat bicara jika ada hal yang bisa di urusnya.
"Baiklah terserah, kalau begitu Kairen istirahat dulu" sahut Kairen beranjak pergi.
Mereka hanya bisa menghela napas!,
Jika kairen mulai kesal, begitulah yang akan terjadi, Ia akan menghindari orang orang dari pada meneruskan hal yang sudah jelas tidak bisa ia ubah.
__ADS_1
"Kalau begitu Kinan juga masuk dulu pah, mah!" Ucap Kinan tersenyum ramah, Ia hendak menyusul Kairen yang sudah masuk kedalam kamar.
"Iya sayang.. beristirahatlah" sahut papah Azkara dan mamah Alesha.
Didalam kamarnya,...
Ternyata Kairen masih saja melampiaskan kekesalannya,
Bertemu dengan Nenek!, berarti sama saja dengan masuk kedalam rencana konyol neneknya nanti.
Mungkin neneknya sudah tidak muda lagi, tapi jiwa neneknya masih saja memiliki jiwa anak muda, semangat dan membara.
Tokk..tokk!!
"Boleh saya masuk tuan?" ternyata Kinan mengetuk pintu kamar dan ia masuk.
"Jangan berbasa-basi!, kenapa kamu malan setuju tadi hah?" tanya Kairen kesal, baru saja Kinan maju satu langkah dari luar ia sudah disambut wajah kesal Kairen.
Kinan malah terkekeh!,
"Bukan apa apa, tapi sepertinya tidak masalahkan jika kita pergi ke tempat nenekmu, lagipula apakah tuan ingin mamah dan papah mengetahui sesuatu tentang kita?" sahut Kinan dengan santainya.
Lalu ia berjalan kearah gorden kamar, Tangannya yang bebas menggeser tirai dan disaat itu cahaya bulan terlihat indah di langit.
"Lihat pemandangan ini tuan, apakah indah?" tanya Kinan sembari menatap Kairen, dengan senyum mengembang diwajahnya,
Kairen tidak mengerti mengapa Kinan tiba tiba mempertanyakan pertanyaan tidak penting seperti itu, terlebih lagi dengan senyumannya.
Menyebalkan!
"Kau hanya tidak tahu sifat nenekku, jika kau bertemu dengannya baru kau akan tahu" Ucap Kairen lalu ia mendekati Kinan dan berhenti tepat disampingnya.
"Memangnya ada apa dengan sifat nenek?" tanya kinan dengan polosnya.
"Kau akan tahu nanti" jawab Kairen.
Kinan mengela napas!,
"Baik jika begitu, tapi saya masih penasaran kenapa tuan tadi pagi tidak mengatakan apapun mengenai rencana yang mamah sebutkan tadi?, apakah tuan sengaja?" Ucap Kinan lagi mengalihkan topik pembicaraan.
"Bukankah kau sudah tahu alasannya!" jawab Kairen singkat,
Yah,...Kinan tahu tapi ia ingin mendengarkan langsung dari mulut Kairen.
Laki laki itu sungguh pandai menutupi perasaannya, bahkan ia kesulitan menebak apa yang ada didalam pikiran Kairen.
"Tidak!" sahut Kinan, lalu ia menghadap kearah kairen,
"Jangan berbohong!, aku tahu kamu mengerti disaat mamah Alesha mengatakan semuanya tadi!" sungut Kairen.
"Bukan itu yang saya maksud, yang ingin saya tanyakan adalah kenapa tuan tidak mengatakan apapun kepada saya,... apakah tuan ingin menemui saya tadi pagi?"
Kairen tidak menjawab, lalu dipandanginya pemandangan bulan di luar sana, satu hal yang tidak ingin ia jawab.
Bersambung...
...*Selamat membaca*...
__ADS_1