
Jangan lupa dukungannya 😍, sebelum di scroll tolong baca pesan ini sebentar!,
Jangan lewatkan cerita Cahaya Cinta dan Kenangan hingga tamat karena cerita ini akan mengisahkan dua ini yang saling memberikan cinta yang murni dan mendebarkan.
...----------------...
...Cinta dan sebuah ketulusan tanpa sandiwara, akankah ia dapatkan pada akhirnya?...........
~ Seperti cerita cerita novel,
Kinan terkekeh mendengar perkataan itu!, Cerita novel atau seperti cerita Disney seperti cinderella, sleeping beauty?
"Alina..ini tidak seperti yang kamu pikirkan" sahut Kinan, dari tadi ia sangat heran melihat tingkah sahabatnya itu sedangkan Jihan hanya terkekeh kecil.
"Hem begitu!,..." sekarang bibirnya sedikit mengerut, lalu dengan tampang berpikir Alina berbicara lagi,
"Tuan Kairen karena anda telah menikah dengan sahabat saya maka anda harus selalu menjaga kebahagiaannya!" Ucap Alina lagi menatap Kairen dengan tampangnya yang ceria.
Wanita satu ini sepertinya sangat tidak bisa diam!, terlihat dari tingkahnya saat ini.
Sedangkan Kairen dengan tatapan santai dan senyum yang mengembang tipis, lalu dengan santainya pula Kairen menggeserkan kursinya mendekat kearah Kinan yang ada disampingnya!,
"Nona Alina tenang saja walaupun saya terlihat cuek sebenarnya saya bisa menghargai Kinan"
Kinan yang terkejut karena Kairen tiba tiba mendekat, hanya bisa tersenyum tipis pula!, mengiyakan ucapan Kairen tadi.
Kairen...Kairen!, kau pandai bersandiwara, kalau begitu jangan salahkan dirinya jika ia pun akan mengimbangi permainan ini.
"Bagus kalo gitu, ingat ya!, tuan Kairen anda tidak boleh sama sekali menyakiti Kinan, karena jika tidak saya Alina akan membalasnya untuk kinan" sahut Alina lagi sembari menodongkan jarinya ke depan wajah Kairen.
Kairen tersenyum!
"Anda cukup berani!,.. karena untuk pertama kalinya saya bertemu dengan wanita yang begitu terbuka seperti anda maka saya juga akan memastikan yang saya ucapkan hari ini tidak akan saya ingkari"
"Oke!" lalu setelah mengatakan semua keinginannya Alina berpindah menatap Halim.
"Tuan Halim...boleh saya minta tolong?, Ayuk temani saya sebentar" bujuknya dan tanpa menunggu jawaban Halim Alina menarik Halim bersamanya.
Karena Jihan juga terlalu canggung berada di antara Kinan dan Kairen ia pun pamit menemani Alina,
"Saya akan ikut Alina saja!, tunggu sebentar ya Kinan!" Ucapnya,
Tertinggal lah dua orang itu bersama dengan tatapan para pengunjung cafe!
Hem..Hem..!
__ADS_1
Suasana cukup canggung dan tak urung membuat getaran di hatinya!, ia cukup familiar dengan perasaan ini.
"Kenapa tuan bisa sangat santai mengatakan semua itu, apakah anda selalu melakukannya?" ucap Kinan membuka suara untuk menghentikan hentakan jantungnya.
"Apakah aku salah?...Srupp!" jawab Kairen santai sembari menyeruput secangkir kopi susu didepannya.
Salah?!, kenapa malah kata itu yang keluar dari mulutnya Kairen?, apakah ia bertanya apakah salah atau tidak.
"Tuan terlalu hebat! bahkan saya hampir dibutakan olehnya, apakah tuan tahu bahkan sekarang pun kita hanya berdua disini dan ditatap oleh semua orang!" sahut Kinan lalu ia mengedarkan pandangannya,
"Apakah tuan tidak takut didengar oleh mereka?, dan apakah tuan tidak takut jika yang sekarang tuan ucapkan itu bisa menjadi Boomerang bagi diri tuan" lanjutnya,
Kinan ingin ada perubahan, ia yang selalu berusaha dan bertekad untuk menerima kenyataan seperti ini!, dan sekarang kita mainkan peran ini masing masing dan ingat untuk tetap profesional.
Heh!, Kairen terkekeh!
"Aku tidak takut!, kau tahu Kinan, aku tidak terlalu memperdulikan apa yang mereka ucapkan, jika mereka tahu kamu adalah istriku itu juga bukan masalah"
Bener saja!, sebenarnya dari tadi pun mereka di tatap oleh para wanita wanita yang penasaran akan hubungan Kinan dan Kairen, bahkan mereka sudah berbisik bisik.
Tiba tiba datang salah satu pelayan cafe,
"Permisi tuan Kairen" ucapnya lalu dengan senyuman hangat dan santun, wanita itu menyodorkan sesuatu kehadapan Kinan dan Kairen.
"Karena anda adalah tamu spesial yang datang hari ini, ini ada sebuah hadiah khusus dari atasan saya untuk tuan dan nona ini" ucapnya lagi.
"Terimakasih nona, tolong sampaikan ucapan terimakasih kepada atasanmu" sahut Kairen menyambut baik hadiah tersebut begitu pula Kinan.
Mereka tidak jika Kairen dan Kinan akan diberi hadiah seperti sekarang!,
"Walaupun saya tidak tahu hubungan kalian tetapi saya merasa kalian sangat cocok tuan" sambungnya membuat Kinan tersenyum.
"Nona dia adalah suami saya" Sahut Kinan jujur, entah apa yang ada didalam pikirannya saat ini, akan tetapi ia juga tidak akan takut lagi mengungkapkan hubungan ini.
Sekarang semua orang hampir tahu hubungannya dengan Kairen, keluarga, teman, sahabat serta mereka mereka yang sekarang menyaksikan kebersamaan kinan dan Kairen saat ini.
Ternyata mereka terlalu baik dalam bersandiwara bahkan semua orang memuji jika ia memiliki kehidupan yang sangat bahagia bersama Kairen.
Ada dua alasan sekarang yang membuat hatinya menjadi kosong dan bahagia.
Entah itu dari hal yang ditutupi oleh mereka berdua atupun yang disangka oleh mereka yang menyaksikan, kedua kubu itu berbeda.
Jika sekarang ia harus bahagia dan bersedih kenapa tidak!, jika sekarang ia harus berperan seperti cerita di novel novel ia rela, asalkan ia bisa memiliki kesempatan di akhir cerita.
Oooh...benarkah!
__ADS_1
Semua orang melihat, semua orang mendengar dan sekarang mereka menjadi tahu.
"Jadi nona ini Istrinya tuan Kairen!, tuan sejak kapan anda menikah?" Seru seorang pengunjung wanita bertanya.
"Benar!" sahut Kairen dengan tatapan lembut, sahutan itu ditujukan untuk mereka tapi tatapan itu ditujukan untuk Kinan.
Karena sudah seperti ini!,
Kairen berdiri dari kursinya, lalu dengan lembut ia menarik Kinan dalam dekapan tubuhnya, lalu dengan tangannya yang bebas Kairen menyentuh lembut pipi Kinan.
Dag..!
Dig..!
Dug..!
Merasakan hangatnya tangan Kairen membuat Kinan merona merah, ia cukup terkesima dengan tindakan Kairen yang tiba tiba.
Very charming and romantic!,...
Semua orang melihat hal yang dilakukan Kairen ikut bersorak gembira, ternyata hubungan mereka terlalu manis untuk disaksikan, terlalu sayang untuk dilewatkan.
Bahkan disaat itu Alina, Halim dan Jihan kembali dari luar dan disaat mereka sampai diambang pintu,
Sungguh pemandangan yang langka!,
Tanpa pikir panjang Halim mengambil handphonenya lalu memotret kejadian itu!
"Kenapa baru ditinggal sebentar saja mereka sudah seromantis ini!" timpal Alina sedikit cemburu, akan tetapi itu hanya sementara karena sesungguhnya ia ikut senang menyaksikan hal tersebut.
"Saya tidak menyangka jika tuan Kairen bisa bersikap seperti ini" tambah Halim.
"Bukankah kita perlu bersyukur jika begitu!" lanjut Jihan, mereka semua berbahagia sekarang, dan kejadian hari ini terlalu sayang untuk tidak diabadikan.
Saat ini hal ini lah yang terjadi, besok ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, akan tetapi ia ingin melihat sebuah cerita di dalam skenarionya Tuhan.
Ooh... Pemilik langit dan bumi, begitu indah jalan ceritamu yang kau tuliskan dalam suratan takdirku.
Ooh...Sang pemilik dan penggenggam hati..tolong jangan hilangkan perasaan yang telah tertanam bahkan yang hanya sekedar lewat belaka,...karena ia ingin sebuah akhir yang bahagia.
Cinta dan sebuah ketulusan tanpa sandiwara, akankah ia dapatkan pada akhirnya?.
Semua berkecamuk dalam dadanya saat ini, Kinan merasa jika waktu telah berhenti berputar saat ini, dan berharap bukan hanya sekedar angan dan mimpi.
Bersambung...
__ADS_1
...*Selamat membaca*...