
'Jangan menyesali apapun yang telah kau awali, dan jika hati mulai memberontak, berpaling dari kehendakmu sendiri maka jangan menyesal,...disaat perasaan itu mulai tertanam'
By: Halim Putra Pratama
...----------------...
DEG!
Sepeninggalan Kinan, perasaan Kairen mulai bergejolak hebat! apa maksud dari perkataan itu?, apakah Kinan berpikir jika ia lah yang akan goyah.
"Heh!"
Kairen tidak menyangka ia bisa merasa lebih marah sekarang, ia lah yang menganggap semua pernikahan ini tidak berarti sejak awal karena ia tidak memiliki perasaan apapun kepada Kinan.
Dan karena ia tidak ingin menyakiti Kinan,ia mendorong wanita itu untuk menjauh dan untuk mereka berdua Kairen berharap tidak ada yang saling berkaitan.
"Benar aku tidak perlu memikirkan apapun sekarang" pikir Kairen membuang semua gejolak aneh dalam dirinya.
Tut..tutt!,
"Dimana kau sekarang?"dengan nada dingin Kairen berbicara melalui telepon yang baru saja ia sambungkan kepada Evan.
"Tunggu aku di perusahaan!"titahnya kemudian ia pun melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Kinan yang melihat mobil Kairen yang telah pergi dari sana, ia pun melepaskan semua kepura-puraan itu, ia yang berusaha tetap kuat di hadapan Kairen akhirnya luruh juga.
Hufff!!..
Dengan pedih ia mendekap dadanya erat!, jangan menyerah, lalui semuanya sebagaimana mestinya.
Sesampainya di pesantren,
"Assalamualaikum"salam Kinan masuk kedalam ruangan pengawas.
"Wa'alaikumsalam, eh ternyata ustadzah Kinan!, kenapa baru sampai?" sahut Jihan dengan ramah, namun ia juga mempertanyakan mengapa Kinan terlambat hari ini.
"Baru sampai?" Kinan mengeryitkan keningnya!, tanda tidak paham,lalu ia pun melihat arlojinya.
Benar saja pukul telah menunjukkan 7:40 yang berarti ia lebih terlambat karena biasanya ia sudah sampai tepat pukul 7 pagi.
"Apa yang terjadi Kinan?" tanya Jihan lagi disaat ia melihat raut wajah Kinan yang tidak biasa, kemarin juga pikirnya, tiba tiba saja Kinan pergi dari cafe tanpa alasan yang jelas.
"Tidak ada apa apa" jawab Kinan mencoba ceria, ia pun berlagak baik baik saja kemudian seperti biasa ia melakukan pekerjaan sebagai seorang ustadzah di pesantren tersebut.
Sementara itu di perusahaan Kairen...
"Apa yang terjadi dengan wajahmu itu?"tanya Evan yang heran ada apa dengan raut wajah Kairen yang tiba tiba lebih datar dan dingin tanpa sedikitpun senyuman.
"Bukan urusanmu!"
"Nih..ini nih, yang begini aku jadi tahu kau tidak baik baik saja, apa kau bertengkar dengan istrimu!" tuding Evan menusuk telak.
Yah...karena sedari awal Evan tahu jika selama ini apa alasan Kairen bersikap bertanggung jawab kepada Kinan dengan pasti.
"Sudah aku katakan bukan kau tidak bisa mengacuhkan istrimu begitu saja" tusuk Evan lagi,
__ADS_1
"Kau bisa diam!, Bukankah kau sudah tahu aku melakukan ini hanya semata mata untuk membalas apa yang telah aku lakukan, bukankah aku juga tidak ingin mengikatnya dalam pernikahan ini" sergah Kairen mulai emosi.
"Tapi apa hasilnya!?"
"Diam!"
"Baik..baik aku tidak akan peduli apa yang akan terjadi setelah ini" sungut Evan lagi,
"Rasakan saja nanti jika termakan ucapan sendiri"gerutu Evan membuat Kairen melemparkan sebuah buku kearahnya.
"Kau kira aku tidak mendengar apa yang kau ucapkan hah!"
"Heh..baik maafkan saya tuan Kairen!"sahut Evan lagi sembari membungkukkan badannya kemudian melongos pergi meninggalkan Kairen yang masih emosi tak jelas begitu.
"Heh..ehh.. tunggu dulu kenapa kau berlari seperti ini!" seru Halim yang tiba tiba muncul dihadapan Evan.
Halim ingin masuk menemui Kairen karena ada sebuah pekerjaan yang harus ia katakan kepada Kairen, namun disaat ia sampai di sana malah melihat Evan yang berlari kecil sambil cengengesan.
"Eh..Halim biasalah!" jawaban membuat Halim berpikir dan kemudian ia pun paham.
"Ada apa lagi dengan tuan?"tanya Halim.
"Kau bisa lihat didalam,..dahh..aku ingin bersenang-senang dulu" Evan pun melambaikan tangannya.
Ck..ck..ckk!
Halim menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kearah Evan, ia tahu kemana tempat tujuan pria itu.
Cklek!
"Salam tuan muda" Halim membungkukkan badannya hormat, dibandingkan dengan Evan Halim ini memang lebih sopan dan tidak somplak seperti Evan.
"Benar tuan, saya kesini ingin mengatakan jika anda memiliki sebuah pertemuan dengan beberapa klien" sahut Halim lagi, kemudian mereka pun tenggelam dalam pembahasan tentang perusahaan.
"Baiklah jika begitu kau bisa pergi!"Kairen pun menegakkan tubuhnya yang mulai terasa sedikit kaku di bagian pinggang dan tangannya.
Halim tidak bergerak dari tempatnya, sepertinya ada yang ingin ia sampaikan.
"Boleh saya bertanya tuan muda?"tanya Halim memberanikan diri.
"Hem..ya ada apa?"
"Apakah benar anda..!"
"Tunggu dulu kau tidak perlu seformal itu, sekarang santailah sedikit" Kairen memotong ucapan Halim.
"Apa boleh aku boleh mengatakan sesuatu kepadamu Kairen,.."
"Nah begini kan lebih nyaman, berbicara saja seperti Evan biasanya" ucap Kairen lagi,
"Bukan itu alasannya bukan!"pikir Halim, ia tahu alasan Kairen memintanya berbicara santai karena Kairen tahu apa yang ingin diungkapkan olehnya bukan tentang pekerjaan.
"Ada yang perlu kau ketahui, ini tentang nona Kinan" ungkap Halim tanpa berbasa basi lagi namun ia tetap sopan kepada Kairen.
"Aku tidak ingin mendengar apapun tentangnya saat ini, Bukannya sudah aku katakan dengan jelas sebelum aku kembali ke Indonesia!" sergah Kairen.
__ADS_1
"Tapi apa yang ingin aku katakan ini penting, aku pikir tidak seharusnya aku menyimpan hal ini darimu yang notabene adalah suaminya nona Kinan"
Mendadak suasana menjadi sedikit tegang,
"Baiklah apa yang ingin kau katakan!?"
"Sebenarnya sebelum ini aku tidak mengatakannya sama sekali padamu, tapi jika kau benar benar berpikir untuk membebaskan nona Kinan dan tidak membebankan tugas apapun sebagai istri..."
"Nona Kinan itu sangat baik dan bijaksana, bukan hal yang tidak biasa jika banyak yang menyukai nona" lanjut Halim mengungkapkan pendapatnya dan itu adalah sebuah kebenaran.
"Lalu..?" Kairen masih tidak begitu mengerti maksud dari Halim, tetapi ia juga penasaran apa yang ingin di ucapkan oleh Halim lebih lanjut.
"Jangan membuat hatimu dan perasaan nona Kinan sama sama tersakiti sebelum semuanya terlambat"
"Kairen...sadarilah sebelum semuanya terlambat karena mungkin saja saat ini ada seseorang yang lebih mengharapkan hati nona Kinan" lanjut Halim mengatakan semua dengan jelas.
Kairen tersenyum tipis,
"Begitu...sekarang aku mengerti maksudmu"sahut Kairen dengan santai.
"Jika tidak ada lagi yang ingin kau sampaikan kau bisa pergi"
"Baik, maaf telah menganggu waktu anda tuan Kairen" Halim pun tidak meneruskan perkataannya, sudah cukup ia mengingatkan Kairen.
Di pikiran Halim sendiri, selama ini ia telah menemani Kinan dan kadang kalanya Halim bisa melihat penantian dan pengharapan dari Kinan untuk pernikahannya.
Jadi apa maksud dari Kairen selama ini, yang memintanya secara pribadi untuk menjaga Kinan tetap aman.
"Ooh ya..Halim sepertinya kau sudah salah paham atas tindakanku selama ini, aku menempatkanmu di samping Kinan hanya untuk menebus rasa bersalahku tidak lebih" kata Kairen menghentikan langkah Halim yang ingin pergi dari ruangan itu.
...**********...
Setelah selesai mengajar Kinan pun berpikir pergi kebutik untuk melihat lihat keadaan disana setelah beberapa hari tidak mengontrol di butik itu karena kesibukannya.
"Kinan!" Langkah Kinan terhenti disaat ada yang memanggil namanya yang ternyata tak lain adalah,
Gus Rahman!.
"Assalamualaikum Kinan"salamnya setelah sampai di hadapan Kinan.
"Wa'alaikumsalam Gus" Kinan pun menundukkan pandangannya seperti biasanya.
"Apakah kau ingin segera pergi?.."tanya Gus Rahman, sepertinya ada yang ingin ia katakan kepada Kinan.
"Benar Gus, tetapi untuk apa Gus Rahman bertanya seperti itu, apakah ada sesuatu?" sahut Kinan lagi.
"Begini.. sebenarnya ana diminta Umi untuk menemui ustadzah Kinan disini" jawab Gus Rahman mulai menatap wajah Kinan yang masih tertunduk.
Wanita itu masih sama!,
"Untuk apa Umma Fatimah ingin menemui saya Gus?"
"Umi ingin bertemu denganmu karena beliau ingin bertanya sesuatu kepadamu Kinan, apakah boleh?"
"Tentu saja" sahut Kinan ramah, tentu ia tidak akan menolak jika Umi Fatimah ingin bertemu dengannya sebab selama ini Umi Fatimah telah memperlakukan nya begitu baik.
__ADS_1
Bersambung...
...*Selamat membaca*...