Cahaya Cinta Dan Kenangan

Cahaya Cinta Dan Kenangan
Episode. 5 ~ Alina Hafsah


__ADS_3

"Orang berkata jika dia cinta, dia akan kembali namun aku berkata jika dia cinta dia tidak akan pergi"


by: Kinan Abizar Ahlam


...----------------...


...Setelah beberapa hari semenjak pernikahannya, Kinan memiliki suatu janji bertemu dengan sahabatnya setelah beberapa lama tidak bertemu....


"Heum...Hem...cie..cieeee!!"goda gadis tersebut kepada Kinan, Kinan langsung menutup mulut sahabatnya itu, Gemas!


Alina Hafsah..seorang gadis seumuran dengan Kinan, juga seorang gadis yang ceria dan bawel, yang selalu saja menggoda Kinan.


Sekarang saja gadis itu masih tidak menyangka setelah mendengar semua cerita dari Kinan bahwa Kinan telah menikah.


Yah... walaupun Kinan belum memberitahukan kepada Alina siapa yang menjadi suami Kinan.


Jangan deh!!, lebih baik Alina tidak perlu tahu sekarang siapa yang menjadi suami sahabatnya itu jika tidak ingin gadis dihadapannya itu semakin menggoda Kinan.


"Kenapa kau tidak mengundangku Kinan! apa jangan jangan kau menikah dengan pria tua lagi.." timpal Alina dengan suara yang terdengar menyelidik, lihatlah wajah berbinar-binar Alina, ia sangat penasaran!.


"Husss..dasar gadis ini!!" seru Kinan membelalakkan matanya, bagaimana bisa Alina mengatainya seperti itu.


Lucu juga disaat Kinan membayangkan jika Kairen itu tua, tapi....ngomong-ngomong Kinan sendiri juga tidak tahu bagaimana wajah Kairen, Karena disaat hari pernikahannya pun Kinan hanya menundukkan pandangannya.


Namun Kinan dengar-dengar jika Kairen itu telah berumur 25 tahun karena umur mereka selisih 5 tahun.


Kinan menjadi terkekeh geli!


"Heh!.., ada apa!? kenapa jadi tertawa sendiri, ahh..!!, jangan jangan yang aku katakan benar lagi...!" timpal Alina tertawa geli.


"Kau ya..benar benar..tapi aku tidak akan memberitahukan kepadamu saat ini!"ucap Kinan langsung disambut wajah manyun Alina.


"Baiklah tidak apa apa, tapi aku penasaran kenapa tiba tiba kau sudah menikah!?"tanya Alina dengan wajah yang lebih serius,


Alina hanya bingung, kenapa Kinan tiba tiba menikah setelah satu minggu lebih tidak bertemu!


Kinan mengela napas panjang!, benar ia belum memberitahukan kepada Alina jika sang Abi telah meninggal dunia.


"Alina..aku ingin memberitahukan jika..hhumm..!," Kinan menggantung kalimatnya. lalu dengan raut wajah yang sendu pada akhirnya Kinan mengatakan kabar tersebut.


"Ada apa Kinan!?, Apakah ada sesuatu yang terjadi?"tanya Alina dengan wajah yang cemas,tiba tiba sifatnya yang bawel tersebut hilang dan digantikan dengan Alina yang peka dan pengertian.


"Abi..sudah meninggal dunia"lanjut Kinan dengan wajah yang sedih, Alina sangat terkejut dan dengan cepat menghampiri Kinan, Alina disamping Kinan langsung memeluk Kinan.


"Kenapa baru sekarang kau mengatakannya, Kinan maafkan aku, aku tidak tahu sebelumnya hal ini!" ucap Alina sambil memeluk Kinan.


Kinan hanya diam, dan seketika air matanya kembali turun, Kinan mencurahkan semua perasaannya saat ini,


"Jangan menangis Kinan!, sekarang katakan semua apa yang terjadi sebenarnya?"tanya Alina mencoba untuk memahami setiap perkataan Kinan.

__ADS_1


Kinan menceritakan semua dengan air mata yang sesekali turun membasahi pipinya, dengan sabar Alina mendengarkan semua penjelasan Kinan.


Dari tuan Adnan yang meninggal dunia karena penyakit yang telah lama diderita, sampai-sampai perjodohan yang telah di lakukan sejak dulu itu juga Kinan ceritakan, bahkan bagaimana perasaan dalam hatinya,


Semua telah Kinan ceritakan pada Alina, akan tetapi Alina heran mengapa Kinan tidak ingin menyebutkan nama keluarga yang menjadi mertuanya saat ini,


Mungkin inilah kesulitan Kinan sekarang!?, pikir Alina, memang tidak mudah bagi siapapun disaat orang yang sangat kita cintai meninggalkan dunia ini, terlebih lagi disaat tiba tiba satu kenyataan yang harus diterima, seperti halnya Kinan sekarang.


Alina pun tidak bertanya lebih lanjut, sebaliknya Alina kembali menghibur Kinan lalu mengusap air mata Kinan dan tersenyum.


"Percayalah Kinan apapun yang sekarang terjadi pasti selalu ada hikmahnya.." ucap Alina.


"Kau benar, terimakasih karena telah mendengarkan setiap ucapanku Alina, kau adalah sahabat terbaik yang aku punya" sahut Kinan terharu.


"Hisss...kau ini bisa saja.."timpal Alina dengan wajah cengengesan.


Begitulah persahabatan mereka, suka, duka, ceria, bahagia, sedih atupun dalam kesulitan,mereka akan berbagi dan sama sama akan memahami dan selalu menguatkan satu sama lain.


"Baiklah sekarang lebih baik kau pulang Kinan, nanti dicari suaminya Lo..." ledek Alina,


"Ck..kau ini, sudahlah kalau begitu aku pulang dulu," sungut Kinan agak terkekeh,


Memangnya Kinan akan dimarahi suami, Wong! sekarang saja Kairen tidak ada dinegara ini, pikir Kinan, lalu Kinan mengambil tasnya yang berada dikursi sebelahnya dan hendak pergi.


"Assalamualaikum" ucap Kinan berlalu pergi.


...***********...


Kinan pun sampai dirumah,


"Assalamualaikum" salam Kinan memasuki rumah, disaat itu Kinan melihat jika ada tamu yang sedang mengobrol dengan papah Azkara.


Pada awalnya Kinan akan langsung masuk karena tidak ingin mengganggu namun tiba tiba papah Azkara memanggilnya.


Kinan mendekati papah Azkara sambil menundukkan pandangannya, yang ternyata tamu papah Azkara itu seorang pria.


"Sudah pulang nak Kinan?!, kemari sebentar papah ingin mengatakan sesuatu padamu"ucap papah Azkara, Kinan pun hanya mengangguk dan menurut lalu Kinan duduk disamping papah Azkara, masih dengan menjaga pandangannya.


"Begini nak Kinan, papah ingin memperkenalkan pria dihadapan kita saat ini, dia adalah salah satu asisten diperusahaan namanya adalah Halim Wijayanto.


"Salam kenal nona muda"sapa pria bernama Halim tersebut.


Kinan menyambutnya dengan senyum ramah!


"Salam kenal tuan Halim, nama saya Kinan" sahut kinan menyatukan kedua tangannya didepan dada sambil menunduk.


"Sebenarnya Halim ini yang akan menjadi pengawal pribadimu Kinan..,"ucap Azkara membuat Kinan mengerutkan keningnya.


"Tapi maafkan papah sebelumnya jika hal ini tidak dibicarakan terlebih dahulu padamu, tapi papah berjanji tidak akan menyulitkanmu dengan hadirnya Halim, karena Halim akan menjagamu, dan menjemputmu pulang atupun pergi dari rumah ini sebagai sopir" lanjut papah Azkara menjelaskan semua maksudnya

__ADS_1


Kinan hanya diam mendengarkan semua dengan seksama, sebenarnya bagi Kinan itu tidak perlu dilakukan, lagi pula jika Kinan ingin keluar bisa saja Kinan menggunakan taksi ataupun kendaraan lainnya.


"Jika boleh Kinan bicara, sebenarnya hal tersebut tidak perlu bagi Kinan pah,...aku takut menyulitkan tuan Halim dan merepotkannya" sahut Kinan dengan sopan.


"Tidak apa apa nona!, saya tidak keberatan sama sekali" seru Halim dengan sopan, Kinan adalah wanita yang sangat terjaga dan sopan membuat Halim pun tanpa sadar menjadi segan dan menghormati Kinan.


"Benar Kinan, lagi pula ini untuk keselamatanmu sendiri" timpal Azkara menambahkan.


Pada akhirnya Kinan pun mengangguk kepalanya setuju, mau tak mau juga Kinan menerima karena Azkara telah begitu baik padanya.


"Baiklah jika itu yang terbaik, mohon bantuannya tuan Halim"sahut Kinan disambut oleh Halim dengan wajah yang senang.


Halim Putra Pratama adalah seorang asisten diperusahaan sekaligus sekretaris Kairen yang bekerja di perusahaan yang ada di Indonesia, seringkali Halim akan memberitakan kepada Kairen tentang perkembangan perusahaan yang ada di Indonesia kepada Kairen, selain itu juga Halim adalah seorang sekretaris yang handal dalam tugasnya.


Namun karena satu alasan pada akhirnya Halim di pekerjakan sebagai asisten pribadi Kinan untuk sementara waktu.


Di lain tempat,,,


Di Belanda...!


Kairen yang tengah sibuk didalam kantornya,sedang berkutat dengan dokumen yang harus ditanda-tangani olehnya.


Kairen yang sibuk tersebut dikejutkan dengan kedatangan Evan yang tiba tiba, sontak membuat Kairen menggerutu.


"Kau bisa lebih tenang jika masuk kesini hah!, kau selalu saja masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu!" sungut Kairen kesal.


Evan cengengesan!


"Baiklah,...maafkan saya tuan Kairen lain kali saya akan mengetuk terlebih dahulu..." ucap Evan cengengesan tapi masih bicara formal, lalu dengan nada yang sedikit menohok Kairen.


"Sebenarnya juga kedatangan saya kemari itu hanya ingin mengabarkan kepada anda, jika perintah yang anda berikan kepada saya telah dilaksanakan dengan baik" lanjut Evan sengaja berbicara dengan nada yang lebih ditekankan, supaya kesannya jika kedatangannya kali ini adalah karena perintah dari Kairen.


"Ouh...ternyata kau telah bosan bekerja denganku..Hem!?" desis Kairen sambil menatap dengan mata elangnya.


Evan terkekeh lagi!


"Hehehehe...bukan seperti itu juga, baiklah saya akan serius sekarang!" Timpal Evan lalu dengan menarik kursi yang berada di depan meja, Evan menariknya hingga persis didepan Kairen.


"Perintah anda sebelumnya telah dilakukan dengan baik dan sekarang Halim sudah menjadi asisten pribadi Kinan" lanjut Evan.


Benar!


Kairenlah yang memerintahkan langsung kepada Halim untuk menjaga Kinan, dan hal tersebut dilakukannya sebagai tanda maaf dari Kairen untuk hari ijab kabul kemarin karena sempat meninggalkannya ditengah perbincangan yang harusanya menjadi perkenalan bagi keduanya.


Sebatas rasa bersalah!?


Bersambung...


...*selamat membaca*...

__ADS_1


__ADS_2