
...Jika matamu adalah cahaya... Beberapa detik aku tersandung didalam binarnya.. 'Kau berhasil membuatku porak-poranda karena perasaan'...
By: Kinan Abizar Ahlam
...----------------...
"Kairen...kau sudah pulang, kemarilah sayanggg!" seru mamah Alesha ketika Kairen memasuki rumah itu.
Kairen datang bersama dengan Kinan,Evan dan Halim, untuk sekian lama akhirnya Kairen kembali menginjakkan kakinya dirumah yang telah di tinggalkannya 5 tahun itu.
"Ooh sayang akhirnya kau kembali"mamah Alesha sangat terharu dan bahagia,
"Iya mah aku sudah pulang, maaf karena telah menunggu lama" sahut Kairen memeluk tubuh sang ibu dengan erat.
"Kakak Kairen!"seru Dira juga datang,
"Dira" kebahagiaan terlihat di wajah mereka semua, Kinan yang masih berada di belakang Kairen hanya diam dan disaat itu semua baru sadar jika tubuh Kinan basah kuyup.
"Kenapa kamu basah gini sayang?"Timpal mamah Alesha pun beralih kepada Kinan
"Dan kenapa kalian barengan kaya gini?!"lanjut Alesha baru menyadari keberadaan tiga orang itu dan hanya Kinan lah yang basah.
"iitu..mah sebenarnya aku.."
"Tidak ada apa apa mah hanya saja tadi Kairen tidak sengaja melihat Kinan yang sedang ada ditaman,.." potong Kairen menjelaskan,
"Begitu..ya sudah..lebih baik Kinan segera pergi ganti baju dulu, Dira temani Kinan ya!" ucap mamah Alesha lagi.
Kinan hanya menurut, sedangkan yang lain beralih duduk di ruang tamu sembari melepaskan rindu bersama.
Didalam kamarnya Kinan,
"Kak ada apa?"tanya Dira memberanikan diri untuk bertanya kepada Kinan yang sedang memasang jilbabnya.
"Ada apa!?,..tidak apa apa Dira"jawab Kinan lembut,
"Tapi aku lihat Kakak tidak baik baik saja, apakah ada sesuatu yang kakak sembunyikan?"
Sebenarnya Dira cukup mengerti dengan keadaan Kinan, bayangkan bagaimana rasanya dinikahi oleh Kairen dan ia tidak bertemu selama satu tahun lamanya, Dimata Dira sekarang ia bisa memahami perasaan itu.
"Kak kau adalah orang yang sangat baik, mungkin Dira tidak bisa merasakan apa yang Kakak rasakan didalam hati, tetapi sekarang Dira bisa melihat derita dimatamu kak" ucap Dira lagi sembari melingkarkan tangannya memeluk tubuh Kinan.
Kinan tersenyum melihat perhatian Dira padanya,
"Terimakasih karena telah memahami perasaan kakak, tapi sekarang aku bahagia, percayalah Dira" sahut Kinan tersenyum tulus,
"Lagipula bagaimana aku bisa tidak bahagia disaat suami yang kakak tunggu tunggu kembali, benarkan?" timpal Kinan lagi lebih ceria.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu, baik karena kakak sudah siap lebih baik kita segera turun karena semua orang telah menunggu"
"Eum..ya..Ayuk"
Sementara itu dibawah, Kairen dan papah Azkara sibuk berbincang bincang sembari menunggu Kinan turun.
"Apakah benar jika kau tidak sengaja melihat Kinan kai?, papah tidak merasa itu benar!?" tanya Azkara berpikir tidak mungkin bukan.
Kairen pun hanya tersenyum tipis,
Sebenarnya itu memang bukan kebetulan tetapi karena ia telah menghubungi Halim dan bertanya sedang dimana dan untuk Halim sendiri ia memang tidak tahu jika Kairen akan datang ke taman itu karena sebelumnya Halim tidak tahu tujuan Kairen bertanya seperti itu.
"Bukan apa apa pah"sahut Kairen santai ia tidak ingin membicarakan hal tersebut.
"Hai semuanya...!"seru Dira terdengar dari atas tangga, dan ketika semua orang menoleh secara bersamaan.
"Ini nih orang yang di tunggu tunggu dari tadi, ayukkk Kinan sini!"seru Alesha.
Kinan yang ada disamping Dira, tersenyum lembut dan sekarang terlihat wajah cantik itu lebih baik dan lebih terlihat bahagia.
"Hem..Hem..lihatlah itu istrimu lo kai"bisik Evan mulai menggoda Kairen, Kairen langsung melemparkan tatapan elangnya.
"Cantik..ya"tambahnya,
Memang benar tapi Kairen hanya bersikap tenang dan tidak tergerak sama sekali.
Kinan pun segera duduk di samping mamah Alesha, namun mamah Alesha langsung meminta kinan untuk duduk di samping Kairen saat itu.
"Loh Kinan duduknya jangan disamping mamah tapi di samping Kairen saja, lagipula ini pertama kalinya untuk kalian bertemu jadi mamah berharap kalian bisa lebih dekat" sergah mamah Alesha.
"Benar nona Kinan, Ayuk duduk disini!"seru Evan menimpali lalu ia pun berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Kinan disamping Kairen.
Kinan sontak merasa canggung, lalu dengan kaku Kinan beralih duduk disamping Kairen,
"kenapa aku gugup begini, tenanglah Kinan..tenang!"
Desiran hangat menjalar keseluruhan tubuh Kinan, duduk disamping Kairen membuatnya gugup dan kaku, tetapi tidak dengan Kairen, ia malah berlagak sangat santai dan tenang.
"Jadi Kai setelah ini kamu tidak pergi lagi kan?.."
"Tidak mah, urusan di Belanda sudah aku selesaikan dan aku bisa fokus pada perusahaan yang ada di Indonesia" jawabnya.
"Baguslah, mamah harap setelah ini kamu bisa lebih memperhatikan Kinan sebagai istri, kau tahu kai selama ini Kinan setia menunggu disini"
"Iya mah"
"Baguslah mamah harap kamu tidak menyakitinya sedikitpun"
__ADS_1
"Tenanglah mah aku tidak akan mengecewakan kalian" ucapan Kairen yang sangat tegas itu membuat hati Kinan sedikit tersentuh.
Akankah ia memiliki kesempatan?
"Baiklah jika begitu lebih baik kita membiarkan Kinan bersama dengan Kairen terlebih dahulu,..." sahut papah Azkara.
"Benar,..Evan, Halim kalian bisa pulang dulu" tambah Alesha.
"Dan untuk Kairen dan Kinan bisa langsung masuk kekamar kalian, mamah sudah menyiapkan kamar untuk kalian, beristirahatlah"
Mereka semua pun meninggalkan Kinan dan Kairen di ruang tamu dengan suasana yang canggung bagi Kinan.
Kalimat mamah Alesha membuatnya semakin gugup, Kamar mereka berdua?
"Santailah"ucap Kairen, Kinan yang ketahuan gugup pun menjadi semakin kaku.
"Jangan gugup aku tahu ini pertama kalinya kita bertemu tapi aku harap kau bersikap santai saja, aku tidak ingin membebanimu apapun itu"
Degg!
Apa maksud ucapan Kairen?, tetapi sebelum sempat Kinan berbicara Kairen lebih dulu pergi, dengan terpaksa Kinan mengikuti langkah Kairen yang menuju lantai dua, kekamar yang telah mamah Alesha beritahukan.
Srett!
Pintu itu terbuka, terlihat kamar yang luas dengan kasur ukuran besar cukup dua orang bahkan lebih, kamar yang bernuansa putih cream di desain sedemikian rupa.
Dag..dig..dug!!
Detak jantung Kinan semakin tak karuan disaat ia melihat Kairen dengan leluasa membuka jasnya dan melonggarkan sedikit dasinya.
"Aa..apa yang tuan lakukan!?"sontak Kinan gugup.
"Aku...." Kairen menggantung kalimatnya, berjalan kearah sebuah koper yang berada disudut ruangan.
"Aku ingin membersihkan diri, jika kau mau kau bisa pergi" Ucapnya tanpa menoleh lalu ia masuk kedalam kamar mandi.
Pergi!?, Apakah ia perlu pergi dari kamar itu disaat semua orang merasa begitu bahagia, apakah pantas, namun Kinan memilih untuk tetap tinggal meskipun ia merasa gugup luar biasa.
~ 10 menit kemudian...
Kairen membuka pintu kamar mandi,
"Ternyata dia masih disini"pikir Kairen yang melihat Kinan yang telah duduk membelakanginya di atas kasur.
Bersambung...
...*Selamat membaca*...
__ADS_1