
Hai semuanya para pembaca tercinta😍 mohon untuk dukungannya dengan cara vote dan komentar.
' Pertemuan itu cukup konyol untuk kita! aku tak pernah menyangka kala hujan itulah kita bertemu untuk pertama kalinya '
By: Kinan Abizar Ahlam
...----------------...
"Kinan disini!" seru Alina dari sudut meja sebelah kiri dekat dengan jendela kaca yang memperlihatkan pemandangan disekitarnya.
Dua hari kemudian seperti yang telah dijanjikan oleh Kinan dan Jihan mereka akan kembali bertemu dengan Alina seperti biasa dan hari ini tepat hari minggu.
Kinan tersenyum sembari melangkah mendekati Alina dan Jihan,
"Akhirnya kau tiba kenapa sangat lama?"sungut Alina
"Iya maafkan aku karena aku kan perlu izin dulu" sahut Kinan,
Lagi pula seperti yang telah di katakan oleh papah dalam beberapa hari Kairen akan kembali ke Indonesia maka dari itu ia juga ikut sibuk mempersiapkan kedatangan Kairen di kediaman.
"Sudahlah Alina bukankah sudah sangat baik Kinan mau menyempatkan diri kesini" sahut Jihan lagi.
"Iya..iya deh"
( "Berita terkini....berita yang datang dari salah satu keluarga konglomerat di kota ini, putra sulung dari keluarga Al Azhar akan kembali ke tanah air setelah 5 tahun berada di negara Belanda ")
DEG!
Siaran dari televisi yang ada di cafe tersebut berhasil membuat Kinan seketika terpaku,
"Wahh.. tampannya!, lihatlah!" seru Alina, mereka yang berada di cafe tersebut ikut menyaksikan berita yang telah ramai di televisi.
Kedatangan Kairen ke tanah air memang telah tersebar luas dan membuat semua orang yang telah lama mengidolakan Kairen ikut senang, Sang pengusaha muda itu sangat di idamkan para wanita diluaran sana.
"Benar,..Lagi pula ana memang pernah mendengar tentang tuan Kairen ini dari sodara ana yang juga berkecimpung dalam dunia bisnis, katanya tuan Kairen ini telah berhasil membuat para pengusaha lain salut dengan kemampuannya.." Jihan ikut mengomentari berita yang ada.
"Ahh.. tampannya, Benarkan Kinan?²!"seru Alina lagi,
Kinan yang masih terdiam ditempatnya tak sadar dengan ucapan dari Alina tadi,
"Kinan!, Kinan..!" Alina pun membuyarkan lamunan Kinan yang terlihat kaku,
"Hah...maaf!.., ada apa?"tanya Kinan menyahut namun ia benar benar merasa canggung,
"Benarkan!, menurutmu bagaimana dengan tuan Kairen Al Azhar ituuu..?"tanya Alina lagi,
"Itu..itu...." sembari mendongakkan wajahnya melihat televisi yang masih menyiarkan berita Kairen,
Tepat disaat ia melirik, saat itulah Kinan pertama kalinya melihat wajah Kairen yang terpampang jelas dilayar televisi,
Degg!
Degg!
Tak sadar Kinan mendekap dadanya,
"Ada apa Kinan?" tanya Jihan yang memperhatikan gelagat dari Kinan yang tak biasanya, wajah Kinan yang tercengang dan diam membuat mereka heran.
"Tidak..apa apa hanya saja apa yang kalian ucapkan tadi?"sahut Kinan berusaha fokus dan menenangkan jantungnya yang mulai bergejolak.
"Itu lo, menurutmu apa pendapatmu disaat melihat laki laki bernama Kairen itu, sebenarnya kemarin malam aku juga telah melihat berita ini" jawab Alina.
__ADS_1
"Berbakat dan juga terlihat seperti seorang yang sangat ahli dalam bisnis" jawab kaku Kinan dan hanya kalimat itu yang sanggup keluar dari mulutnya.
"Hah..apa sih Kinan..hahaha"
"Kok kau terlihat gugup gitu, ahh jangan jangan kau juga merasa jika tuan Kairen ini sangat tampan, sudahlah Kinan jangan di sangkal terus lagi pula tidak salahnya juga kan mengatakan yang sebenarnya, jika Kairen ini sangat menawan.." Goda Alina sambil terkekeh geli.
"Bukan seperti itu hanya saja tiba tiba ada satu hal yang aku lupa,.." sahut Kinan berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Hahahaha...begitu ya"kekeh Alina menyelidik.
"Sudah..sudah cukup Alina" timpal Jihan merasa kasihan juga melihat raut wajah Kinan yang terlihat tidak baik baik saja.
"Kinan..jika kau memang memiliki suatu hal kau boleh pergi duluan, lagi pula aku juga tidak bisa berlama lama disini karena Abi memintaku menemaninya kesebuah tempat" Ucap Jihan penuh pengertian,
Meskipun ia cukup bertanya tanya kenapa tiba tiba Kinan bersikap begitu, tidak biasanya Kinan melamun sampai sampai tidak memperhatikan sekitarnya.
"Iya... kalau begitu aku pergi lebih dulu" Kinan memilih untuk pergi.
"Yah..Kinan aku kan hanya bercanda kau benar benar ingin pergi!" seru Alina,
"Tidak Alina ini bukan karena mu, tetapi karena aku memiliki urusan" jawab Kinan menghibur Alina yang terlihat bersalah.
"Benarkah!"matanya berbinar binar
"Tentu saja, kau mengira aku akan marah karena ucapan itu!?"
"Benar juga, tapi tetap saja maafkan aku Kinan karena mulut dan sikapku ini" sahut Alina.
"Iya..kalau begitu aku pergi dulu, Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam" Mereka pun melihat kepergian Kinan dari sana,
"Ada apa dengannya?"ucap Alina mulai mengkhawatirkan keadaan Kinan, sekarang raut wajah konyol itu terlihat lebih Khawatir.
"Sejujurnya semenjak dia menikah aku selalu merasa kalau Kinan itu menyembunyikan sesuatu dari kita semua,.."
"Kau tahu walaupun ia mencoba menyembunyikan hal itu dari kita tapi aku bisa melihat dengan jelas apa yang tersirat dari matanya" pikir Alina memikirkan semua yang telah dirasakannya selama ini,
Memang benar ia seperti sahabat yang selalu terlihat konyol dan juga bersikap kekanak-kanakan tetapi diluar itu ia sangat mengenal Kinan dan bisa merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh Kinan.
"Apa kita perlu bertanya padanya?"pikir Jihan juga ikut mengkhawatirkan keadaan Kinan.
"Entahlah,...aku pikir dia tidak bahagia sama sekali"
...**********...
Halim masih setia menjaga disamping Kinan selama satu tahun ini, senang, sedih, suka, duka Kinan, Halim bisa melihat ketika disaat seperti ini, sendirian atau kadang kala bersama dengan sahabat Kinan.
Setelah keluar dari cafe itu, Halim mencoba memperhatikan apa yang terjadi dengan Kinan, terlihat dari raut wajah Kinan yang tidak baik baik saja.
"Nona muda apa anda baik baik saja?" tanya Halim yang saat ini tengah menyaksikan Kinan dari jarak beberapa langkah menuju Kinan.
Kinan menggelengkan kepalanya!
Saat ini mereka tengah berada di sebuah taman bunga yang sangat indah, tempat yang menjadi tempat favorit Kinan jika sedang bersedih ataupun jika ia sedang senang, sembari menikmati setiap bunga yang ada ditaman itu.
Halim tidak bertanya lebih lanjut, ia hanya membiarkan Kinan berdiam diri sembari memperhatikan bunga didepannya.
Kinan hanyut dalam pikirannya sendiri!
"Hari ini saya ingin sendirian, tuan Halim anda bisa pergi lebih dulu..." ucap Kinan kemudian dengan suara yang terdengar tegar.
__ADS_1
"Hah...itu?, baiklah nona muda" Halim pun hanya bisa meninggalkan Kinan ditempat itu sendirian seperti permintaan Kinan.
"Ternyata aku telah melewati hari hari dengan baik" gumam Kinan tersenyum tipis, Tak terasa sebentar lagi ia akan bertemu dengan Kairen, mungkin dalam beberapa hari lagi,
"Kadang aku tidak tahu apakah aku harus tertawa atau menangis, Aku tidak tahu apakah penantian ini terbalaskan" lagi lagi ia bermonolog.
Jderrrrr!!
Hah!, tiba tiba rintik hujan membasahi tubuh Kinan sedikit demi sedikit, dengan cepat Kinan berusaha meninggalkan taman itu dan berlari karena hujan semakin deras melanda bumi.
Tik..tikk..tikk..!
Brukk!
Jalan yang mulai licin membuat kaki Kinan tak seimbang dan akhirnya terjatuh.
"Astaghfirullah.."untungnya ia baik baik saja,
Diderasnya hujan tiba tiba sesosok bayangan tubuh mendekati Kinan tepat di depannya, berjalan kearah Kinan sembari memegang sebuah payung,
Diderasnya hujan pandangannya menjadi samar Kinan berusaha melihat siapa orang itu, apakah Halim?, dan ketika semakin dekat,
Tap!!
Set!
Dengan pasti orang itu berhenti didepannya sambil memayungi Kinan yang sudah basah kuyup,
"Apa kau baik baik saja" suara itu menusuk lembut telinga Kinan,
Kinan mendongakkan kepala dan seketika itu ia dapat melihat dengan jelas wajah itu, Degg!
Satu menit...
Dua menit...
Tiga menit..
Kinan terpaku!, wajah yang baru saja ia lihat di tv untuk pertama kalinya, wajah yang benar benar ia tahu...
"Kau baik baik saja?"tanyanya sekali lagi sembari mengulurkan tangannya untuk membantu Kinan yang masih terjongkok di tanah.
Tak sadar air mata itu turun...menyatu dengan air hujan yang menutupi pias nya... Dengan ragu di sambutnya uluran tangan itu,
"Nona muda!?"
Halim datang dengan tergesa gesa dan disaat itu ia ikut terpaku melihat sosok yang tengah bersama dengan Kinan.
Kairen..!
"Aku kembali" ungkapnya kepada Kinan dengan senyuman diwajahnya, lalu dengan lembut ia berikan jas yang dikenakannya untuk Kinan,
"Mari kita pulang,.." Kinan yang masih terpaku hanya diam ditempatnya tanpa bisa bersuara sedikitpun.
Melihat Kinan yang masih terdiam, Kairen mengela napas lalu dengan suara yang terdengar serak,
"Maaf....aku terlambat" Tak dipungkiri hatinya menjadi terenyuh saat itu,
"Apa kau benar...adalah Kairen..?" sayup sayup suara itu terdengar lirih,
"Benar, mari kita pulang..papah, mamah dan yang lain pasti sudah menunggu"
__ADS_1
Bersambung...
...*Selamat membaca*...