Cahaya Cinta Dan Kenangan

Cahaya Cinta Dan Kenangan
Episode. 4 ~ Ijab qobul


__ADS_3

'Jatuh cintakan aku hanya pada jodohku saja, agar hati ini terjaga pada yang seharusnya'


By: Kinan Abizar Ahlam


...----------------...


Satu minggu lamanya mereka semua mempersiapkan berbagai macam persiapan untuk pelaksanaan pernikahan.


Dari wali nikah dan dua orang saksi yang sebagai wali dari Kinan dan juga beberapa kerabat serta keluarga di kediaman Al Azhar.


Pernikahan yang sederhana namun khitmat dilakukan tepat di hari minggu dengan cara melakukan video call dan terhubung melalui monitor, Kairen juga telah siap dengan dua orang saksi, penghulu dan juga beberapa orang sebagai tamu undangan untuk Kairen yang ada dinegara Belanda.


Gaun pernikahan yang bernuansa syar'i berwarna putih, ditambah dengan veil yang indah menjuntai, Kinan dan Kairen tidak mampu saling bertatapan langsung,


Bukan tidak mampu!, mungkin yang tepat adalah hatinya masih ragu dan takut, karena bagi Kinan pria seperti Kairen hanya angan-angan yang tak akan pernah bisa menjadi kenyataan.


Selama beberapa hari ini Kinan telah mencari tahu tentang siapa Kairen sebenarnya dari penuturan beberapa orang termasuk para pelayan yang tergolong muda yang juga mengidolakan Kairen, bukan hanya mereka tapi juga cerita dari Dira.


Ternyata bukan hanya sebagai seorang putra dari keluarga kaya-raya namun juga pandangan dunia padanya.


Sungguh tak pernah diduga oleh Kinan, Ternyata Kairen adalah pria yang sangat terkenal di Indonesia juga Belanda, Kairen telah berhasil membangun kembali perusahaan yang hampir bangkrut dari tiga tahun lalu dan berhasil mendapatkan pengakuan dari pemimpin pemimpin perusahaan terkenal.


Dan kini Kairen juga telah digadang-gadangkan sebagai menantu yang paling diidamkan, yang pastinya berapa banyak wanita diluar sana yang menginginkan Kairen.


Kinan hanya mampu menundukkan pandangannya saat ini tanpa mampu melirik wajah Kairen yang lumayan jelas dari jarak antara layar monitor dan dirinya saat ini yang ada diatas altar.


Deg!!


Deg!!


Detak jantung yang berpacu dengan cepat, napas yang sedikit berantakan dan perasaan yang gugup luar biasa, Disamping kanan Kinan saat ini ada mamah Alesha dan disamping kiri ada si supel Dira.


Kinan hanya menundukkan kepalanya sambil mendengarkan semua kebisingan disekelilingnya karena acara pengucapan ijab Kabul akan dilakukan sebentar lagi.


"Bismillahirrahmanirrahim mudah-mudahan dengan adanya keputusan ini, hamba mampu menjadi orang yang lebih baik dan menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT" doa Kinan dan saat itu juga terdengar suara yang tadinya berisik seketika hening.


Deg..degg..!!


Pengucapan ijab kabul akan dilakukan, dengan satu tarikan napas Kairen langsung mengucapkan ijab kabul tanpa gugup sedikit pun sebelumnya.


"Saudara Kairen Al Azhar, saya nikahkan dan saya kawinkan anda dengan Kinan Abizar Ahlam binti Adnan Al Hanan dengan maskawin seperangkat alat sholat dibayar tunai"ucap penghulu terdengar jelas.


"Saya terima nikah dan kawinnya Kinan Abizar Ahlam binti Adnan Al Hanan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai" sahut kairen dengan satu tarikan nafas dan tegas.


"Bagaimana para saksi...sah!?.."


"Sah!!"


"Sah!!"


Degg!!..


Tak dipungkiri hati Kinan berdegup dua kali lebih cepat, satu tarikan napas kalimat itu terucap dengan jelas dan lantang.


"Alhamdulillah..ucap puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mempersatukan dua insan, semoga pernikahan ini membawa berkah di dalam rumah tangga keduanya" ucap penghulu yang terdengar dari layar monitor.


Kala itu semua menjadi sangat bahagia dan haru, terlebih lagi Kinan, ternyata dari saat itu ia telah resmi berstatus sebagai seorang isteri.


"Mamah berbahagia untuk mu Kinan.." ucap mamah Alesha disamping Kinan sambil tersenyum haru kearah Kinan.

__ADS_1


"Selamat kak Kinan atas pernikahannya.."imbuh Dira sama bahagianya.


Kinan tersenyum!,


Kinan merasa benar benar beruntung bisa bertemu keluarga itu, walaupun bukan anak kandung Kinan selalu diperlakukan dengan baik dan sekarang ia telah memiliki ikatan dengan keluarga itu sebagai menantu.


"Terimakasih Tante, Dira..!"ucap Kinan sangat terharu.


"Kenapa Kinan masih menyebutku dengan Tante, mulai sekarang sebut dengan sebutan mamah..!" timpal mamah Alesha.


"Iya.. Mamah.."sahut Kinan gugup karena untuk pertama kalinya ia menyebut Alesha dengan sebutan mamah.


"Selamat atas pernikahanmu Kinan" tiba tiba Azkara datang menghampiri istri, anak dan menantunya itu, lalu mereka pun saling berpelukan untuk mempererat rasa kasih diantara mereka.


"Kemari Kinan..!"pinta mamah Alesha mengulurkan tangannya untuk membawa Kinan kedalam pelukan mereka.


Kinan menyambut dengan suka cita, mereka pun akhirnya berpelukan dan semua yang menyaksikan hal tersebut juga ikut merasakan kebahagiaan keluarga itu.


Ternyata dari sudut Kairen pun laki laki itu mencoba melihat kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh keluarganya!


Mereka semua bahagia untuk pernikahan ini!,


Kairen sedikit bersyukur untuk hal tersebut, ternyata keputusannya kali ini bisa membawa kebahagiaan sebesar itu kepada keluarga.


Kairen pun merasa bersyukur, tetapi juga merasa bersalah, karena sedikit hal Kairen tidak bisa kembali sekarang.


Namun tiba tiba


Tiba tiba Evan yang datang menghampiri Kairen, membisikkan sesuatu kepada Kairen dan ternyata itu adalah tentang perusahaannya, mau tidak mau Kairen harus segera menangani masalah tersebut.


"Baiklah, Pah,...Mah Kairen tutup dulu karena tiba tiba ada masalah dikantor saat ini, maafkan Kairen sebelumnya..!" ucap Kairen disaat semua para undangan telah pergi dan hanya tersisa keluarga inti itu saja.


"Apa-apaan Kai, saat ini kau belum berbicara dengan Kinan..!" seru papah Azkara namun disambut dengan kalimat lembut Kinan.


"Tapi..Kinan itu tidak bisa...!" lanjut papah Azkara tidak setuju, namun Kairen tidak memiliki waktu lagi sekarang pada akhirnya ia memutuskan sesuatu!


"Maaf, pah, mah...aku janji setelah masalah ini selesai, Kairen akan menghubungi Kinan nanti..!" timpal Kairen lekas berdiri dan dengan kalimat terakhir itu Kairen pun meninggalkan monitor yang masih menyala.


Papah Azkara menghela napas!!.


"Maaf tuan Azkara saya akan mematikan teleponnya!" ucap Evan setelah Kairen pergi, ya... sekarang apakah ada pilihan lain, lagi pula Kairen telah pergi.


"Baiklah nak Evan jika ada sesuatu yang serius hubungi saja.." sahut Azkara kepada Evan.


Evan pun tersenyum hormat lalu mematikan sambungan monitor.


...***********...


Didalam kamar Kinan,


Selepas semua telah selesai, malam harinya Kinan tengah berada didalam kamarnya sambil menatap pantulan dirinya sendiri dicermin.


Dirinya telah menjadi seorang istri!,


Satu hal yang kini selalu menghampiri hatinya dan membisikkan kata-kata itu didalam relung hati sejak ia resmi menjadi istri seseorang.


Kinan menatap wajahnya sendiri di dalam cermin itu, wajah yang putih dan mulus itu terlihat lebih merah dari biasanya, merona!


Tok..tok..tok!!

__ADS_1


Tiba tiba kamar Kinan di ketuk, sontak Kinan menoleh dan berjalan untuk membuka pintu,..


"Siapa..!?"tanya Kinan ramah,


"Ini mamah, Kinan!" sahut Alesha dari balik pintu,


Ternyata mamah Alesha, Kinan pun memutar kunci pintu dan membuka untuk Alesha. setelah pintu terbuka, Kinan pun tersenyum kearah Alesha yang saat ini tengah membawa sesuatu ditangannya.


"Bolehkah mamah masuk!?" tanya Alesha terlebih dahulu


"Tentu mamah, silahkan masuk!" seru Kinan dengan suara yang lembut. mereka berdua pun berjalan masuk kedalam kamar lalu duduk di tepi kasur.


"Maaf mengganggu malam malam begini, tapi mamah ingin memberikan ini padamu." ucap mamah Alesha.


"Tidak masalah lagipula Kinan belum tidur, Apa yang ingin mamah berikan kepada Kinan?" tanya Kinan sopan.


Alesha tersenyum lalu menggapai tangan Kinan dan memberikan sesuatu yang dibawa Alesha,


Kinan mengerut keningnya!, cincin!?..,


Ternyata itu adalah sebuah cincin berbentuk kristal dengan warna biru yang indah.


"Ini cincin untukmu Kinan, cincin ini adalah cincin peninggalan nanek Kairen dan sekarang karena Kinan telah menjadi menantu disini, oleh karena itu mamah berikan ini padamu!"ucap Alesha.


"Cincin ini terlalu berharga untuk Kinan mah, aku tidak bisa menerimanya begitu saja.."sahut Kinan sopan, Kinan merasa jika cincin itu terlalu indah dan berharga jika diberikan kepadanya.


"Tidak Kinan, cincin ini memang akan diberikan kepada istri Kairen nanti dan kau lah orangnya,..kau tahu dulu sekali disaat nenek Kairen masih hidup, beliau memesankan cincin ini untuk diberikan kepada menantu keluarga Al Azhar, jadi mamah harap kau tidak menolaknya.." jelas Alesha.


Kinan pun tidak bisa menolak lagi, dan pada akhirnya Kinan mengambil cincin itu dan disematkan dijari manisnya.


"Lihatlah Kinan betapa indahnya cincin ini untukmu, sangat cocok!" imbuh Alesha berbinar-binar disaat melihat cincin tersebut dijari Kinan.


Sepertinya cincin tersebut memang ditakdirkan untuk Kinan, karena saking indahnya ditangan Kinan yang putih dan mulus.


Kinan hanya bisa tersipu malu, mamah Alesha ini!, pikir Kinan malu.


"Baiklah...Kinan selamat beristirahat, mamah akan kembali dan tidak akan menganggumu lagi.."


Mamah Alesha bangkit dari duduknya dan segera keluar dari kamar Kinan dan membiarkan Kinan untuk beristirahat malam itu.


Akan tetapi bukannya tidur!


Malam telah larut dan Kinan masih belum bisa menutup matanya, jantungnya masih berdebar kencang disaat mendengar ijab Kabul yang di ucapkan oleh Kairen tadi siang dan sekarang semua seperti roda yang berputar dibenaknya.


Jelas!,


Begitu jelas sehingga membuat jantung Kinan berdetak kencang dan membuatnya kesulitan untuk menutup mata.


Kinan tidak tahu akan seperti nanti kehidupannya setelah menikah dengan Kairen namun yang pasti!,


Disaat Kinan ingat apa yang menjadi syarat yang dilontarkan Kairen 'aku akan menerima pernikahan itu namun aku tidak akan kembali sekarang' dan Kinan harus menunggu satu tahun lagi untuk bertemu dengan Kairen.


Kinan tersenyum kecut!


Memangnya apa yang diharapkan olehnya, bukankah semua yang terjadi juga karena keputusan yang telah diambilnya,oleh karenanya apapun yang menjadi konsekuensinya nanti Kinan harus menerima dengan kelapangan hati.


Apapun itu, karena Kinan tidak yakin apakah Kairen juga memiliki perasaan yang sama disaat menikahi nya, Kinan masih yakin jika laki laki seperti Kairen tidak mungkin tidak memiliki orang yang dicintainya.


Kinan hanya bisa mengubur semua perasaan dan harapannya terhadap Kairen.

__ADS_1


Bersambung...


...*Selamat Membaca*...


__ADS_2