Cahaya Cinta Dan Kenangan

Cahaya Cinta Dan Kenangan
Episode. 27 ~ Suami Menawan!


__ADS_3

Hai semuanya...jangan lupa dukungannya dengan cara vote, like, coment and subscribe 🤗🙏


...----------------...


Drtt..drrttt!!..


Terdengar suara dering handphone diatas meja rias didalam kamar saat ini, telepon itu sudah berdering sejak sepuluh menit yang lalu,


"Berisik sekali!" runtuk Kairen yang sedang berbaring diatas kasur,


Kairen pun menghampiri handphone tersebut dan tentu handphone tersebut bukan miliknya dengan kata lain handphone itu milik Kinan.


Tut!


("Kinan kenapa kamu sangat curang hah!")


Suara yang nyaring membuat Kairen refleks menjauhkan handphone dari telinganya.


"Saya bukan Kinan, tunggu saja dia menelepon balik" Ucap Kairen tanpa basa basi dan handphone itu langsung dimatikan olehnya.


Tut!


Lalu dengan santainya Kairen kembali merebahkan dirinya diatas kasur dan menutup mata.


Sementara itu disisi lain,


"Oouh..astaga siapa tadi?" ucap Alina mengelus dadanya, dengan ekspresi yang masih syok dan juga agak terkejut karena yang mengangkat telepon darinya bukan Kinan.


Jadi siapa?, Apakah suami Kinan yang baru saja mengangkat teleponnya dan dengan kata lain!,


"Kairen!"


Alina sungguh tidak pernah menyangka jika ia akan mendengar perdebatan yang terjadi tadi sore, Tanpa sengaja Alina dan Jihan mendengar perbincangan Kinan dan Gus Rahman tak lupa juga dengan Kairen yang hadir di sana.


Karena itulah ia ingin menghubungi Kinan sekarang dan ia ingin Kinan menjelaskan semuanya, kenapa Kinan bisa menikah dengan Kairen.


"Tapi setelah dipikir pikir pasti ini alasan Kinan tidak ingin mengungkapkan siapa yang menikah dengannya!" Pikir Alina bergumam,


Lalu ia pun duduk di sofa satu satunya miliknya dirumah itu, dengan santainya ia duduk dan menyalakan televisi sembari menunggu Kinan menelepon balik seperti yang diucapkan oleh kairen dengan nada yang datar.


Dan benar tak lama kemudian handphonenya berdering!, dengan cepat Alina menyambar telepon itu,


Tut!


"Halo..Kinan !" serunya tanpa salam,


(".....")


"Hehehe..iya maaf maaf, Assalamualaikum.." Alina kembali menyahut.


("....)


"Tetapi sekarang aku sangat kepo...!" serunya lagi, jiwa Alina meronta ronta ingin mendengarkan cerita dari Kinan dan ia benar benar ingin menggoda sahabatnya itu.


Kinan sungguh beruntung!


Itulah yang terlintas dalam pikirannya sekarang, jika suami setampan dan sangat populer seperti Kairen, meskipun ia harus menggunakan waktu satu tahun bahkan lebih pun ia mau.


"Pokoknya besok kita harus bertemu, oke!"


("Besok!, tetapi Alina...besok aku harus ke butik, jadi jika kamu mau bertemu denganku maka aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu ")


Sahut Kinan didalam kamarnya dengan nada suara yang diperkecil, ia tidak ingin Kairen terganggu sebab Kairen tadi mulai melampiaskan kekesalannya pada Kinan karena bunyi ponsel yang tak kunjung berhenti dari Alina.


"Baiklah..tidak apa apa, kalau begitu sampai jumpa besok di tempat biasa!" seru Alina kegirangan,


("Tentu Alina, kalau begitu aku tutup dulu, Assalamualaikum") sahut Kinan hanya mengiyakan ajakan tersebut,


Tentu harus begitu!, jika tidak maka Alina tidak akan berhenti mengganggu Kinan.


"Wa'alaikumsalam"


Telepon itu pun terputus, dan dengan sangat senang Alina melompat lompat kecil saking tidak sabarnya bertemu Kinan besok,


"Ouh..ya kenapa tadi tidak aku minta saja Kinan mengajak Kairen besok, kan lumayan bisa melihat pria semenawan itu" ucap Alina masih dengan tawanya.


Alina,...Alina!


...*********...


"Apa yang mamah katakan!"


Keesokan paginya, tepat dua jam setelah kedatangannya di perusahaan.


Didalam kantor, Kairen tengah berbicara melalui telepon dengan sang Mamah tercinta.

__ADS_1


Dengan raut wajah yang masih bisa ia kontrol, karena ucapan mamah Alesha berhasil membuatnya lagi lagi tidak bisa berkutik,


("Pokoknya kamu harus pergi honeymoon bersama Kinan, karena mamah sudah memesankan tempat khusus untuk kalian") sahut mamah Alesha dari seberang telepon.


Mamahnya itu baru saja mengatakan kepadanya jika ia dan Kinan harus pergi bersama dengan Kinan sebagai honeymoon.


Yang benar saja kenapa mamahnya selalu saja membuat rencana yang tidak di didiskusikan terlebih dahulu dengannya.


"Mah!, Kairen tidak bisa pergi karena dalam minggu ini Kairen harus menyelesaikan program LA dengan cepat" sahut Kairen dengan nada yang dibuat tenang, bagaimanapun sekarang ia tengah berbicara dengan orang tuanya.


("Tapi mamah dan papah sudah merencanakan ini dengan sangat baik karena itu jika masalah program LA kamu tenang saja, mamah sudah mengurus hal itu, oke. jadi kamu harus patuh sekarang")


"Mah!,..." desah Kairen menghela napas,


("Jadi Kai...kamu sekarang harus pergi menemui Kinan dan beritahukan hal ini padanya") lanjut mamah Alesha sembari tersenyum puas.


"Hem..baiklah mah!" jawabnya pasrah,


Tut!


Telepon itu terputus!


Huff!,...Kairen menyadarkan punggungnya dikursi tersebut, sembari menghela napas panjang!.


Tokk..tokk...tokk!,


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu,


"Masuk!"perintahnya.


Kreitt..!


"Permisi tuan Kairen ada yang ingin bertemu dengan anda dibawah" seorang resepsionis wanita yang memberikan kabar padanya.


"Siapa?" tanya Kairen masih diposisinya.


"Seorang wanita tuan tetapi saya tidak tahu namanya akan tetapi wanita itu cantik dan berhijab" sahutnya lagi,


Mendengar jawaban tersebut Kairen sudah tahu siapa yang dimaksud resepsionis tersebut, Sepertinya belum semua orang tahu Kinan adalah istrinya salah satunya adalah resepsionis yang ada dihadapannya saat ini.


"Baiklah sekarang kau boleh pergi!"


Lalu Kairen pun mempersilahkan resepsionis itu kembali dan ia juga bangkit dari duduknya, Kairen keluar dari ruangannya, dan disaat itu Halim muncul.


"Tidak ada masalah, ouh ya kau temani aku kesuatu tempat!" sahut Kairen,


"Baik" tanpa bertanya Halim hanya mengikuti ajakan tersebut, lalu setelah mereka sampai di bawah, ternyata Halim bisa melihat siapa yang tengah duduk di ruang tunggu perusahaan.


Nona muda!


"Untuk apa nona kemari?"Ucap Halim kepada Kairen, Kairen tidak menjawab pertanyaan tersebut,


Lalu ia menghampiri Kinan!,


"Untuk apa kamu disini?" tanya Kairen tanpa embel-embel terlebih dahulu, sedangkan Kinan langsung berdiri dari duduknya disaat Kairen tiba dihadapannya.


"Emm.. sebenarnya ada yang ingin saya katakan" sahut Kinan menatap Kairen dengan tatapan teduh,


Mata itu selalu terlihat seperti itu, menawan!


"Apa?" tanya Kairen


"Kesini sebentar..."pinta Kinan sembari menarik lengan Kairen dengan perlahan, sepertinya Kinan sendiri tidak menyadari tindakannya.


"Jangan menarikku!" akan tetapi Kairen sungguh tidak menyangka Kinan akan menyentuhnya.


"Eh..iya maaf" lalu dengan perasaan canggung Kinan melepaskan genggamannya,


"Ada apa sebenarnya? cepat katakan!"


"Sebenarnya saya ingin meminta bantuan tuan,..begini tuan mau tidak membantu saya menemui Alina" bisik Kinan, ia tidak ingin ada yang mendengar ucapannya saat ini.


"Untuk apa!?" tanya Kairen dengan nada tidak tertarik, namun disaat melihat raut wajah Kinan yang terlihat kesal namun juga menggemaskan.


"Gara-gara tuan Alina jadi tahu jika tuan adalah suami Kinan, sekarang dia sangat cerewet minta bertemu denganmu" runtuk Kinan, dengan bibir yang sedikit cemberut ia melampiaskan sedikit kekesalannya pada Kairen.


"Bukan urusanku!" sangkal Kairen, namun tiba tiba satu ide muncul dalam benaknya,


"Itu memang salahmu" Gerutu Kinan lalu ia pun menjauhi Kairen lalu ia malah menghampiri Halim yang memang wajah santai.


"Tuan Halim bisa anda membantu saya!" tanya Kinan kepada Halim.


Karena Kairen tidak bersedia, sebagai gantinya Kinan meminta Halim saja yang datang bersamanya meskipun ini sedikit berbeda.


"Tentu nona muda saya akan membantu anda, tetapi apa yang bisa saya lakukan?"

__ADS_1


"Antar saya menemui Alina tuan Halim!" sahut Kinan lagi, akan tetapi Kairen langsung menyela.


"Tidak perlu!, kau..perginya denganku saja" imbuh Kairen dengan wajah yang santai, lalu ia malah berjalan lebih dulu,


"Tunggu apa lagi!" seru Kairen, Kinan dan Halim pun menyusul, Sepertinya tadi Kairen menolaknya, lalu sekarang apa?.


"Kemana kita pergi?" tanya Kairen,


"Ouh..ya belum saya beri tahu!, caferia tuan dijalan Maheswari" sahut Kinan.


"Tapi saya penasaran kenapa tuan tiba tiba mengiyakan ajakan Kinan, bukankah tadi tuan menolaknya!"


Kairen tidak menjawab, lalu setelah itu mereka pun masuk kedalam mobil dan segera berangkat.


Kairen dan Kinan duduk bersebelahan dan Halim yang mengemudikan mobil tersebut.


Sebelumnya, sebenarnya Kairen sudah memikirkan untuk bertemu dengan Kinan akan tetapi ternyata Kinan lah yang datang sendiri dan kesempatan datang untuknya dan tidak perlu repot mengajak Kinan untuk bertemu.


Sepertinya itu Alibi yang digunakan Kairen!


"Apakah sangat sulit menjawab pertanyaan Kinan tadi?,..." ucap Kinan lagi didalam mobil.


"Nanti saja aku menjawabnya!, kau tahu saat ini sekarang aku membantumu!" sahut Kairen dengan ekspresi


"Jadi lebih baik kamu berterimakasih terlebih dahulu" lanjut ucap Kairen menampilkan senyum tipisnya.


"Huh!, ini juga gara gara tuan!, dari awal pun siapa yang tahu pernikahan ini tapi tuan mengungkapkan nya begitu saja"


"Bukankah itu lebih baik" tukas Kairen membuat Kinan tidak bisa mengucapkan kalimat lagi.


Sedangkan Halim hanya terkekeh kecil menyaksikan perdebatan antar suami-istri itu.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di cafe yang selalu di kunjungi oleh Kinan.


Kinan pun keluar dari dalam mobil terlebih dahulu sebelum Halim membukanya, disusul dengan Kairen.


Mereka mulai memasuki cefe tersebut!,


Bukankah dia tuan Kairen Al Azhar!, seru seorang waiters cafe.


Tiba tiba seluruh pengunjung cafe tersebut mengalihkan pandangannya menatap kearah pintu masuk, dan tepat disaat itu mereka semua histeris akan kedatangan tamu spesial.


Terlebih lagi kinan, penyambutan yang luas biasa!,


Wahh!, ternyata tuan Kairen memang seperti yang dirumorkan, sangat tampan...!, begitulah kalimat kalimat yang di lontarkan mereka disaat melihat Kairen.


Dan pada akhirnya langkah mereka terhambat dipintu masuk!,


Dan pada akhirnya posisi Kinan dan Halim pun tersingkirkan karena kebanyakan dari mereka sangat antusias dan membuat Kinan sangat kesulitan menyeimbangkan tubuhnya yang selalu bersenggolan dengan wanita wanita itu.


Begitu pula Alina dan Jihan yang telah menunggu kedatangan Kinan dan Kairen, mereka berdua pun hanya bisa ikut menghampiri Kinan yang telah tersingkirkan.


"Tuan boleh saya minta tanda tangan, ahh..saya sangat mengidolakan tuan sebagai pengusaha sukses!" seru salah satu wanita diikuti yang lain,


Suasana cafe saat ini dipenuhi wanita wanita dan sorak Sorai mereka yang histeris, akan tetapi, meskipun begitu Kairen menanggapi mereka semua dengan tenang.


Dan setelah setengah jam kerumunan itupun berhasil diatasi oleh Kairen, dengan dalih Kairen akan memberikan mereka hadiah yaitu makan sepuasnya di cafe tersebut tanpa harus membayar.


Huff, akhirnya...!


Kairen pun pada akhirnya bisa melepaskan diri dari wanita wanita itu, diikuti oleh Kinan, Halim, Alina dan juga Jihan.


Masih dengan tatapan yang terkesima dan seolah semuanya khayalan bagi Alina, ia menyaksikan ketampanan seorang Kairen.


Tapi kehadiran Halim disana tidak membuatnya melupakan pria itu,


Plak!


Sadarlah Alina!, Alina mencoba menyadarkan dirinya sendiri dengan pemukul pelan wajahnya.


Hem..Hem..! lalu seolah olah dirinya bisa mengendalikan dirinya sendiri, Alina mulai bertanya dengan nada cukup serius.


"Jadi kamu adalah suami Kinan!, tuan Kairen Al Azhar, sebenarnya sebelum ini saya cukup penasaran kenapa Kinan selalu menyembunyikan tentang suaminya..."


Hei apa yang dibicarakan oleh Alina sekarang!, bagaimana bisa dengan mudah Alina bisa mengganti ekspresinya dengan cepat.


"Ternyata anda!" serunya lagi dengan ceria, Kairen refleks memalingkan wajahnya.


"Ooh... sekarang saya paham kenapa Kinan menyembunyikan anda sebagai suaminya"


"Kinan kamu bisa saja!, kamu tahu sayangg... sekarang kamu ini seperti di cerita cerita novel!"


Bersambung...


...*Selamat membaca*...

__ADS_1


__ADS_2