
Hai semuanya kembali lagi, jangan lupa like and coment ya ☺️
...----------------...
..."Sekarang apapun yang terjadi,akan aku hadapi dengan kekuatan dan doa" Pada akhirnya Kinan pergi dari rumah itu setelah dijemput oleh supir keluarga Azhar....
Citt!!!
Kinan pun sampai di rumah besar keluarga Al Azhar, terlihat dengan jelas rumah mewah dengan halaman luas dan taman Bunga disampingnya.
Halaman Bunga yang indah!
Kinan menatap pemandangan indah didepannya, Kinan tidak menyangka sebelumnya jika rumah itu sangat besar.
"Maa syaa Allah!" puji Kinan sembari berjalan kepintu masuk.
Disaat itu juga terlihat Alesha yang menghampiri Kinan dan segera memeluk gadis itu dengan senyuman hangat.
"Selamat datang Kinan" sapa Alesha, disusul dengan kehadiran papah Azkara yang menghampiri Kinan.
"Selamat datang nak Kinan, ayok mah lebih baik kita segera masuk" usul Azkara yang langsung disetujui oleh istrinya itu.
Kinan pun melangkahkan kakinya memasuki rumah besar itu, lalu dengan menatap sekelilingnya Kinan melihat kediaman yang berdominan warna putih dan emas itu.
"Semoga kau senang ada disini Kinan, kelak kau akan tinggal disini bersama kami semua" ucap Alesha di sambut senyum lembut Kinan.
Keluarga itu memperlakukan Kinan dengan baik dan penuh kasih sayang, membuat hati Kinan semakin merasa berterima kasih namun juga tak enak hati harus merepotkan Alesha dan Azkara.
"Kemari kita duduk disini sebentar, papah ingin membicarakan hal yang penting denganmu Kinan"
"Baiklah paman" sahut Kinan sopan.
Mereka pun duduk diruang tamu dan dengan saling berhadapan dengan Azkara, papah mulai membuka suaranya dan mengatakan semua yang telah diputuskan.
Hhmm!!....
Azkara menghembuskan nafas panjang lalu dengan berat hati, Azkara mulai mengatakan semua.
"Begini Kinan,.. sebelumnya paman ingin meminta maaf sebesar-besarnya padamu jika perkataan yang akan disampaikan oleh paman padamu saat ini bisa membuat hati Kinan terluka" ucap papah Azkara.
Dengan raut yang sangat berat namun bagaimana lagi itulah yang bisa ia lakukan untuk membuat Kairen setuju pada pernikahan ini.
"Apa yang paman ucapkan!, paman tidak perlu meminta maaf pada Kinan" sahut Kinan dengan suara yang terdengar lembut.
Azkara tersenyum!
Kinan adalah gadis yang sangat baik, terlepas dari perjodohan yang dulu mereka buat, mungkin sekarang pun Azkara akan menikahkan Kairen dengan Kinan, karena Kinan memiliki hati yang bersih dan baik.
__ADS_1
Azkara sangat yakin jika mereka bersama maka kehidupan keduanya akan bahagia.
"Baiklah jika begitu., paman ingin menyampaikan padamu jika....Kairen telah menerimamu, nak Kinan..." Azkara menggantung kalimatnya kemudian menghela nafas berat.
Bagaimanapun hal yang akan disampaikan olehnya akan membuat Kinan merasa sakit hati ataupun kecewa, akan tetapi ia harus mengatakan semuanya dan tidak menyembunyikan apapun dari Kinan.
"Namun...saat ini Kairen tidak bisa kembali dan sebagai gantinya Kairen akan menikahimu dari Belanda dan mengucapkan ijab qobulnya disana" lanjut papah Azkara dengan sorot mata yang meminta maaf.
DEG!!
Hati Kinan bagaikan teriris, namun juga merasa kosong dan hampa tanpa sebab.
Dengan kata lain pernikahan mereka akan dilaksanakan secara terpisah dan mereka tidak akan bertemu untuk beberapa waktu lamanya.
Kinan dan Kairen dua insan yang tidak pernah tahu dan tidak pernah saling bertemu terkecuali sejak kecil namun tetap saja bagi Kinan semua bukan apa apa.
Akan tetapi di situasi seperti ini yang dimana ia juga baru tahu jika ada perjanjian pernikahan bukankah sebagai perempuan juga cukup menyakitkan?
"Maafkan kami Kinan namun hanya ini cara yang kami bisa lakukan agar Kairen bisa menerima pernikahan ini"desis lembut dan lirih Alesha, Alesha menatap Kinan dengan raut wajah yang sangat sangat menyesal.
Set!!,
Kinan menyentuh lembut tangan mulus Alesha, ibu dua orang anak yang sangat hebat bagi Kinan disaat pertama kali bertemu.
"Tante dan paman sangat baik kepadaku bagaimana Kinan bisa membalasnya, terbebas dari perjanjian ini Kinan pun tetap akan sangat berterimakasih..!"
"Kinan akan menerima pernikahan ini apapun yang terjadi mau itu menikah secara langsung ataupun dilakukan dengan jarak yang jauh, bukan masalah bagi Kinan" lanjut Kinan tersenyum ramah.
Keputusan yang berat telah Kinan ambil, mau tak mau bagaimana pun seterusnya dan apapun yang terjadi nanti semoga saja Kinan mampu menjalaninya dengan baik.
"Terimakasih!!..terimakasih nak Kinan!"ucap keduanya bersamaan pada Kinan, hati yang sungguh mulia.
Alesha dan Azkara sangat bahagia mendengar penuturan Kinan dan sekarang hati mereka berdua menjadi lebih lega setelah mendengar perkataan Kinan.
"Lagi pula ijab Kabul itu tidak harus mempertemukan kedua mempelai secara langsung, dan yang penting adalah syarat dan ketentuan pernikahannya sah dan benar" ucap Kinan menambah kelegaan dihati Alesha dan Azkara.
Kinan seorang gadis bijaksana dan pintar, semoga yang diputuskannya saat ini membawa kebaikan dan kebahagiaan untuk Kinan.
"Abi,..Kinan telah melakukan permintaan dan janji Abi, Kinan akan menerima pernikahan ini" batin Kinan tersenyum dan mengikhlaskan kepergian Abi menghadap sang khalik.
...**********...
Didalam kamar...
Selepas perbincangan mereka selesai, akhirnya Alesha menunjukkan sebuah kamar yang akan ditempati oleh Kinan.
Kinan telah berada didalam kamar itu, memandang kearah luar jendela, menatap indah taman Bunga dan merasakan sejuknya angin yang menerpa wajah Kinan.
__ADS_1
Angin dan cahaya matahari di sore hari yang teduh membuat Kinan kembali mengingat wajah sang Abi.
Disaat sang ayah masih hidup Kinan sering sekali berada diluar rumah di sore hari untuk menikmati pemandangan yang sama indahnya seperti saat ini bersama Abi nya.
Namun sekarang semua telah berubah, tidak akan ada lagi orang yang akan mengusap kepalanya dengan lembut tidak akan ada lagi senyuman hangat dari Abi untuk Kinan.
Kinan tersenyum tipis!
Hatinya kembali berbicara pelan, merasa hampa dan juga sedih, namun keadaan seperti ini!, Kinan harus bisa melepaskan dan melewati keadaan ini.
Kinan harus bangkit dari kesedihan yang tak berujung, dari rasa sakit kehilangan seseorang yang sangat disayangi, sekarang ia telah menemukan keluarga yang mau menerimanya dengan baik, bukankah ia harus bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT.
"Huhmmm!!.. semangat!" desah Kinan menghembuskan nafasnya pelan, lalu tercetak senyum lembut diwajah cantiknya.
Bagiamana pun sekarang kehidupan masih menjadi miliknya, berarti masih ada tanggung jawab yang harus dijalankan Kinan maupun itu sebagai seorang manusia kepada manusia lainnya maupun kepada sang pencipta.
Berbuat baik, menebarkan kebaikan dan kebahagiaan kepada orang banyak membuat Kinan akan merasa lebih baik.
Ada hal yang tidak bisa ia tinggalkan begitu saja! pesantren! tempatnya menimba ilmu dan sebagai pengajar juga.
Kinan berjalan kearah kasur dan mendudukkan tubuhnya diatas kasur sambil mengusap lembut tempat tidur itu.
Tok..tok..tok!!
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar, Kinan sontak menoleh dan ketika pintu itu terbuka terlihatlah seorang gadis cantik dan muda tepat diambang pintu.
"Permisi!" ucapnya sambil tersenyum kearah Kinan
"Ya,.!?" Kinan membalas senyuman manis itu lalu ia bertanya tanya siapa gadis yang hampir seumuran dengannya?
"Maaf sebelumnya mengganggu istirahat kakak, aku Dira kak anak mamah Alesha" ucap gadis 16 tahun yang ternyata Putri Alesha.
"Tidak apa apa!, ayo masuk!" sahut Kinan tersenyum lebar dan berjalan menghampiri Dira yang masih diambang pintu dan memintanya untuk masuk.
"Salam kenal Dira, aku Kinan" sambut Kinan bahagia.
"Salam kenal kak Kinan, wahh!! senangnya sekarang Dira punya kakak ipar" ucap Dira tiba tiba membuat Kinan hanya bisa tersenyum.
"Iya aku juga senang bisa memiliki adik ipar seperti mu" sahut Kinan
Jadilah mereka berdua berbicara dengan sangat bahagia, meskipun baru pertama kali untuk Kinan bertemu dengan Dira namun gadis 16 tahun itu cukup supel dan menyenangkan walaupun usia mereka hanya terpaut 4 tahun.
"Aku kembali dulu kak Kinan, selamat beristirahat!" timpal Dira setelah beberapa lama bercanda dengan Kinan didalam kamar itu.
Bersambung...
...*Selamat membaca*...
__ADS_1