
'Aku percaya apapun yang telah ditentukan untukku memiliki sebuah hikmah dibaliknya'
By: Kinan Abizar Ahlam
Jangan lupa untuk dukungannya 🤗 dengan cara vote dan komentar
...----------------...
...Keesokan paginya......
"Apa!!... dijodohkan!"
Kairen Al Azhar seorang laki laki berparas tampan dan menawan dengan segala pesona miliknya, wajah yang putih bersih, badan yang tegap serta kemampuan yang dimilikinya.
Kairen tercengang ketika sang ayah tiba tiba melontarkan pernyataan yang membuatnya terkejut, terlebih lagi saat ini mereka hanya berbicara lewat telepon karena Kairen masih di luar negeri.
"Dijodohkan...,ayolah pah memangnya ini tahun berapa kenapa tiba tiba papah ingin menikahkan aku dengan gadis yang sama sekali tidak kukenal" lanjut ucap Kairen memberi pengertian kepada sang ayah
("Kau tidak bisa menolak perjodohan ini karena papah telah mengikat janji kepada sahabat papah") saut papah Kairen.
"Tapi kenapa tiba tiba pah!!"bantah Kairen dengan suara yang terdengar tetap sopan walaupun saat ini Kairen merasa benar benar kecewa karena sang ayah tidak pernah bertanya dulu kepadanya tentang perjodohan ini.
("Pokoknya kau pulanglah dulu, setelah dirumah baru papah jelaskan" ) sahut papah Kairen tidak bisa dibantah lagi.
"Tapi..pah..aku tidak bisa pulang untuk saat ini, pah sekarang Kairen masih di Belanda dan untuk saat ini Kairen tidak bisa pulang ke Indonesia" jawab Kairen berharap papahnya itu tidak memaksanya.
Perjodohan yang tiba tiba dilontarkan papahnya itu membuat Kairen terkejut, pasalnya tiba tiba sang papah menikahkannya dengan seorang wanita yang tidak dikenalnya,
Dengan alasannya karena perjanjian yang telah mereka buat sedari kecil, serta karena alasan sang ayah gadis itu meninggal dunia dan amanah itu pun harus dijalankan.
"Pah...aku tidak bisa memutuskan hal ini sekarang" jawab Kairen lagi, sebenarnya ia cukup merasa simpati dengan Kinan namun bukan berarti dengan alasan tersebut Kairen bisa menikahi Kinan kan?.
("Tidak bisa Kai, Kinan telah memutuskan untuk menerimamu jadi kau tidak bisa menolaknya sekarang dan karena janji ini telah dibuat maka kau tidak bisa melanggarnya begitu saja...,")
("Nak, kau tidak ingin mengecewakan mamah dan papahkan Kai!?" )
"Huhmmmm....pah!!"
Apa yang harus dilakukan Kairen sekarang,disatu sisi adalah keluarganya dan disisi lain adalah hatinya sendiri.
("Tolonglah terima pernikahan ini untuk Kinan, kau tahu sekarang hanya kita keluarga gadis itu dan papah ingin memastikan jika ia bahagia" pinta Azkara kepada putranya sendiri dengan sangat meminta.)
"Pah...apa yang kau lakukan!!,...jika papah ingin gadis itu bahagia maka angkat saja sebagai putri papah dan tidak harus menikahkan ku dengannya" lanjut Kairen,
Sepertinya menjadi saudara baru bagi Kairen juga tidak apa masalah namun jika jadi istri bukankah perlu pertimbangan yang matang!?.
("Tidak bisa.. pokoknya papah minta kau menikahi Kinan dan menjadikan istrimu dan papah tidak mau tau walaupun kau akan pulang satu tahun lagi, tapi papah minta nikahi Kinan sekarang juga, putuskan itu!!)"
Tut!!
Telepon dimatikan oleh Azkara secara sepihak, Kairen hanya bisa menghela nafas berat, Keputusan papah Azkara sudah bulat dan tidak bisa dibantah oleh Kairen lagi.
"Ckk..kenapa papah memutuskan ini..!!"
__ADS_1
Sementara itu dikediaman besar Al Azhar.
Papah Azkara yang baru saja mematikan teleponnya, terlihat gusar karena sang putra sepertinya juga tidak bisa memutuskan hal ini dengan cepat.
Azkara hanya ingin menepati janji dengan Adnan untuk secepatnya menikahkan Kinan dan Kairen, namun saat ini pun Kairen masih diluar negeri dan memang tidak bisa pulang sekarang karena pekerjaan Kairen yang satu tahun lagi disana.
Kairen Al Azhar adalah putra sulung dari keluarga Al Azhar, seorang penerus dikeluarganya dan menghabiskan waktu selama 3 tahun di Belanda untuk belajar bisnis dan pendidikannya.
"Bagaimana pah apakah Kairen sudah menyetujuinya?"tanya Alesha yang baru tiba dari dapur.
Datang menghampiri sang suami dan duduk disebelah Azkara dengan senyum hangat diwajahnya.
Azkara hanya menggelengkan kepalanya!
"Pah sepertinya kita harus melakukan sesuatu agar Kairen mau menerima pernikahan ini...atau kita nikahkan saja Kairen dan Kinan sekarang meskipun mereka tidak bertemu secara langsung" usul Alesha membuat Azkara tercengang,
Namun ada benarnya juga, sekarang yang terpenting adalah memberikan Kinan tempat di keluarga itu sebagai istri sah dari Kairen walaupun ijab qobulnya berjauhan.
"Tapi ini sulit bagi Kinan mah!" setelah dipikir lagi, bukankah Kinan yang akan merasa rugi jika tidak bertemu secara langsung dengan Kairen, takutnya Kinan salah paham dan beranggapan jika Kairen tidak berniat menikahi Kinan.
Yah,..walaupun itu memang benar, namun mau bagaimana lagi!!
"Semoga apa yang kita perkirakan ini tepat pah, karena mamah berharap Kinan ataupun Kairen bisa bahagia seiring berjalannya waktu.
...*********...
Seperti yang sudah diputuskan oleh keluarga Azhar, mau tak mau Kairen tidak bisa mengelak lagi dan dengan dipaksa oleh mamahnya dengan sangat mengiba-iba kepada Kairen ditelepon.
Tapi dengan syarat pernikahan itu akan di lakukan oleh Kairen di Belanda secara tidak langsung dan akan mengucapkan ijab qobul dihadapan Azkara, wali dan penghulu nantinya.
"Baiklah pah aku akan menerima pernikahan ini namun seperti syarat yang telah ditetapkan karena Kairen tidak bisa kembali ke Indonesia sekarang"
"Baik Kai, terimakasih karena sudah mau menerima permintaan papah dan maafkan papah karena bagaimanapun pernikahan ini sangat mendadak untukmu" ucap papah dengan suara yang terdengar terharu.
Kairen hanya tersenyum tipis lalu mereka pun saling menutup telepon tersebut.
Sekarang Kairen berada di ruang kantornya, diperusahaan yang dikembangkan oleh kairen dari 3 tahun yang lalu dan salah satu cabang perusahaan sang ayah yang sempat bangkrut dulu.
Cklek!! tiba tiba pintu ruangan Kairen terbuka dan terlihat seorang laki laki masuk.
"Selamat pagi tuan!" bow laki laki itu.
"Apakah sudah kau lakukan dengan benar?" tanya Kairen tanpa menoleh dan tetap fokus pada komputer didepannya.
"Sudah tuan" sahutnya lalu berjalan mendekati Kairen dengan tampang yang cengar-cengir.
"!?"
"Apa yang kau lakukan hah!?" ucap Kairen bingung dengan sikap asisten serta temannya itu.
"Tidak ada..."jawaban dengan tatapan yang penuh arti, tapi juga cengengesan.
Laki lak itu mendekati Kairen dan dengan senyum lebar diwajahnya, melanjutkan perkataannya yang sempat terpotong.
__ADS_1
"Tapi saya dengar anda akan menikah! hehe..ternyata tuan Kairen Al Azhar seorang laki laki menawan yang di dambakan oleh seluruh negeri Belanda maupun Indonesia akan menikah" ucapnya dengan formal agar lebih terkesan hormat.
"Ihh...!! apa sih Evan kenapa kau lebay hah!!" tatap Kairen dengan tatapan elang, tajam dan menusuk!
"Fuf..habisnya aku baru dengar hal ini dari Halim dan aku dengar istrimu itu...cantik Lo!!" nah kan hilang sudah bahasa formalnya jika mulai menggoda Kairen.
Ctak!!
"Awww!!!" satu jitakan didapatkan laki laki bernama Evan,dengan ringisan lebar terlihat diwajahnya.
"Mana aku tahu, aku saja belum pernah bertemu dengan gadis itu" jawab Kairen dengan santai.
"Hah!!...Bahkan untuk foto sekalipun!" Evan tercengang mendengar jawaban itu.
Kairen mengangguk-anggukan kepalanya!
Satu hal yang perlu diketahui, Kairen memang tidak pernah tahu seperti apa Kinan Abizar Ahlam itu, tapi ia juga tidak terlalu memikirkan hal itu, dan Kairen hanya tahu jika Kinan salah satu pengajar di pesantren Ar Rahman, Aceh.
Sementara di tanah air...
Dua hari telah berlalu dari keputusannya untuk menerima pernikahan dirinya dan Kairen, sudah dua hari juga sang Abi telah meninggalkannya.
Kinan terlihat tengah mengepaki barang barang miliknya dikediaman sederhana itu, sekarang rumah berdominan kaca tersebut sangat sepi dan hampa tanpa kehadiran Abi.
"Abi, rumah ini akan selalu Kinan jaga walaupun Kinan akan pindah ketempat paman Azkara"
"Kinan janji akan menjaga kenangan kita didalamnya, terimakasih karena sudah menjadi Abi yang hebat untuk Kinan..."
Betapa sedihnya Kinan saat ini, Kinan mencengkram dadanya sendiri dengan kuat dan dengan cepat air matanya menetes.
Tik..tik..tik..!!
Lagi lagi hatinya menjadi sedih ketika mengingat kepergian Abi dari dunia ini.
Tap..!!
"Nona Kinan!"panggil pelan seorang wanita paruh baya, dengan cepat Kinan mengusap wajahnya dan dengan senyuman Kinan membalikkan badannya menghadap wanita tersebut.
"Bibi Tary?" Kinan tersenyum kearah wanita yang telah menjadi pelayan dirumahnya dan selalu menjaga Kinan dirumah itu.
"Apakah anda benar benar akan pergi dan menikah!, sebenarnya bibi sangat ingin bersama dengan nona namun bibi tidak bisa melakukan apapun untuk nona Kinan" ucap bibi Tary sambil sambil memegang tangan Kinan dengan lembut.
Kinan membalas sentuhan lembut itu dengan senyuman manis diwajahnya!
"Bibi...saya lah yang harus berterimakasih kepada bibi karena selama ini bibi sudah menjadi penjaga untuk Kinan dirumah ini" sahut Kinan.
"Bibi berharap kehidupan nona selalu bahagia dan di berkahi oleh Allah SWT" doa bibi Tary kepada Kinan.
Sekarang semua telah ditakdirkan, Apapun yang harus dijalani oleh Kinan didepan nantinya, semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan untuk hatinya.
Bersambung...
...*Selamat membaca*...
__ADS_1