
Beberapa bulan sebelumnya....
Malam itu hujan sangat lebat, angin bertiup dengan hebatnya, dan kilatan cahaya datang silih berganti dengan suara petir. Dalam suasana yang sedang tidak bagus itu Geng motor Mortal Enemy dan Geng Motor Tiger, tetap tidak mengurungkan niat mereka untuk balapan liar. Ketua dari masing-masing geng tidak mau ada yang disebut pengecut. Keduanya tetap bersikukuh melanjutkan untuk melanjutkan balapan.
"Kalian yakin tetap mau melanjutkan balapan dalam keadaan begini?" tanya salah Irfan, dia bukanlah anggota dari salah satu geng tersebut. Namun, Irfan selalu dipercaya menjadi pengadil di setiap pertandingan.
"Tentu saja. Hanya seorang pengecut yang mau membatalkan pertandingan yang sudah disepakati," jawab Mario. Dia berusaha memprovokasi Bintang agar tidak membatalkan pertandingan.
"Bi, lebih baik kali ini kita terima kalah aja deh. Bahaya tahu balapan dalam keadaan ujan gede gini mana anginnya kenceng lagi," Deny salah satu anggota geng motor Mortal Enemy mencoba mengingatkan.
"Bener, Bi. Kali ini lo nggak perlu tanggepin omongan si Mario." Aditya juga ikut mengingatkan.
Bintang memikirkan perkataan kedua anggota gengnya barusan. Dia juga menimbang beberapa kemungkinan yang terjadi, jika ia nekad meneruskan pertandingan.
"Yo, sepertinya lebih baik kita tunda pertandingan kita ini. Bener apa kata mereka, terlalu berbahaya kalau kita tetap nekad melakukan balapan dalam keadaan cuaca yang seperti ini," ujar Bintang kepada Mario.
"Halah, bilang saja kalau geng kalian takut kalah kan? Udah ngaku kalah aja, ngapain sok-sokan mau nunda pertandingan." Mario mencibir.
__ADS_1
"Selama ini kalian menang kan cuma karena beruntung aja," tambah Mario. Dia tidak mau menunda pertandingan karena sudah memasang jebakan yang bakal membuat Bintang kalah. Jika mereka menunda pertandingan, ia yakin tidak akan mendapatkan kesempatan lagi untuk menjebak Bintang.
Bintang yang awalnya ingin pergi langsung berhenti melangkah.
"Bi, udah abaikan saja perkataan si Mario. Lebih baik kita dianggap pengecut dari pada ngorbanin nyawa buat hal sepele." Aditya kembali berbicara.
"Iya, Bi. Udah abaikan aja," sahut Faza.
"Dasar banci! Mentang-mentang tempat balapan kali ini bukan kawasan kalian, kalian sengaja menjadikan cuaca sebagai alasan untuk mundurkan?" Kembali Mario memprovokasi.
Bintang memutar tubuhnya dan berjalan ke arah Mario dan berhenti tepat dihadapan pria itu.
"Bi." Panggil Deny, Aditya, Faza, dan Eros.
"Kalian berempat jangan khawatir, gue pasti bakalan menang dan bakalan baik-baik saja," ucap Bintang untuk menenangkan keempat anggotanya yang lain.
Mario tersenyum senang karena akhirnya Bintang terprovokasi dan tetap melanjutkan pertandingan. Dia memberikan pesan kepada semua anggota gengnya untuk melaksanakan semuanya sesaui rencana.
__ADS_1
"Baiklah, kalau kalian tetap nekat untuk bertanding dalam cuaca seperti ini. Tapi, untuk lebih mempersingkat waktu dan mengurangi resiko bagaimana kalau kalian hanya bertanding satu putaran saja?" Irfan mengusulkan.
"Gue sih nggak masalah. Karena berapa putaran pun, hasilnya bakal tetap sama, gue yang bakal menang," jawab Bintang penuh percaya diri.
"Gue juga masalah kok," kali ini Mario giliran Mario yang menjawab.
"Oke, karena semua sudah setuju kalian berdua silakan bersiap. Aturan sama seperti biasanya, tapi karena ini hanya satu putaran siapa pun dari kalian yang mencapai finish lebih dulu, dia lah yang menang. Tidak ada pertanyaan kan?" tanya Irfan sebelum menjadi juru pengadil.
Baik Mario maupun Bintang, keduanya sama-sama menggeleng. Mario dan Bintang sudah naik di atas motor masing-masing, keduanya pun sudah menarik tuas gas hingga menimbulkan suara-suara yang nyaring. Dan dalam hitungan ketiga, kedua motor itu pun melaju dengan pesatnya. Di tikungan pertama dan kedua Bintang berhasil mendahului Mario. Namun, pada tikungan terakhir ban motor Bintang tiba-tiba oleng dan naasnya tanpa sengaja dia menabrak pengendara motor lain yang tiba-tiba melintas. Pengemudi motor itu terlempar dari motornya. Begitu pun dengan motor yang Bintang kendarai motor itu juga jatuh. Beruntung Bintang hanya mengalami luka lecet di tangannya.
Bintang segera mendekat ke arah korban yang baru ditabraknya.
"Jatuh lo! Lihat aja kali ini gue yang bakal menang," Mario yang baru saja tiba di tikungan itu berhenti sebentar kemudian melanjutkan perjalanan.
Hal itu membuat Bintang terprovokasi untuk menang. Dia tidak jadi mendekati korbannya dan kembali naik ke atas motornya.
"Tol... long... tol-long."
__ADS_1
Samar-samar Bintang mendengar suara korbannya meminta tolong. Namun karena tak mau kalah dari Mario, bukannya menolong, dia malah langsung pergi dari sana untuk melanjutkan pertandingan.
"Gue bakalan balik lagi nanti," ujarnya kepada orang yang ditabraknya yang dalam keadaan setengah sadar tersebut.