Call Me, Your Baby!

Call Me, Your Baby!
Part 34 Perjanjian Gila!


__ADS_3

Meskipun saat ini suasana penuh ketegangan kini Raka mencoba bersikap wajar dan sadar bahwa dirinya sudah tidak bisa santai untuk mengurus perkara yang kian jam semakin panas. Media, publikasi dan semua lini tengah menginformasikan berita yang mengarah pada kerugian negara akibat adanya audit tiba-tiba yang menyerang perusahaan minyak dan gas bumi ini.


Meskipun nama dia tidak akan terbawa, namun tetap saja sesungguhnya ia yang bertanggung jawab paling besar sebagai pemeran dibalik layar atas perusahaan besar di tanah air ini meskipun swasta namun tetaplah ada dukungan dari negara untuk menjalankan misi baik memenuhi ketahanan energi nasional dan salah satu dukungannya adalah memberikan budget pada project-project yang dijalankan seperti pengeboran dan development untuk menaikkan minyak dan gas ke atas permukaan guna digunakan oleh masyarakat.


"Lang dan lo anak magang, saat ini gue cuma bisa ajak kalian berdua untuk kerjasama membereskan apa yang sedang terjadi." Bukannya memberikan salam ketika Gilang dan Gaby datang justru langsung menyodorkan kalimat yang menohok jelas saja ini membuat Gaby terkejut hingga tersedak.


Gilang yang masih berdiri di sebelah Gaby, langsung mempersilahkan Gaby untuk duduk dikursi yang telah ia siapkan tepat di samping dirinya.


"By, sebentar gue ambil air putih dulu." Ujar Gilang sembari mempersilahkan Gaby untuk duduk seolah mengabaikan apa yang barusan Raka sampaikan tentang kepanikannya.


Gilang langsung berjalan cepat menuju kasir, membeli sebotol air mineral dan dengan gesit ia kembali lagi menuju Gaby dan memberinya air mineral tersebut.


"By, minum dulu.." Ujarnya yang langsung duduk juga disebelah Gaby. Raka yang melihat aksi Gilang dan Gaby hanya menatap mereka saja.


"Sudah dramanya?" Pertanyaan yang lagi-lagi amat tajam keluar dari mulut Raka, namun karena Gilang masih berstatus bawahan ya ia tidak bisa menghajar bosnya ini.


Sementara Gaby hanya terus menatap tajam mata Raka yang sangat menyebalkan ini sebab baru saja ia sampai rumah dan menyiapkan minum untuk Gilang, Raka sudah meminta Gaby dan Gilang untuk pergi ke cafe tempat pemberhentiannya lagi membahas hal urgent terkait dengan masa depan perusahaannya dan tentu saja masa depan karyawannya.

__ADS_1


"Apa yang mau lo bicarain Ka?" Tanya Gilang yang benar saja dari tadi ia tidak menyimak dengan baik semua keluh kesah Raka diawal.


"Iya tadi kan gue udah sampaikan, kalau cuma lo dan anak magang ini yang bisa bantu gue menyelesaikan peliknya masalah ini." Raka mengulangnya lagi.


"Rencana lo apa?" Tanya Gilang, sebab ia tahu rekannya ini pasti sudah menyiapkan rencana besar namun tidak ingin terlibat tangannya kotor sehingga harus menumbalkan orang lain untuk bermain peran dari skenario yang telah ia buat dan ya pemainnya saat ini Gilang dan aku yang merupakan anak magang bahkan belum ada satu bulan.


"Kita harus menyelesaikan ini dalam waktu tiga hari kerja supaya semuanya bungkam." Dengan nada yang begitu optimis.


"Wah gila lo. Mana mungkin bisa kelar tiga hari Ka, pemeriksaan aja makan waktu tujuh hari sendiri, dan lo mau bungkam dalam waktu tiga hari?" Jelas saja membuat Gilang menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai pertanda ini adalah hal yang paling mustahil yang pernah ia dengar dari mulut Raka.


"Ada yang disembunyikan pasti.." Desisku dalam hati.


Di satu sisi aku senang terlibat dalam misi ini meskipun aku tahu risikonya sangat besar sebab sudah melibatkan keteraturan negara dan khalayak padahal aku baru saja memulai jenjang karirku disini. Namun, aku percaya jika ada sesuatu hal buruk yang menimpa, tentu ada papa sebagai backingan yang bisa membantu dalam keadaan apapun.


Gilang menghelakan nafasnya.


"Coba deh lo ceritakan dulu apa semua rencana lo dalam misi tiga hari ini, setelahnya gue coba pikirkan apakah gue mau terlibat atau enggak dengan skenario yang lo buat." Ungkap Gilang.

__ADS_1


"Oke, sebelumnya lo pada harus tandatangan surat perjanjian dulu." Pria tinggi dengan hidung mancung ini mengeluarkan tiga lembar kertas yang bertuliskan Surat Perjanjian Kerjasama pada bagian judulnya, sontak hal ini membuat mata Gaby membulat penuh untuk melihat lebih detail apa isi dibawah surat tersebut.


"Untuk apa?" Jelas saja menjadi kecurigaan bagi Gilang dan juga aku, namun aku masih belum bisa bergeming disini karena lagi dan lagi terhalang oleh statusku yang hanya anak magang.


"Iya, ini lembar perjanjian kerjasama yang berisikan lo pada gak boleh menyebarluaskan informasi dari rencana misi ini. Terutama lo ya anak magang, jangan sampai siapapun itu termasuk orang tua lo, nenek lo, saudara lo tau apa yang sedang lo kerjakan. Kompensasinya gaji lo bulan ini akan gue naikkan tiga kali lipatnya." Terang Raka yang memberikan tawaran sangat menarik, sebab jika memang iya begitu maka gaji bulan ini akan mendadak jadi delapan belas juta sendiri.


Menggiurkan....


Gilang mengambil dua buah lembar kertas tersebut dan ia berikan satu lembarnya kepada Gaby yang berada disebelahnya.


"By, lo baca dulu, jika lo keberatan lo gak harus ikut dalam misi ini." Bisik Gilang yang memberikan pengarahan baik kepadaku, sebab ia tidak ingin aku terluka atau terjadi apa-apa pada saat misi ini berlangsung, jelas saja cinta Gilang kepadaku memang tidak main-main dan sangat terasa jelas meskipun sampai sekarang aku masih sukar merasakan perasaan itu kepadanya sekalipun dengan alasan kebaikan yang telah ia berikan tetap saja terasa percuma karena cinta tidak bisa dipaksa, kan?


Aku membaca satu persatu kata yang tertera dalam lembar kertas tersebut, ada beberapa poin yang menjadi larangan seperti dilarang menyadap diskusi, dilarang menyebarkan apapun di sosial media termasuk pada saat dikantor, dilarang publikasi atau memberikan komentar kepada fenomena kasus yang terjadi dikantor, dan yang paling utama yang ditebalkan dalam lembar kertas ini adalah jangan bicara dengan siapapun termasuk berbicara sendiri sekalipun berkaitan dengan misi selama tiga hari ini. Selain itu di paragraf kedua terdapat keuntungan atau benefit yang bisa ku dapat jika mematuhi peraturan tersebut yaitu gaji bulan ini dikali tiga yang alias menjadi delapan belas juta rupiah, akan dibayarkan dua kali gajinya di akhir bulan melalui rekening pribadi Raka bukan kantor.


Namun, di paragraf ketiga juga tertulis apabila melanggar perjanjian ini maka akan siap menerima sanksi pidana dan pinalti membayar uang gaji yang dikalikan lima alias kena pinalti sebanyak tiga puluh juta yang dibayarkan langsung ke rekening Raka bukan kantor. Perjanjian ini berlaku seumur hidup meskipun misi yang dilaksanakannya selama tiga hari saja. Terakhir ada kolom tandatangan yang dibubuhi oleh materai sepuluh ribu.


"Wah gila nih perjanjian..."

__ADS_1


__ADS_2