Call Me, Your Baby!

Call Me, Your Baby!
Part 45 Gue harus cari tau!


__ADS_3

"Kamu ngapain ke kantor?" Bunyi pintu diiringi dengan suaranya yang lantang jelas saja mengagetkanku.


"Eh mas..." Aku kaget dan melihat ke arah sumber suara.


"Iya, kamu ngapain disini?" Raka harus mengulang pertanyaannya lagi.


"Saya mau konsultasi ke Mas untuk progress pencarian investor yang tinggal dua hari lagi...." Aku sedikit merendahkan nada bicaraku. Jujur saja dari mulai dijalan sampai sekarang, aku tidak bisa berhenti mikir bagaimana menangani semua ini. Rasanya udah gak punya waktu yang cukup untuk mencari dan mengulang perkenalkan perusahaan lagi pada orang baru. Ya kemarin aja, dengan jelas-jelas orang yang sudah kenal, mereka menolak dengan banyak alasannya. Mau pelajari dulu tentang perusahaan ini, atau gak ya ragu karna kasus yang sudah mencuat.


"Gak perlu konsultasi lagi. Semua sudah clear kan, Ka?" Seseorang memasuki pintu tanpa salam dan lagi-lagi membuat aku mengalihkan fokus ke arah sumber suara.


"Bang Gilang...." Aku melihatnya. Tumben banget dia bisa datang sepagi ini secara ini masih menunjukkan pukul 7 pagi yang aku tau dia gak mungkin mau datang di jam sepagi ini.


"Yes, i'm here Gaby. Udah lo gak perlu bingung. Semua harusnya sudah clear kan Ka? Udah tau siapa dalangnya?" Gilang melebarkan senyumnya, menghampiriku dan mencoba untuk sedikit menutup laptopku.


"Eh mas, jangan ditutup..." Aku menghalangi tangannya.


"Sudah tau kok. Buat press release deh tolong..." Ucap Raka singkat memperhatikan tingkah Gilang yang menjailiku


"Tentang?" Aku masih berusaha mencerna apa isi obrolan ini. Aku gak tau apa-apa, kenapa dihentikan, kenapa buat press release.


"Sekarang Gaby udah bisa keluar kan, Ka? Kayaknya kerjaan dia sudah selesai dan kontrak juga jadinya gak


jadi. Apa gue salah?" Tanggap Gilang dengan mengangkat salah satu alisnya.


Aku masih memperhatikan kedua orang yang saling bersebrangan ini.


"Gaby gak bisa stay disini aja?" Celetuk Raka dengan membalikkan badannya ke arah jendela yang langsung memperhatikan  gedung pencakar langit lainnya.


Sontak aku langsung menatap Gilang.


"Bang please tolongin aku...." Aku sedikit membuka mulutku tanpa ada suaranya. Gilang jelas melihat arah obrolanku akan kemana.


"Loh kan kerjasamanya udah selesai Ka. Ya harusnya Gaby balik lagi ke gue dong. Ngapain dia harus kerja disini?" Gilang melakukan perlawanan.


"Gue butuh anak magang tambahan untuk proyek..." Balas Raka.


"Ya sudah kalo gitu lo tanya aja sama anaknya, mau gak stay di ruangan lo. Lagian nih ya Ka, gak ada ceritanya pekerja satu ruangan dengan bosnya..."


"Boss?" Bisikku.


"Raka adalah bos? Bukannya dia cuma asisten manajer? Kok sekarang dia jadi bos sih....." Desisku yang semakin buatku bertanya-tanya.


"Jelas saja Gilang tau sebenarnya, tapi dia gak mau cerita!!" Geram.


"Gimana Gaby? Lo mau sama gue atau tetap disini sama Raka?"


Apalagi ini, pilihan yang gak bisa dipilih. Ya bahkan apa yang terjadi dengan kontrak kemarin aja aku masih


harus mencernanya dengan lebih baik.


"Jawab....." Posisi Raka sudah menatap dan menunggu jawabanku.


"Haduh bingung Mas. Saya sebenernya fleksibel aja selagi bisa kerja disini, tapi kalo bisa saya kerjanya


di luar ruangan Mas Raka aja ya...." Jawabku pelan.


"Emang kenapa kalo diruangan saya?" Tanyanya lagi.


"Yailah yang ada segen lah kerja diliatin begitu sama lo. Udah deh Gaby kerjanya di luar aja, di meja


tengah tuh...." Gilang menunjuk posisi meja yang ada di seberang sana.

__ADS_1


"Ya udah, tapi kamu tetap bantuin saya ya. Jadi khusus kamu, bisa kerja di saya ataupun ke Gilang..." Ucapnya ia mengalah.


"Akhirnya......" Ucapku lega.


Detik itu juga, Gilang langsung membawa tasku keluar dari ruangan Raka dengan wajah yang happy.


"Kenapa lo senang banget Bang?" Tanyaku melihat raut wajahnya yang sumringah.


"Ya karna Raka gak gangguin lo lagi....." Celetuknya.


"Tolong lo jelasin dulu ke gue sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa tiba-tiba batal, kenapa tiba-tiba press


release, dan gimana investornya?" Tanyaku yang bertubi-tubi. Aku gak bisa menahan lebih lama lagi tentang pertanyaan ini. Semua terasa berat untukku berpikir sendiri.


"Gue gak tau siapa dalangnya, yang pasti huru hara kemaren itu sudah disetting sama oknum tertentu


buat jatuhin perusahaan..."


"Dan direksi diem aja?" Tanyaku memastikan.


"Udah ah, kamu gak perlu tau sejauh itu, karna gue pun gak tau sebenarnya By....."


"Lagi, lagi gue gak dapat jawaban yang gue mau..." Batinku.


"Jadi, gue harus mikir sendiri nih?" Aku menyindirnya.


"Udah ah, lagian gak ada untungnya juga lo tau By. Mending kita ngopi dulu aja...."


"Raka? Eh Mas Raka?"


"Hahahaha sejak kapan lo peduli dengan dia By??" Ia tertawa lepas.


"Enggak tenang ajaaa. Santai dulu aja..." Gilang menarik tanganku untuk ke lantai dasar.


***


"Kan bang, liat nih Mas Raka nelfon gue... Kan gue gak boleh keluar di jam kantor. Duh mampus nih guee....."


"Udah angkat aja, terus bilang lagi beli kopi dulu. Dia gak mungkin marah lah.." Gilang dengan mudahnya bilang seperti ini sementara degup jantungku sudah gak karuan.


"Halo, iya bang... eh mas...." Aku memberanikan diri mengangkat telfon meski tau persis ia akan bersikap seperti apa kepadaku.


"Kamu dimana? Kan gak boleh keluyuran di jam kerja!"


"Maaf mas, ini aku lagi beli kopi sebentar. Ini mau naik lagi kok ke ruangan..." Coba atur emosi dan nafas.


"Nanti lo ke ruangan gue ya!" Ia langsung menutup telponnya.


"Kenapa si Raka? Rewel banget gue liat-liat..." Tanya Gilang seolah cemburu.


"Gak tau juga nih, dia minta gue ke ruangannya."


"Buset dah, baru juga lo keluar sudah diminta masuk lagi aja. Dia tuh kayaknya suka sama lo By. Duh gak bisa nih gue, masa iya gue punya saingannnn...."


"Dih apaan........ Ogah banget gue..." Jawabku ketus.


****


"Lo mau apa ke ruangan gue?" Bentak Raka kepada Azka yang baru datang dengan balutan jas hitam dan kemeja navynya.


"Kenapa muka lo panik banget? Takut ketahuan Gaby?" Azka tersenyum sinis dan berjalan pelan menuju meja Raka.

__ADS_1


Raka diam. Ia seolah sedang menahan emosi kepada adik tirinya ini.


"Jawab gue Ka! Gue tau Gaby tuh belom tau kan siapa lo sebenarnya. Gue juga tau lo punya perasaan ke Gaby, dan gue gak akan biarin gitu aja lo merebut Gaby dari gue. Paham?" Bentaknya.


"Lo keluar atau?" Raka meninggikan suaranya satu oktaf lebih tinggi.


"Atau apa?" Azka gak bisa menahan emosinya dan menentang kemarahan Raka.


"Sekarang mau lo apa dah? Lo mau ngapain kesini?" Bentak Raka yang sudang menggempalkan kedua telapak tangannya.


"Gue mau Gaby..."


"Gue mau lo minta Gaby buat mohon-mohon ke gue buat jadi investor disini..."


"LO GILA?????!!" Raka menghentakkan mejanya tepat dihadapan Azka.


"Gue bakal bilang sama bokap tentang hal ini, dan yang perlu lo ingat, lo itu anak yang gak dianggap di keluarga gue jadi cukup sadar diri aja......" Azka langsung pergi dan meninggalkan ruangan.


Sementara aku masih berjalan menuju lift bersama Gilang. Aku melihat dari kejauhan seperti ada wajah seseorang yang gak begitu asing dari pandangan tengah keluar dari lift.


"Itu Azka?" Aku menunjuknya dengan menyipitkan kedua mataku memastikan dengan jelas apa yang ku lihat.


"Bang!!! Itu Azkaaa...." Aku menggertakan tangan lelaki disebelahku ini.


"Ada hubungan apa dia sama Rakaaa?"


"Udah ah by, lo cukup kerja aja dan gak perlu tau apapun...." Bantah Gilang.


Lantas aku marah,


"Kenapa gue selalu gak tau apapun, dan selalu dibiarikan untuk gak tau apapun. Gue terlibat bang dalam hal kantor ini tuh, gue terlibat!!!" Bentakku.


"Lo lebih baik gak tauu..." Gilang menatap mataku.


***


"Mas Raka, sorry mau nanya, sebetulnya Mas ada hubungan apa sama Azka??"


"D..dia....." Ia menghindari mataku.


****


Teaser Next Part:


"Jadi kalian semua cuma pura-pura?" Bentakku menghempaskan barang-barang.


"Gak, gue udah gak percaya sama siapapun lagi. Stop...." Aku nangis kejer.


"Apa lagi? Gue udah gak guna lagi kan?" Aku membentaknya abis-abisan....


****


Jadi kalian tim siapa nih? Raka, Gilang atau Azka???


Jangan lupa vote, like dan komen ya sayangkuuu. Boleh follow juga IG aku @catatan_allena dan tiktok @blueofallena karena bakal ada ada AU AU gemes chat Gaby dan Raka. Contohnya begini nihhh




__ADS_1


__ADS_2