Call Me, Your Baby!

Call Me, Your Baby!
Part 46 Jadi ini Rencana Kalian!


__ADS_3

“Mas, permisi…” Aku mengetuk pintu berlapis kayu dengan balutan cat coklat ini.


“Ya masuk..” Ucapnya.


“Ada apa Mas manggil saya?” Tanyaku sembari melihat sekelilingnya.


“Kita meeting sebentar ya…” Ia sibuk membereskan mejanya lalu mengambil laptopnya menuju sofa yang berada disampingku.


“Berdua doang Mas?” Telunjukku menunjuk dia dan diriku yang sebetulnya bingung juga kok Cuma meeting berdua aja.


“Iya berdua aja. Emangnya kenapa? Kamu gak suka?” Pertanyaannya amat nyolot.


“Duduk gih..” Tambahnya lagi.


“E..enggak mas.. Mau saya panggilin Bang Gilang gak, Mas?”


“Gaby. Bisa gak kalo di ruangan saya kamu tuh gak bahas Gilang mulu….” Ia meletakkan laptopnya dan menatapku kesal.


Aku pun yang masih berdiri menatapnya heran kenapa ia begitu sensitive kalo aku menyebut nama Gilang dihadapannya.


“Jadi, untuk press release ini, saya sudah punya draftnya dan kamu tinggal edit aja. Bisa kan?” Ia menoleh ke arahku dengan raut wajahnya yang begitu serius.


Aku mengikat rambutku, lalu fokus melihat isi dari press release yang ia tampilkan di hadapanku.


“Tapi Mas, kan aku belum tau latar belakang masalahnya apa dan kenapa tiba-tiba masalah kita selesai….”


“Haduh iya lupa lagi, kamu belum tau apa-apa yaa… Ya udah gue minta Gilang aja deh yang buat..”


“Oke Mas, jadi saya bisa bantu apa Mas? Bantu Bang Gilang aja ya?” Aku memastikan lagi.


“Enggak, biar dia yang kerjain sendiri. Kamu disini bisa bantu gue buat materi presentasi aja…”


“Presentasi apa Mas? Aku perlu Bang Gilang dulu ya buat press releasenya..”


“Gaby…….” Ia meletakkan laptopnya di meja dan memutar badannya searah denganku.


Tatapan matanya yang begitu tajam ke arahku dengan raut wajahnya yang serius jelas saja membuat degup jantungku berdebar, belum lagi wajahnya yang begitu tampan dan agak blasteran.


Mataku tak berkedip melihatnya.


“Tolong kalo lagi sama gue, jangan bahas orang lain, bisa?” Tumbennya ia menjawab dengan nada bicara yang amat rendah sampai -sampai bibirku begitu kelu untuk meresponnya.


“Gaby? Jawab pertanyaan gue dong, bisa kan?” Sekali lagi ia meyakinkan aku.


“Eh bi… bi.. bisa mass…” Aku tersadar daritadi sorotan mataku terus bertemu dengan matanya.


“Waduh, kenapa degup jantung gue kenceng banget…..” Bisikku dalam hati.


“Oke, jadi sampai besok lo di ruangan gue aja, kita bakal terus buat materi presentasi….”


“Sampe besok mas?”


“Buset ini mah sama aja gue tetep kerja disini dong, baru juga gue keluar berapa menit yang lalu, lah malah balik lagi kesini….” Batinku.


“Iya sampe besok. Besok saya ada meeting sebentar sampai tengah hari, kamu masuk aja ke ruangan saya ya….” Ucapnya.

__ADS_1


“Hmm kalo gitu kan saya bisa ngerjain di luar aja mas, gak enak masuk sendiri kalo gak ada Mas Raka. Mana besok pegawai lain sudah mulai masuk juga kan Mas?”


“Sama Kania, tadi aku sudah hubungi dia sih buat ngerjain bareng sama kamu di ruangan ini.” Balasnya. Gak seperti biasanya Raka nada bicaranya cukup rendah kepadaku.


“Baik Mas….” Balasku.


Setelah mendapatkan petunjuk meeting besok, Raka menjelaskan Panjang lebar terkait isi materi presentasinya, diselingin dengan sedikit canda tawa dengannya, hari ini ia menunjukkan sisi baik dan komedinya kepadaku. Kami membahas  rencananya yang akan melakukan re-branding perusahaan dengan produk terbarunya agar lebih banyak mendapatkan minat investor. Entahlah urusan kemarin sepertinya hanya Gilang yang tau apa yang sebenarnya terjadi, namun aku yakin suatu saat nanti pasti aku akan juga tau secara detail apa yang terjadi disini.


“Udah selesai meetingnya By? Bahas apaan sih kok lama banget….” Gilang yang ternyata menunggu di depan ruangan ini justru buatku kaget pada saat membuka pintu.


“Lah dari kapan disini Bang? Dan ngapain juga disini?” Balasku kaget.


“Ya nungguin lo lahh. Emang meeting apaan sih kok sampe begitu banget…” Tanyanya sedikit ingin tau.


“Disitu aja ngobrolnya ah, ngapain disini, entar diliat Mas Raka….” Bisikku pelan.


Aku berjalan ke arah tempat dudukku dan diikuti olehnya. Ia menarik bangkunya untuk duduk tepat disampingku.


“Jadi Bang, tadi Mas Raka minta lo buat press release besok. Media bakal diundang besok kan ya?”


“Iya itu juga mah gue udah tau. Terus kenapa meetingnya sama lo bukan sama gue?” Ia heran.


“hahaha ya gue juga heran sih, tapi intinya kalo tugas lo itu deh. Nah tugas gue sama Kania besok ke ruangannya..”


Belum lagi selesai bicara, ia sudah langsung memotong pembicaraanku.


“Lah ngapain lagi? Lo kan sudah pindah kesini By…..” Celotehnya.


“Bang gue belom kelar ngomong….” Aku menatap malas.


“Iya jadi dia bilang besok tuh ada meeting di luar dulu dan baru balik siang, gue sama Kania kok di ruangan dia gak sendirian buat materi presentasi untuk produk baru itu loh….”


“Oh gak berdua doang sama dia kan? Kalo berdua doang mah, gue join juga….” Ucapnya sedikit lega.


“Yailah enggak kok, ngapain juga gue berdua doang sama dia…” Jawabku.


“Yaudah kalo gitu sekarang kita pulang yuk…”


“Tapi masih jam segini, masa boleh pulang….” Jawabku ragu.


“Kan hari ini bonus aja kita masuk, mulai jam kerjanya besok…” Jawabnya dengan antusias sembari tersenyum.


“Gak bilang Mas Raka dulu kalo kita pulang?” Aku sedikt ragu.


“Dih ngapain bilang. Pulang mah pulang aja By….” Ia membawa tasku.


Akhirnya, aku mengikuti ajakan Gilang untuk pulang meskipun jam masih menunjukkan pukul 2 siang. Ya kalo di piker-pikir juga userku Gilang bukan Raka, jadi gak ada kewajibanku untuk izin apapun ke Raka selagi Gilang sudah tau. Aku menuruni lift dan sampai di loby.


“Lo pulang naik apa By?” Tanyanya.


“Gampang gue mah, pesen ojek online aja…”


“Yaudah kalo gitu bareng gue aja gimana….”


“Gak ah, lo jauh banget harus antar-antar gue dulu Bang….” Jawabku.

__ADS_1


Aku menghentikan langkahku.


“Kenapa berhenti?” Tanya Gilang.


Aku mengabaikannya, dan berjalan masuk ke café.


“Bang, kok kalian disini…” Aku melihat dua lelaki yang sedang berbicara dengan tertawa.


“Eh ini dia yang kita tunggu-tunggu….” Ucap salah satu lelaki yang sudah lama gak ku temui wajahnya di negeri ini.


“Thanks banget ya Sob sudah masukin adek gue ke perusahaan keluarga lo. Gak kebayang nih kalo dia lulus tapi nganggur hahahhaa…..” Ucapnya dengan tertawa.


“Sebentar, maksudnya apa?” Wajahku sudah berubah merah padam.


“Ya iya, kamu sudah ngucapin makasih kak dengan Azka, nih berkat dia nih kamu keterima disini…..”


“Azka, lo yang punya perusahaan ini?” Aku masih berdiri dengan gemetar hebat.


Azka gak bergeming, ia hanya diam dengan wajah datarnya seolah enggan berbicara satu patah kata pun.


“By, pulang aja ayo…” Gilang berusaha memisahkan aku dari kedua lelaki ini. Aku melepaskan tangan Gilang dengan kasar.


“Gak, gue butuh penjelasan dulu. Ini apa sih yang terjadi? Dan lo Bang, gue tau lo udah tau in ikan sebelumnya???!!!” Emosiku gak stabil. Aku bingung dengan semua situasi ini.


“Gaby, gue bisa jelasin…..” Ucap Azka pelan.


“Jelasin apa lagi??? Kalian disini Cuma pura-pura kan? Apalagi yang gak gue tau sih??” Bentakku.


“Enggak gitu By, kasih gue kesempatan untuk jelasin….” Ucap Gilang yang berada disebelahku sembari terus berusaha memegang tanganku.


Tatapan mata abang kandungku pun juga bingung.


“Bro, selama ini Gaby gak tau?” Tanyanya.


Azka menggelengkan kepalanya.


Aku mundur perlahan, air mataku sudah tak tertahankan, rasanya sakit mengetahui hal ini kalo ternyata perusahaan yang aku idam-idamkan ini bukanlah kelulusan murniku.


“By, sebentar gue bisa jelasin…..” Ucap Azka yang berdiri melihatku mundur perlahan.


"Gak, gue udah gak percaya sama siapapun lagi. Stop...."Tanganku menahannya.


“Sekarang lo jawab pertanyaan gue, kalo lo yang perusahaan ini, terus Raka siapanya lo?”


****


Teaser Next Part:


"Apa lagi yang lo tutupin dari gue?" Amarahku kian memuncak.


"By, gue ngelakuin ini semua karna gue cinta sama lo. Gue mau lo jadi milik gue!!!"


"Apa mungkin gue jatuh cinta sama dia sekarang? Perasaan gila apa ini!!" Aku denial.


***

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, dan komennya yaa sayang-sayangkuuu. Jangan lupa juga follow ig @catatan_allena dan tiktok @blueofallena


__ADS_2