CALON ISTRI DARI ABAH

CALON ISTRI DARI ABAH
BAB 12


__ADS_3

Bibi Ruroh meletakkan nampan yang berisi secangkir kopi dan juga segelas jus naga di atas meja. Setelahnya Bibi Ruroh meninggalkan tempat itu dan kembali bekerja di belakang. Sementara itu abah Idris dan ummi Salamah kini saling berpandangan.


"Apa yang akan abah lakukan dengan minuman mereka?" tanya ummi Salamah.


"Sepertinya kita harus licik supaya mereka bisa mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita. Yaitu cucu-cucu dari keturunan mereka yang sholeh dan sholeha," sahut abah Idris. Ummi tersenyum lebar saat mengetahui rencana apa yang akan dijalankan oleh suaminya itu supaya Abryal dan Almeda benar-benar menjadi pasangan suami istri yang normal dan melakukan hubungan badan sewajarnya.


"Abah sudah menyiapkan obatnya?" tanya ummi. Abah tersenyum lebar seraya berdiri lalu mendekati dua minuman itu yang diperuntukkan untuk Abryal dan juga Almeda.


Tiba-tiba saja Abryal keluar dari dalam kamarnya bersama dengan Almeda. Bahkan keduanya kembali menunjukkan kemesraan nya. Tentu saja Abryal lah yang memeluk pinggang ramping Almeda. Kini Almeda mengikuti skenario yang dibikin oleh Abryal.


"Ayo, kalian duduklah! Kalian harus makan yang banyak. Apalagi kamu, Almeda! Kamu harus makan yang banyak dengan gizi yang seimbang. Oh iya, ini tadi Bibi Ruroh telah membuatkan jus buah naga untuk kamu. Ayo diminum dulu!" ucap ummi Salamah pada Almeda.

__ADS_1


"Baik ummi! Ini minuman nya langsung saya minum dan habiskan," kata Almeda. Ummi tersenyum lebar saat melihat menantu nya itu minum jus buah naga yang sudah diberi obat. Kini tinggal Abryal ikut meminum kopi yang terletak di cangkir keramik. Abah Idris dan ummi Salamah saling berpandangan lalu sama-sama melemparkan senyuman pada anak laki-laki beserta menantu nya itu.


"Ayo! Kalian makan lah! Abah dan ummi tadi sudah duluan kok, makan nya," kata ummi. Abryal berinisiatif mengambilkan makanan berat untuk Almeda. Abah dan ummi melihat kemesraan kedua nya ikut tersenyum lebar.


🌼🌼🌼🌼🌼


"Kami sudah kenyang, abah ummi! Sepertinya kami harus istirahat dulu. Abah dan ummi tidak apa-apa kan kalau kami tinggal? Besok pagi kami harus beraktivitas kembali. Dan kami butuh istirahat dulu. Lagipula mataku sudah mulai lengket," ucap Abryal panjang lebar. Dia mulai merasakan kurang nyaman pada dirinya. Demikian juga halnya dengan Almeda.


"Iya, kalian harus banyak-banyak beristirahat," sahut abah seraya tersenyum seringai.


"Wah seperti nya pertempuran bakalan seru diantara mereka, abah! Ummi tidak menyangka kalau abah sudah menyiapkan obat gituan pada mereka," kata ummi seraya terkekeh.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kita, ummi!? Apa kita hanya berdiam diri di sini. Sementara mereka bekerja keras di atas peraduan. Apakah ummi tidak menginginkan itu seperti mereka?" sahut abah menggoda.


"Ih, abah! Ogah ah! Malam ini kita istirahat dulu. Ummi takut nanti pinggang abah kambuh lagi," ucap ummi.


"Tidak dong! Nanti abah akan pelan-pelan melakukan nya. Bagaimana, ummi?" kata abah dengan merengek.


"Besok saja yah, abah! Malam ini kita istirahat dulu yah!" sahut ummi seraya berdiri dari tempat duduk nya. Ummi segera masuk ke kamar yang sudah disiapkan untuk mereka. Abah Idris pun ikut mengikuti ummi yang kini sudah masuk ke dalam kamar mereka.


"Ummi dari dulu suka jual mahal. Tapi nanti kalau aku minta, dia tidak pernah menolaknya. Istri yang baik dan sholehah," gumam abah Idris seraya tersenyum seringai.


🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Sementara itu di dalam kamar Abryal. Kedua pasangan suami istri itu sama-sama merasakan sesuatu yang aneh dalam diri mereka.


Apakah Abryal dan Almeda akan melakukan ritual suami istri untuk yang pertama kalinya bagi mereka? Ikuti episode selanjutnya!


__ADS_2