CALON ISTRI DARI ABAH

CALON ISTRI DARI ABAH
BAB 25


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


"Kita taruhan yah, abah! Kalau Almeda menantu kita itu saat ini telah mengandung," ucap ummi Salamah pada abah Idris.


"Kok pakai taruhan segala sih, ummi? Tanpa bertaruh pun, apa yang diminta ummi pasti abah kabulkan loh. Mau apa? Perhiasan? Atau baju muslimah yang bagus?" sahut abah Idris.


"Enggak, abah! Ummi sudah punya banyak perhiasan dan pakaian. Untuk apa numpuk-numpuk barang. Ini ummi mengajak taruhan dengan abah kan, lantaran saking senang nya. Dugaan ummi, pasti Almeda saat ini benar-benar telah ngidam," kata ummi Salamah.


"Ya sudah, abah tebak juga menantu kita saat ini telah mengandung. Aamiin!" kata abah Idris.


"Yah, abah ikut-ikutan menebak kalau Almeda telah hamil. Seharusnya tebakan itu untuk ummi dong. Jadi abah harus menebak kalau menantu kita itu masuk angin atau karena kecapekan saja," sahut ummi Salamah.

__ADS_1


"Hahahaha, astaghfirullah!" ucap abah Idris.


Saat ini abah Idris dan ummi kembali berkunjung di rumah Abryal. Sudah hampir dua bulan, mereka tidak mendapatkan kabar gembira. Kabar gembira yang mereka harapkan adalah kehamilan sang menantunya yaitu Almeda.


Kehidupan rumah tangga Abryal bersama dengan istrinya Almeda semakin harmonis. Mereka berdua selama ini sibuk dan fokus dengan kerjaan nya masing-masing. Demikian juga halnya dengan Almeda yang belum mendapatkan momongan masih sibuk mengajar atau menjadi guru di yayasan pendidikan. Abryal juga sibuk menjadi dosen, pemateri dan juga sibuk menjalankan beberapa bisnisnya. Namun kesepakatan diantara keduanya, jika Almeda telah mengandung atau hamil, Almeda berhenti mengajar. Toh tanpa bekerja menjadi guru pun, Almeda sudah mendapatkan nafkah dari Abryal yang cukup.


Saat Almeda kembali merasakan tidak enak badan. Bahkan merasakan mual dan muntah-muntah, abah dan ummi sibuk memaksa Abryal untuk segera memeriksakan Almeda ke dokter. Dugaan sementara kedua orang tua itu adalah menantunya itu telah ngidam. Sehingga ummi merasakan senang dan yakin bahwasanya menantunya saat ini telah mengandung.


"Benarkah dokter, kalau istriku telah hamil?" tanya Abryal dengan rasa bahagia saat mendengar pernyataan dokter bahwasanya Almeda saat ini telah mengandung anak Abryal.


"Selamat pak Abryal dan ibu Almeda!" sahut dokter itu.

__ADS_1


Abryal dan Almeda saling berpandangan. Mereka berdua tersenyum lebar dan penuh kebahagiaan mendengar pernyataan dari dokter bahwa mereka akan segera mendapatkan momongan. Rumah mereka yang sebelumnya sepi akan menjadi ramai dengan suara tangis bayi. Karena Almeda kini dinyatakan telah berbadan dua. InsyaAllah sembilan bulan lebih sepuluh hari, mereka akan mendapatkan bayi mungil buah hati mereka. Itulah harapan yang terindah bagi pasangan suami istri itu.


"Alhamdulillah ya Alloh! Sayang, kamu hamil sayang! Kita akan menjadi seorang bapak dan ibu," ucap Abryal.


"InsyaAllah, mas!" sahut Almeda dengan wajah yang penuh kebahagiaan.


Abryal memaksa Almeda memeriksakan dirinya ke dokter. Karena Almeda kembali merasakan pening, mual dan muntah-muntah. Yang bikin khawatir Abryal adalah setelah selesai makan Almeda muntah-muntah. Abryal yang melihat kondisi seperti ini menjadi sangat kasihan dengan istrinya.


"Saya akan memberikan vitamin dan juga obat supaya tidak merasakan mual. Ibu bayi harus berhati-hati saat kehamilan masih masuk di bulan pertama sampai bulan ke empat. Karena di bulan itu, kondisi janin masih lemah. Ibu hamil tidak boleh terlalu capek," ucap dokter itu panjang lebar.


Betapa Abryal dan Almeda sangat bahagia dengan hasil pemeriksaan itu.

__ADS_1


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi abah dan ummi jika mengetahui kabar bahagia ini. Mereka akan segera mendapatkan cucu sesuatu harapan dan doa mereka," kata Abryal. Almeda tersenyum lebar karena begitu bahagia karena dirinya akan merasakan bagaimana menjadi seorang ibu yang sedang mengandung atau hamil.


__ADS_2