
"Mas Abryal! Mas Abryal! Maafkan aku mas! Aku janji akan menjadi istri yang lebih baik lagi mas. Mas Abryal!" ujar Almeda dengan suara yang keras hingga memenuhi ruangan itu.
Tiba-tiba saja Abryal masuk ke dalam kamar utama itu dan mendapati istrinya sedang mengigau memanggil nama nya. Keringat dingin mengucur di dahi Almeda. Sungguh istrinya sedang mengalami mimpi buruk.
"Sayang! Sayang, bangun sayang!" ucap Abryal seraya mendekati istrinya. Abryal mengusap keringat dingin di dahi istrinya itu. Setelah nya Abryal mengambilkan air putih di dekat lemari es di kamar mereka.
"Sayang, minum dulu! Kamu harus tenang yah!" ucap Abryal penuh perhatian. Almeda meminum air putih pemberian suaminya hingga tandas di gelas itu
"Mimpi buruk yah?" tanya Abryal. Almeda mengangguk cepat lalu tiba-tiba memeluk suaminya dengan erat.
"Mas Abryal!" ucap lirih Almeda seraya menangis. Abryal semakin bingung dibuatnya. Ia hanya mengusap air mata istrinya itu yang tiba-tiba menangis memeluknya.
__ADS_1
"Sudah sayang! Jangan nangis yah, nanti cerita denganku, apa yang tadi kamu mimpi kan saat tidur," kata Abryal seraya mengusap puncak kepala Almeda yang kali ini tanpa mengenakan hijab di dalam kamar itu.
🌼🌼🌼🌼🌼
"Almeda! Apakah kamu merasakan ada perubahan setelah meminum jamu buatan ummi?" tanya ummi Salamah. Almeda tersenyum lebar pada ibu mertua nya itu. Almeda sangat bahagia bisa memiliki mertua yang sangat menyayangi dirinya. Ummi Salamah begitu memperhatikan dirinya dan tentu saja sangat pengertian.
"Alhamdulillah, ummi! Saya merasakan lebih baik dan juga stamina saya meningkat. Saya tidak lagi mudah lelah setelah seharian mengajar, ummi!" urai Almeda.
"InsyaAllah, ummi!" sahut Almeda.
🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1
"Jadi kamu bermimpi, kalau aku telah mentalak kamu, yank?" tanya Abryal. Dengan cepat Almeda menganggukkan kepalanya. Abryal tertawa lepas hingga guling-guling di atas kasur empuk kamar utama mereka. Almeda terlihat cemberut mendapati suaminya malah menertawakan dirinya seperti itu.
"Mas Abryal malah mentertawakan aku sih? Aku kan takut mas kalau itu benar-benar terjadi, mas! Apalagi aku masih selalu merasa bersalah jika mengingat soal keguguran yang aku alami. Aku berlarian menyambut kamu yang baru datang dari kerja sampai lupa kalau saat itu aku sedang mengandung anak kita," ucap Almeda dengan bibir yang cemberut. Abryal terkekeh melihat ekspresi yang menggemaskan dari istrinya itu.
"Hai Hai sayang! Sudah yah, sayang! Jangan lagi menyalahkan diri kamu yah. Sekarang kita fokus saja untuk membikin anak kembali. Bukankah ummi dan abah sudah beberapa kali menasihati kamu kan sayang. Apalagi ummi sangat perduli dengan kamu sampai bela-belain bikinin jamu supaya kamu kembali fit seperti sedia kala," ucap Abryal.
"Tapi kamu tidak akan menceraikan aku kan mas? Jika aku tidak bisa memberikan kamu anak?" sahut Almeda tiba-tiba merasakan ketakutan yang besar.
"Astaghfirullah, Almeda sayang! Itu tidak akan terjadi sayang! InsyaAllah, Tuhan akan kembali mempercayakan kamu untuk mengandung. Karena aku yakin kamu adalah wanita dan ibu yang baik bagi anak-anak. Kamu harus berprasangka baik dengan Alloh yah, sayang! Oh iya, bagaimana kalau sekarang kita sholat hajat terlebih dahulu sebelum tidur?" kata Abryal. Almeda menganggukkan kepala nya.
"Nah, ayo kita ambil air wudhu terlebih dahulu," ajak Abryal akhirnya.
__ADS_1