CALON ISTRI DARI ABAH

CALON ISTRI DARI ABAH
BAB 38


__ADS_3

Lima tahun berlalu.


"Bagaimana anak-anak? Apakah mereka merepotkan kamu hari ini?" tanya Abryal yang baru saja pulang dari kantor.


"InsyaAllah tidak, mas! Ke tiga anak-anak kita baik-baik kok mas," jawab Almeda.


"Bagaimana si kembar? Sudah bisa apa sekarang?" tanya Abryal.


"Alhamdulillah, usianya yang sudah tiga tahun ini mereka semakin tumbuh cerdas mas. Aku yakin jika kecerdasan mereka semua menurun dari ayahnya," kata Almeda memuji. Abryal menarik hidung istrinya dengan gemas.


"Alif sudah berumur hampir enam tahun, si kembar berumur tiga tahunan. Kira-kira si kembar dibuatin adik lagi gak?" ucap Abryal seraya mengedipkan satu matanya dengan genit.


"Mas!" gumam Almeda dengan tersenyum.

__ADS_1


"Hahaha, kamu itu menggemaskan banget. Rasanya kalau sudah bekerja ingin cepat-cepat pulang. Itu karena kamu selalu bikin aku nyaman dan bahagia. Kamu istri dan ibu yang paling mengerti suami dan penyayang anak-anak," kata Abryal.


"Mulai rayuannya. Pasti setelah ini modus deh," sahut Almeda dengan bibir maju satu sentimeter.


Abryal segera menggendong istrinya ala bridal menuju ke dalam kamar. Cepat-cepat Abryal masuk ke kamar sebelum ketahuan ummi dan abah nya yang kebetulan datang ke rumah Abryal. Abah dan ummi semakin sering datang mengunjungi rumah mereka karena mereka sangat senang memiliki tiga cucu-cucu yang lucu. Apalagi si kembar lagi lucu-lucunya bisa berbicara. Saat ini abah dan ummi sedang bermain dengan anak-anak Abryal dan juga Almeda.


"Mas Abryal! Nanti anak-anak masuk loh!" ucap Almeda saat pintu kamar mereka belum Abryal kunci. Kebiasaan Abryal suka seperti itu. Terburu-buru kalau hendak menunaikan ibadah untuk istrinya dengan memberikan nafkah batin.


"Hehehe sebentar aku tutup dulu pintu kamar kita," ucap Abryal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Setelahnya Abryal segera naik ke peraduan dan kembali bermain-main dengan istrinya.


"Abah, ummi! Abah, ummi bukakan pintunya dong! Kami bertiga ingin bobok dengan abah dan ummi," ucap anak pertama Abryal dan Almeda. Si kembar juga ikut-ikutan mengetuk. pintu kamar abah dan ummi nya.


Abryal memandang Almeda. Sejurus kemudian Abryal hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam. Almeda cekikikan melihat reaksi suaminya yang seperti sebal karena kegiatan mereka harus terganggu karena ketiga anaknya mengetuk pintu kamar mereka.

__ADS_1


"Mas Abryal, anak-anak kita mas! Mereka ingin bobok bareng dengan kita di kamar ini," ucap Almeda pelan.


"Sudah nanti saja, nanggung banget sayang! Kita pura-pura tidur saja, tidak usah di bukakan pintunya," kata Abryal yang masih terus berada di atas peraduan mereka.


"Tapi mas," ucap Almeda. Bibir itu dibungkam oleh Abryal. Mau tidak mau Almeda pasrah diapain apa saja oleh Abryal. Sedangkan anak-anak Almeda dan Abryal masih terus menerus menggedor pintu kamar mereka. Di saat itulah suara abah Idris menyuruh ketiga cucunya ikut ke kamar kakeknya.


"Cucu-cucu eyang yang pinter dan baik serta sholeh, kita ke kamar eyang saja yah. Abah dan ummi kalian mungkin sudah tidur. Kalian tidak boleh menggangu mereka yah," ucap abah Idris berusaha mengajak anak-anak Almeda dan Abryal ke kamar lain.


"Tapi eyang, kami ingin bobok bareng dengan abah ummi malam ini," protes anak-anak Almeda dan Abryal.


"Malam ini di kamar eyang dulu, bagaimana? Eyang akan menceritakan kisah nabi Yusuf bagaimana?" kata abah Idris.


"Beneran eyang?" sahut anak pertama Almeda.

__ADS_1


"Iya, ayo ke kamar eyang saja. Kita bobok bareng sambil eyang ceritakan kisah nabi," kata abah Idris dengan tersenyum lega.


"Pasti Abryal sedang memberikan nafkah batin pada istrinya, hehe," batin abah Idris dengan terkekeh-kekeh melihat pintu kamar Abryal dan Almeda yang masih dikunci dari dalam.


__ADS_2