CALON ISTRI DARI ABAH

CALON ISTRI DARI ABAH
BAB 29


__ADS_3

"Almeda Sasikirana Putri, aku talak kamu! Mulai hari ini kamu bukan istriku lagi!" ucap Abryal Idris Sasmita.


Betapa ucapan dari suaminya itu membuat Almeda seperti terkena beribu-ribu belati ke jantungnya. Ucapan yang singkat namun bisa membuat Almeda berhenti bernafas karena terkejut bukan kepalang.


"Tapi kenapa, mas Abryal? Apa salahku, mas? Kenapa mas Abryal mau menceraikan aku, mas?" sahut Almeda disertai isak tangis yang tidak bisa terbendung lagi.


Betapa ucapan talak bagi dirinya membuatnya hancur berkeping-keping. Dalam cita-cita nya, Almeda akan menikah seumur hidup sekali. Walaupun pernikahan itu berawal dari perjodohan. Dalam pernikahan itu sebisa mungkin Almeda ikhlas dan selalu setiap hari menumbuhkan rasa cinta pada suaminya.


"Kenapa? Apakah kamu tidak merasa bersalah? Sebagai seorang istri, kamu telah lalai dari kewajiban kamu untuk menjaga bayi yang masih di dalam kandungan kamu. Kamu telah lalai dan kurang berhati-hati. Sehingga secara tidak langsung kamulah yang menyebabkan anakku meninggal. Bahkan kematiannya terjadi sebelum dia lahir di dunia ini," ucap Abryal dengan amarah yang meluap-luap.

__ADS_1


"Jadi tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan kamu sebagai istriku. Bahkan kamu telah divonis oleh dokter tidak bisa mengandung lagi. Sedangkan abah serta ummi sangat ingin memiliki cucu dari anak keturunan ku," jelas Abryal panjang lebar.


"Aku mohon, mas! Jangan menceraikan aku, mas! Aku rela jika kamu harus menikah lagi untuk mendapatkan keturunan kamu, mas. Asalkan jangan menceraikan aku mas,"sahut Almeda.


" Maaf, Almeda! Aku tidak bisa memiliki banyak istri yang lebih dari satu. Mungkin dalam agama kita diperbolehkan menikah dengan lebih dari satu istri. Namun aku secara pribadi tidak sanggup jika harus membawa istriku semuanya masuk ke surga. Aku tidak bisa menjamin surga-surga mereka. Karena aku sendiri masih belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Aku bukan seorang wali maupun manusia sempurna. Yang surga nya bisa dijamin oleh Alloh. Aku masih selalu berlumur dosa. Sehingga setiap hari aku harus meminta ampunan dan bertaubat pada Nya," kata Abryal panjang lebar.


"Mas Abryal! Bagiku kamu adalah suamiku yang sempurna. Tolong maafkan aku mas! Aku akan menebus semua kesalahan ku mas. Aku akan menjadi istri yang baik lagi mas," sahut Almeda dengan isak tangis nya.


"Mas Abryal! Mas Abryal! Maafkan aku mas! Aku janji akan menjadi istri yang lebih baik lagi mas. Mas Abryal!" ujar Almeda dengan suara yang keras hingga memenuhi ruangan itu.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Abryal masuk ke dalam kamar utama itu dan mendapati istrinya sedang mengigau memanggil nama nya. Keringat dingin mengucur di dahi Almeda. Sungguh istrinya sedang mengalami mimpi buruk.


"Sayang! Sayang, bangun sayang!" ucap Abryal seraya mendekati istrinya. Abryal mengusap keringat dingin di dahi istrinya itu. Setelah nya Abryal mengambilkan air putih di dekat lemari es di kamar mereka.


"Sayang, minum dulu! Kamu harus tenang yah!" ucap Abryal penuh perhatian. Almeda meminum air putih pemberian suaminya hingga tandas di gelas itu


"Mimpi buruk yah?" tanya Abryal. Almeda mengangguk cepat lalu tiba-tiba memeluk suaminya dengan erat.


"Mas Abryal!" ucap lirih Almeda seraya menangis. Abryal semakin bingung dibuatnya. Ia hanya mengusap air mata istrinya itu yang tiba-tiba menangis memeluknya.

__ADS_1


"Sudah sayang! Jangan nangis yah, nanti cerita denganku, apa yang tadi kamu mimpi kan saat tidur," kata Abryal seraya mengusap puncak kepala Almeda yang kali ini tanpa mengenakan hijab di dalam kamar itu.


__ADS_2