CALON ISTRI DARI ABAH

CALON ISTRI DARI ABAH
BAB 14


__ADS_3

"Semoga Abryal bisa menjadi suami yang baik bagi Almeda, yah Abah!" ucap ummi Salamah.


"Aamiin! Abah yakin, saat ini mereka telah melakukan kegiatan selayaknya pasangan suami istri pada umumnya, ummi!" sahut abah Idris.


"Semoga saja, abah! Ummi rasanya sudah tidak sabar ingin memiliki cucu yang lucu anak-anak keturunan mereka," ucap ummi Salamah.


"Aamiin! Semoga Alloh mengabulkan keinginan kita memperoleh cucu-cucu yang sholeh dan sholehah," sahut abah Idris.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Aduh!?" keluh Almeda saat turun dari tempat tidur lalu berjalan hendak menuju ke toilet. Almeda terbangun saat azan subuh. Sedangkan Abryal masih meringkuk di balik selimut nya yang tebal.


Dengan menahan rasa nyeri di bagian area pribadi nya, Almeda berjalan ke toilet hendak mandi wajib. Namun suara khas pria bangun tidur yang bariton mengagetkan dirinya.

__ADS_1


"Almeda!" panggil Abryal seraya duduk dari atas peraduan lalu bergegas turun dan menghampiri Almeda. Abryal memeluk Almeda dari arah belakang.


"Mau kemana?" tanya Abryal.


"Ini mau mandi, mas! Sudah azan subuh. Mas Abryal tidak mau mandi juga?" sahut Almeda. Tiba-tiba senyum lebar dan seringai terlempar pada Abryal. Almeda jadi mengernyitkan dahinya. Almeda merasa telah salah berbicara seperti itu pada Abryal.


"Ayo kita mandi bersama! Setelah itu sholat subuh berjamaah. Itu kan yang kamu inginkan dariku?" sahut Abryal.


Abryal menurunkan tubuh Almeda setelah masuk ke dalam kamar mandi itu. Kembali Abryal memeluk erat Almeda dan mulai menciumi lekuk leher jenjang Almeda.


"Apakah bagian itu masih nyeri?" bisik Abryal. Kini membalikkan tubuh Almeda hingga keduanya saling berhadapan.


"Maaf, semalam aku telah menyakiti kamu. Tapi percayalah, setelah ini kamu pasti tidak merasakan sakit dan nyeri lagi," ucap Abryal seraya merangkum kedua pipi Almeda. Kembali Abryal mengecup lembut dahi Almeda lalu turun ke bawah bibir nya. Almeda kembali memejamkan matanya menikmati segala sentuhan lembut dari suaminya. Hal itulah yang selama ini didamba oleh Almeda. Dan semalam apa yang seharusnya didapatkan oleh Almeda dipenuhi oleh Abryal yaitu nafkah batin. Kini di dalam kamar mandi itu, kembali Abryal mengajak Almeda mengulangi kegiatan selayaknya suami istri. Mungkin semalam, Abryal masih merasa belum kenyang dengan kegiatan panasnya. Dan Abryal sudah mulai kecanduan dan ingin kembali mengulangi nya.

__ADS_1


"Mas Abryal!" ucap Almeda lirih saat Abryal dengan nakal membantu melepaskan pakaian Almeda dan mulai melucuti pakaiannya sendiri.


"Aku akan pelan-pelan melakukan nya kembali," sahut Abryal seraya menuntun Almeda ke bathub kamar mandi mereka.


"Kak, jangan lama-lama yah! Azan subuh sudah tiba," bisik Almeda. Abryal tersenyum mendengar permintaan Almeda.


Setelah melakukan ritual suami istri di dalam kamar mandi itu, keduanya saling membantu menggosok dan membersihkan badan mereka. Sekarang tidak ada lagi rasa malu dan sungkan. Mereka sama-sama tahu luar dalam dari. pasangan masing-masing. Dengan lembut Abryal membersihkan rambut Almeda yang panjang dengan sampo.


"Aku tidak mengira kalau istriku ternyata sangat cantik seperti bidadari. Rambut panjang dan hitam lebat dengan perhiasan yang luar biasa indah," ucap Abryal tanpa sungkan membersihkan dan membersihkan kepala rambut istrinya. Almeda bak putri yang mendapatkan perlakuan manis dari sang pangeran.


"Terimakasih sudah bersabar dengan ku, Almeda! Terimakasih sudah mau menjadi istriku, walaupun pernikahan kita ini lantaran perjodohan dari kedua orang tua kita yang menjadikan kita bersatu sebagai pasangan suami istri," ucap Abryal seraya menyambar handuk yang sudah tertata rapi di lemari kamar mandi itu setelah keduanya selesai dalam mandi besarnya.


Keduanya mulai mengambil air wudhu untuk mensucikan diri. Mereka akan melakukan sholat subuh berjamaah setelah mereka benar-benar sah menjadi pasangan suami istri setelah semalam ada adegan ranjang diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2